
"Lompat sana!" Seru Gathan.
"Ih nggak mau lah, Lea masih pengen hidup tau!" Balas Alea.
Gathan sebenarnya sudah menghubungi karyawan nya untuk mencari kunci nya yang jatuh Alea lempar ke jendela tadi. Tapi kenyataannya benda itu malah jatuh ke dalam selokan yang tertutup oleh grill penutup saluran air.
"Cariin kunci cadangan sana, emang nggak ada hah?"
"Kunci-kunci dikantor belum di duplikat semua, pak bos."
"Astaga, panggil tukang kunci sekarang juga. Duplikatin semua kunci, kunci pintu ruangan saya duluin. Terserah mau kalian jebol atau dobrak, yang penting bisa kebuka."
"Emang bos nggak bisa dobrak sendiri?"
"Ya terus kamu saya gaji buat apa Anton!!"
"Iya-iya bos, silahkan tunggu sebentar."
____________
"Bang Gathan maafin Lea, bang. Besok-besok nggak gitu deh. Maaf ya." Alea terus memohon kepada Gathan agar ia dimaafkan. Sejak kejadian kunci tadi siang, Gathan tak menganggap keberadaan Alea didalam ruangannya.
Sebenarnya Gathan sudah meminta Alea untuk pergi, namun gadis itu tetap keukeuh untuk tinggal di kantornya.
"Maafin dong, Lea janji insyaf kok."
"Lebih baik kamu pulang Alea, jangan ganggu ketenangan saya." Seru Gathan.
"Maafin dulu tapi, Lea janji nggak kayak tadi." Cicit Alea pelan.
Demi apapun dicuekin gebetan nyeseknya sampe ke uluh hati yang paling dalam. Hati mungil Alea terluka, bagai dibacok dengan celurit.
Gathan bangkit dari tempat duduknya, kemudian menarik lengan Alea dengan sedikit kasar. Gathan membawa Alea keluar dari ruangan nya. Sampainya dipintu, tubuh Alea terhempas dengan begitu saja.
Gathan terpaksa melanggar pesan ibunya agar tidak berbuat kasar kepada wanita.
"Jangan temui saya dulu, pulang!" Seru Gathan.
"Berarti lain kali masih bisa meet kan?" Tanya Alea. Sepertinya gadis itu baik-baik saja walau mendapat perlakuan sedikit tak menyenangkan dari Gathan.
"Pulang!"
"Iya-iya mau pulang ini."
"Love you!!!" Alea langsung melarikan diri dan berlari terbirit-birit meninggalkan Gathan.
___________
Sudah tiga hari lebih Alea tak menemui Gathan. Dan hari ini gadis itu kembali menguji nyali nya untuk datang menemui Gathan. Agar terlihat baik dan pengertian, Alea membawa kotak bekal makanan untuk Gathan.
"Knock knock."
"Yuhuu- Eh Assalamualaikum bang Gathan."
Baru saja ia memegang gagang pintu, tiba-tiba pintu terbuka dari dalam. Alea pikir Gathan akan menyapa dirinya, namun laki-laki tak melirik sedikitpun kepadanya. Padahal Alea sudah memasang senyum paling manis.
"Bang Gathan mau kemana?" Tanya Alea sambil mengikuti langkah Gathan dari belakang.
"Eh mau sholat ya? Ini kan udah waktunya." Guman Alea.
"Tungguin Alea sebentar!" Alea berputar balik arah, ia kembali ke ruangan Gathan guna menyimpan makanan yang ia bawa tadi. Setelah itu kembali berlari dengan kecepatan kilat menghampiri Gathan. Untung saja pintu lift belum tertutup rapat, masih ada kesempatan bagi dirinya untuk dapat bergabung.
Tanpa mengatakan apapun, Gathan mendorong kepala Alea agar tidak terlalu menempel pada tubuhnya.
"Jaga jarak!"
Alea yang biasanya aktif mengoceh kini hanya diam sambil sesekali melirik Gathan yang juga tengah diam.
Karena waktu ibadah telah tiba, Gathan memilih untuk ke mushola bawah untuk melaksanakan ibadah. Dan Alea masih saja mengikutinya sejak tadi.
"Bisa nggak sih sehari aja jangan ganggu saya? Saya capek Lea!" Seru Gathan akhirnya
"Bisa, buktinya kemarin tiga hari full." Jawab Alea dengan entengnya.
"Jangan ngikutin saya!" Seru Gathan.
"Mau ikut!" Rengek Alea.
"Saya mau sholat, kamu nggak usah ikut. Pulang sana!"
"Alea ikut sholat."
Gathan menolehkan kepalanya menatap gadis dua puluh tahun dibelakangnya itu. "Ikut sholat? Nggak takut kebakar kamu?" Ejek Gathan.
Alea mencebikkan bibirnya kesal, dirinya tertohok oleh ucapan pedas Gathan barusan. Ia sadar bahwa ia tak bisa serajin Gathan dalam beribadah, tapi setidaknya ia tau tentang sholat itu sendiri.
"Ledek aja terus sampe Lea nangis!" Rajuk Alea.
"Sini." Gathan menarik hoddie yang dikenakan Alea, laki-laki mengarahkan Alea ke tempat wudhu khusus perempuan. Disana juga sudah ramai oleh karyawannya yang akan sholat juga.
"Ntar abis wudhu terus kemana?" Tanya Alea.
"Ya masuk lah."
"Tungguin, temenin Lea. Lea nggak berani masuk sendirian."
"Astaga, tinggal masuk aja Alea. Badan gede gini apa yang kamu takutin, ha?!" Seru Gathan.
"Sebenernya Lea lupa caranya wudhu." Cicit Alea lirih.
"Beginian aja kamu nggak tau, giliran ke dugem, club, joget joget langsung semangat empat lima!" Seru Gathan.
"Enggak mana ada, Lea nggak jadi pergi tau! Itu tuh first time Alea mau pergi ke sana, tapi nggak jadi gara-gara nggak dibolehin sama bang Gathan!" Jelas Alea.
____________
TBC
Plis deh, jangan mengubah karakter yang udah saya bangun. Kalo pengen yang sesuai ama keinginan ente semua, ya bikin cerita sendiri banh!
EBL, Emosi banget loh!