My Duda

My Duda
Eps 105



.


.


.


.


.


Tak disangka Ghea merasakan kontraksi saat malam resepsi abangnya berlangsung. Ia tak mengira jika baby nya akan keluar malam itu. Tanpa pikir panjang Gavin langsung membawa istrinya ke rumah sakit dibantu oleh salah satu orang kepercayaan dikantor, yaitu Reza.


Malam itu Gavin mengajak sang istri untuk beristirahat terlebih dahulu, ia menyadari jika sang istri tengah merasa letih. Dan tak lupa ia membawa Gathan dan Noah ikut serta menuju kamar yang telah disewa . Namun saat mereka tengah bersiap untuk istirahat, Ghea merasakan mulas pada perutnya.


"Gathan jas nya bantuin lepas dad, Noah juga ya. Baju gantinya udah bunda siapin ditas, tolong ya dad." Ucap Ghea pada suaminya.


"Iya sayang, udah kamu tiduran aja. Biar anak-anak aku yang siapin." balas Gavin.


Gavin pun langsung menggiring kedua bocah itu kedalam walk closet, ia membantu keduanya untuk ganti baju terutama si bocil yang masih kesusahan ganti baju, kalo Noah mandiri dong udah gede.


"Daddy, Athan mau pake celana ultrament yang celana dalemnya diluar ya." seru Gathan pada sang ayah.


"No, pake baju panda aja ya. Ini malem soalnya, ntar kamu kedinginan lagi." balas Gavin yang membuat Gathan mencebikkan mulut mungilnya kesal.


Akhirnya mau tak mau tubuh Gathan harus dibungkus baju panda berkain bulu-bulu itu, hangat dan tebal.


"Noah katanya kalo malem suka gerah ya kalo pake baju panjang, tadi oma bilang pake kaos biasa aja sama celana pendek. Nanti Ac nya digedein dikit ya biar nggak panas." ujar Gavin pada keponakannya.


"Iya om."


"Daddy udah belom?" Tanya Ghea dari kamar utama.


"Iya sayang, bentar lagi."


"Cepet dikit ya, udah ditungguin mommy tuh." ucap Gavin.


Setelah mereka bertiga mengganti pakaian, Gavin pun kembali membawa masuk kedua anak laki-laki itu menuju tempat tidur.


"Kenapa mom?" Tanya Gavin sambil mengangkat tubuh Gathan dan mendudukkannya diatas kasur.


"Anter ke kamar mandi, perut aku mules nih." keluh Ghea sambil mengusap-usap perutnya.


"Yaudah yuk aku temenin ke kamar mandi, Noah jagain Gathan dulu ya, om mau nemenin tante ke kamar mandi." pesan Gavin pada Noah, anak itu pun paham kemudian menganggukkan kepalanya.


Gavin pun kemudian menuntun perlahan istrinya menuju kamar mandi. Tinggallah Noah dan Gathan diatas kasur berdua.


"Kak Noah, mommy sama daddy kok lama ya?" keluh Gathan sambil membalikkan tubuhnya menghadap Noah.


"Sebentar kakak panggilin, kamu tunggu disini jangan kemana-mana. " perintah Noah.


Tok


Tok


Tok


"Om, om sama tante masih lama ya? ditungguin Gathan, kayaknya mau bobo." Ujar Noah yang masih setia berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Sebentar nak." Seru Gavin dari dalam kamar mandi.


"Iya om, Noah mau nemenin Gathan dulu." balas Noah.


Sedangkan dikamar mandi Gavin tengah menemani istrinya yang tengah mengalami kontraksi, panik pasti iya. Mereka bingung ingin berbuat apa, sedangkan diluar acara Satya masih berlangsung. Tak enak jika mengganggu acara abangnya itu.


"Sayang jangan panik okey, tenang tarik nafas terus hembusin perlahan." seru Gavin mencoba menenangkan sang istri.


"Makin mules dad." keluh Ghea sambil meringis kesakitan.


"Bentar kalo gitu aku telfon ayah atau papah dulu, kamu yang sabar ya bentar." seru Gavin, pria itu sudah meraih ponselnya didalam saku namun Ghea menahannya agar ia tak jadi menghubungi ayah dan mertua nya itu.


"Jangan-jangan, kita kerumah sakit sendiri aja. Acara Abang masih ada 1-2 jam lagi, biarin sampe selesai, kasian kalo kepotong." ucap Ghea.


"Tapi sayang-


"Plis dad, urusan mereka ntar aja perut aku udah sakit banget arghh.....


Gavin tambah panik saat mengetahui air mengalir dari paha sang istri.


Air ketuban Ghea sudah pecah!


"Astagfirullah sayang, jangan bikin aku khawatir yang." cemas Gavin. Pria itu lantas membuka pintu kamar mandi lebar-lebar guna mempermudahnya saat menggendong Ghea keluar dari kamar mandi.


