My Duda

My Duda
Eps 100



.


.


.


.


.


_________


Karena sang bumil tengah merajuk, alhasil keempat pria itu berusaha membujuk Ghea agar tidak merajuk lagi. Berbagai cara mereka lakukan demi meluluhkan wanita hamil itu.


"Duh pegel banget pundak aku." keluh Ghea sambil mengusap bagian pundaknya yang dirasa sakit.


Namun tak ada angin tak ada hujan maupun petir, tiba-tiba Bang Sat dengan sigap langsung memijat pundak adiknya itu.


"Eh? Abang ngapain?" Tanya Ghea.


"Gimana enak kan pijitan gua, udah pro belum." balas Bang Sat sambil terus memijat pundak Ghea.


"Hmmm lumayan, enak juga." Jawab Ghea sambil memejamkan matanya menikmati pijatan abangnya.


"Udah ah Ghea mau ngambil minum, haus banget nih." ucap Ghea. Niat nya wanita itu ingin beranjak, namun pundaknya ditahan Satya, sebelah tangannya ditahan Gathan, dan kakinya ditahan Gavin.


"Silahkan diminum tuan putri." seru Ayah Juan menyerahkan segelas susu ibu hamil dengan rasa stroberi yang sudah diberi tambahan es batu.


"Eh apaan nih yah?" Tanya Ghea bingung.


"Susu ibu hamil buat kamu dek, udah buruan minum." ujar Ayah Juan.


"Oh oke, makasih yah." ucap Ghea.


"Sama-sama." balas Ayah.


Ghea pun meneguk habis susu ibu hamil yang diberikan oleh ayahnya itu.


Enak.


Jadi semua yang dilakukan Bang Sat, ayah, sama Gavin itu adalah titah dari sang bunda. Semuanya akan memperlakukan Ghea layaknya seorang ratu. Bukannya apa, ibu hamil nggak boleh sampe stress, apalagi si bocil lagi aktif-aktifnya.


Jadi semuanya harus terasa happy.


"Mommy pijitan Athan enak ndak?" Tanya bocil dengan kedua tangan yang sibuk menekan-nekan permukaan kulit bagian lengan Ghea.


"Hmm enak sayang, Gathan belajar mijit dari siapa hm?" Tanya Ghea.


"Ndak ada." balas bocah itu sambil terus melanjutkan kegiatannya.


"Kamu kepanasan mom?" Tanya Gavin yang melihat Ghea sibuk menyibak rambutnya kebelakang sambil sesekali mengibaskan tangannya seolah merasa panas.


"Nggak usah ditanya, buruan kipas!" Seru Satya. Gavin yang semula memijat kaki Ghea pun segera mengambil kipas mini yang ada di meja kemudian mengarahkan pada wajah Ghea agar mengurangi hawa panas yang menyerang tubuh Ghea.


Enak banget ya Ghea.


Jadi mereka tuh lagi lesehan dipinggir kolam renang, niat awalnya mah cuma nyatai-nyantai aja. Eh ternyata Ghea dapet pelayanan gratis dari keempat pria beda generasi itu.


"Yank." panggil Ghea.


Biasanya kalo udah sayang-sayang nih ujung-ujungnya minta yang aneh-aneh si bumil.


"Iya sayang, kenapa?" balas Gavin.


"Minta kiss." rengek Ghea sambil memeluk leher Gavin.


"S-sayang, ada Ayah disini?" Guman Gavin pelan.


"Nggak papa, ayo kiss." rengek Ghea lagi.


"Tapi kan-


"Udah kasih aja Vin, ayah nggak liat kok." seru Ayah sambil menyibukkan diri dengan ponselnya seolah tak akan melihat adegan apa-apa.


"Ayo kiss." seru Ghea dengan binar senang.


Dengan malu-malu Gavin pun mengecup pipi Ghea.


Masih aman!


"Udah." ucap Gavin.


"Athan nggak diajak kiss, Uncle." gerutu Gathan mengadu kepada Satya.


"Uncle?"


"Uncle ngapain?"


Plakk


Gathan terpaksa menampol wajah Satya karna pamannya itu diam-diam ingin menciumnya sambil memejamkan matanya.


"Aduh kenapa ditabok Cil!" Seru Satya.


"Uncle aneh, Uncle mau kiss Athan ya!" Seru bocah itu.


"Iya, eh! mana ada, nggak ya!" Seru Satya.


Gathan langsung menerjang tubuh Satya dengan tubrukan mautnya, bahkan membuat keduanya terguling dilantai.


"Uncle cowo sama cowo nggak boleh kiss ya!" tegas Gathan sambil menekan pipi Satya menggunakan jemarinya.


"Kata siapa?" balas Satya.


"Kata dad-dy."


Gathan ingin menoleh kearah bapaknya namun digagalkan oleh Satya, pria itu menutup mata Gathan menggunakan telapak tangannya.


"Eh astagfirullah, masyaallah, subhanallah. Ya Allah ini maksudnya apa ya?" batin Satya menguatkan imannya.


Gimana enggak, secara live Satya menonton langsung acara silahturahmi bibir sang adik dan iparnya.


"Bang? Eh- astagfirullah!" pekik Ayah.


Gavin sudah berniat untuk melepaskan penyatuan bibirnya dengan Ghea, namun Ghea malah memperdalam ciumannya .


"Sayang!"


Cup


Cup


Cup


"Astaga sayang, malu aku." guman Gavin lirih. Diliriknya sang mertua yang pura-pura tak melihatnya, sungguh rasanya ia ingin tenggelam di lapisan bumi terdalam.


Malu nya sampe ubun-ubun.


"Ngapain malu, kan udah sah." balas Ghea dengan santainya.


"Ehem, ayah mau ke bunda dulu. Kalian lanjut aja ngobrolnya." ucap ayah Juan yang kemudian tak lama langsung bangkit dan masuk kerumah.


"Ayah mau kemana?!!" teriak Satya.


"Mau minta sama bunda!!" Balas Ayah.


"Huhh ayah emang nggak setia kawan!" Gerutu Satya.


"Uncle tanganya lepas, Athan ndak bisa liat!" Seru Gathan.


"Udah Cil diem, mending sekarang kita lomba balapan sepeda aja Cil sama Si aki." balas Satya.


_________


Babay