"Om?"


Noah bingung saat melihat sang paman keluar kamar mandi sambil menggendong bibinya.


"Noah kamu tolong jagain Gathan sebentar ya, nanti om balik lagi. Tolong ya Noah." ucap Gavin tergesa-gesa.


"Makasih Noah, ntar om balik lagi."


BRAKK


Pintu didorong Gavin dengan mengunakan kakinya, untung Gathan tak terbangun dari tidurnya. Jika bocah itu sampai bangun, entah akan ada keributan apa lagi nanti.


___________


Tok


Tok


Tok


"Dek, ini bunda sama mamah nak, kamu udah tidur belom? Bunda mau pijitin kaki adek."


Ceklek


Pintu dibuka dan menampakkan tubuh Noah yang berdiri disana.


"Sayang, tante sama om mu ada didalam kan?" Tanya bunda pada Noah.


"Tante sama om nggak didalem, setengah jam yang lalu keluar." jawab Noah jujur apa adanya.


"Loh keluar kemana malem-malem gini? Om bilang nggak mau keluar kemana tadi?" Tanya Mamah Wina.


"Nggak nek, tapi kayaknya mau kerumah sakit soalnya tante Ghea sakit perut katanya." jawab Noah.


"Astagfirullah!" pekik Bunda dan mamah bersamaan.


Tentu mereka paham dengan sakit perut yang diucapkan Noah, minggu-minggu ini adalah jadwal kelahiran bayi Ghea. Namun keduanya tak menyangka akan terjadi di waktu seperti ini.


"Aduh ini gimana jeng? kita langsung nyusul ke rumah sakit aja kali ya?" seru Bunda.


"Tapi acaranya nak Satya masih berlangsung, kita bagi 2 aja atau gimana ini jeng? Cucu kita mau lahir Ya Allah." balas Mamah Wina ikut cemas.


"Kenapa sih bund?" Tanya Satya yang tiba-tiba hadir disana, ditemani Teressa tentunya. Sebenarnya keduanya tadi berniat untuk ke kamar mandi, tapi berhenti saat melihat bunda dan mamah didepan kamar Ghea dan Gavin.


"Astagfirullah bang, adikmu mau lahiran tapi nggak bilang-bilang sama yang lain, ini aja bunda tau dari Noah." jelas Bunda Citra.


"Waattt? Si Monyet mo lahiran?" pekik Satya heboh.


"Kita langsung nyusul bun?" Tanya Teressa.


"Gimana ya, itu tamunya masih ada nggak sih? kalo udah mending langsung aja kerumah sakit nyusul adikmu, kasian sendirian mereka." ucap Bunda.


"Cuma beberapa aja sih, soalnya mendung diluar jadi buru-buru pulang." jawab Satya.


"Bentar-bentar terus anak-anak sama siapa bund?" Tanya Satya bingung.


"Atau gini aja, Teressa jagain anak-anak disini. Yang lain ikut kerumah sakit gimana?" usul Bunda.


"Teressa sendiri bunda?" Tanya Teressa.


"Aduh bukan gitu maksudnya, gimana ya. Sama abang aja gimana, kalian berdua jagain anak-anak disini, biar para orang tua yang nyusul ke rumah sakit." ralat bunda, rasanya tak adil jika ia menyuruh Teressa untuk menjaga anak-anak sendiri.


"Tapi Tya mau lihat Ghea bund." ucap Satya.


"Liatnya bisa besok bang, yang penting sekarang kalian temenin anak-anak, kalian juga butuh istirahat kan. Udah jangan pada ngeyel dibilangin bunda, sekali-kali nurut!" seru Bunda Citra.


"Tapi bunda dianter siapa? ini udah malem bund, jangan nyetir sendiri ayah." ucap Satya khawatir.


"Biar sama sopirnya mamah aja nak, sopir mamah stand by disini kok." timpal Mamah Wina.


"Yaudah semuanya udah clear, kalian jagain anak-anak jangan lupa istirahat. Serahin semuanya sama bunda, bunda duluan assalamualaikum." pamit Bunda disusul mamah Wina.


"Waalaikumsalam."


"Terus gimana mas?"


"Ya gimana lagi, kita ke rumah sakit besok. Sekarang kita istirahat sama jagain anak-anak. " balas Satya


"Ayo Noah kita istirahat." ajak Satya pada putra sambungnya.


"Iya om. "


Langkah Satya terhenti, kemudian menengok pada sang istri sebentar.


Eh ada apa nih tengok-tengokan?


"Sayang sekarang bukan om Satya lagi, terserah Noah mau panggil Ayah atau lainnya, yang penting jangan om ya sayang." ujar Teressa menasehati.


"Iya- Pah."


___________________