My Duda

My Duda
Eps 108



.


.


.


.


.


sebelumnya maaf atas keterlambatan up nya.


"Mommyhhh!!!!" Teriak Gathan saat bocah itu memasuki ruang rawat ibunya. Untung saja kedua bayi Bu Ghea tidak terkejut, karna keduanya tengah asik diajak bermain dengan para nenek dan kakek keduanya.


Gathan datang ke rumah sakit bersama paman dan bibinya serta sepupunya juga.


"Gantengnya mommy kenapa hm?" Tanya Ghea sambil menanti kehadiran sang putra yang tengah berlari mendekatinya.


"Daddy bantuin naik." seru Gathan yang meminta tolong pada daddy nya agar dibantu naik ke atas brankar Ghea.


Gavin pun mengangkat tubuh Gathan dan menaruhnya dihadapan istrinya.


"Mommy kenapa pasang-pasang selang? Mommy sakit apa myhh?" Tanya Gathan dengan cemas dan khawatir.


"Mommy nggak papa sayang." balas Ghea sambil mengusap lembut kepala putranya.


Sejenak anak itu terdiam memikirkan sesuatu, ada yang salah dengan mommy nya pikirnya.


"Kenapa hm?" Tanya Ghea menatap putranya.


"Mommy, adik-adik Athan kemana? Kok perut mommy kempes?" Tanya Gathan sambil menunjuk perut ibunya yang sudah kempes. Pertanyaan polos dari sang putra itu tentu membuat Ghea terkekeh geli melihat tingkah menggemaskan putranya.


"Lihat tuh siapa yang digendong oma sama nenek." Seru Ghea sambil menunjuk bunda dan mertuanya yang masing-masing menggendong seorang bayi dalam bedongan kain itu.


"Itu baby nya siapa mommy?" Tanya Gathan.


"Itu adiknya Gathan sayang." jawab Ghea.


"Adiknya Athan yang ada disini?" seru Gathan sambil menunjuk perut Bu Ghea. Apakah penyebab perut mommy nya kempes karena sang adik sudah keluar? Anak itu terus berpikir.


"Iya sayang itu adiknya Gathan yang ada disini." jawab Ghea dengan sabar.


"Waahhh adik-adik Athan udah keluar!!! Athan mau lihat!!" pekik Gathan dengan antusias. Gathan hendak turun dari atas brankar, namun bapaknya yang pengertian langsung mengangkat tubuh Gathan dan mendekatkan Gathan kepada adik-adik nya.


"Ini adik Gathan yang pertama, kasih salam dong."


"Assalamualaikum adek, ini Kak Athan! Adek namanya siapa?" Ucap Gathan.


Oh untuk panggilan baby twins kita ubah aja ya biar sama-sama G, Ghavi and Gheva.


"Halo kakak, ini dek Ghavi." ucap Bunda Citra dengan menirukan suara anak kecil.


"Dek Ghavi boy, oma?" Tanya Gathan.


"Iya sayang, dek Ghavi boy. Gathan mau cium adek nggak, adek belom dicium sama Gathan doang loh." Seru Bunda Citra sembari menimang baby Ghavi.


"Mau kiss adek oma." balas Gathan.


Gavin pun mendekatkan wajah Gathan pada bayi mungilnya itu, dan kecupan manis dari Gathan pun berakhir pada kening sang adik.


Muacchhh


"Makasih kakak."


"Athan mau lihat adek yang satu daddy." Seru Gathan sambil menunjuk bayi yang tengah digendong neneknya.


"Girl daddy?" Tanya Gathan.


"Boy sayang." jawab Gavin.


"Boy lagi?" guman Gathan.


"Kenapa hm?"


"Athan pengen boy sama girl, daddy." keluh bocah tampan itu.


"Nggak boleh gitu sayang, Allah kan ngasihnya boy semua. Jadi Gathan harus bersyukur, dan sayang sama semua adeknya ya." Ucap Pak Gavin menasehati.


"Iya daddy, tapi Athan mau girl ya nanti." balas Gathan dan Gavin menanggapinya dengan anggukan kepala serta senyum tipis.


Inget loh Pak, Bu Ghea baru mbrojolin 2 gundul hasil kerja rodimu, jangan langsung ngadon lagi loh ya.


Muacchhh


"Daddy, adek ini namanya siapa?" Tanya Gathan sambil menunjuk bayi yang tengah digendong neneknya.


"Ini namanya dek Gheva sayang." balas Mamah Wina menimpali pertanyaan cucunya.


"Ooo dek Gheva lagi bobok ya?"


"Iya dek Gheva lagi bobok ditemenin nenek."


_________________


Saat kedua adiknya sudah terlelap, kini kesempatan bagi Gathan untuk menempel pada mommynya. Bocah tampan itu kini tengah berbaring disamping mommynya, jangan lupakan juga bocah itu tampak memeluk tubuh Ghea dengan tangan kecil nya.


"Mommy perutnya ndak sakit myh?" tanya Gathan sambil mendongak menatap ibunya.


"Nggak dong." jawab Ghea.


"Mommy kenapa ndak bilang-bilang kalo adek mau keluar, kan Athan bisa bantuin mommy." ujar Gathan, niatnya bagus ingin menolong, tapi nggak secara langsung ya ganteng. Emakmu harus ditangani oleh dokter profesional.


"Yang penting sekarang adek-adek Gathan kan udah keluar dengan sehat dan selamat, sekarang tugasnya Gathan nambah banyak ya. Udah besar jangan main terus, harus bisa jagain adeknya kalo mommy sama daddy lagi repot, nemenin adek main, pokoknya adeknya harus disayang semua, oke." jelas Ghea menasehati putra sulung nya itu dengan penuh kesabaran dan sebisa mungkin dipahami oleh Gathan.


"Oke mommy." balas Gathan sambil mengangguk paham.


Oekkk...Oekk.....


"Mommy, dek Gheva nangis myhh." seru Gathan. Dengan pintarnya anak itu sudah hafal wajah Ghavi dan Gheva.


"Bentar ya, kayaknya dek Gheva haus nih." ucap Ghea, dengan hati-hati wanita itu meraih tubuh mungil bayinya. Kemudian menggendongnya senyaman mungkin, lalu mulai menyusui bayi tampanya itu.


Karna yang didalam ruang rawat Ghea cuma anggota keluarga saja, jadi aman kalo mau buka-bukaan. Tapi untuk Satya, pria itu dan putranya tak ada didalam ruang rawat Ghea karna bunda Citra menyuruhnya keluar untuk membelikan buah untuk Ghea. Wanita tadi itu mengeluh untuk dibelikan buah-buahan yang segar tadi.


Gathan masih diam memperhatikan kegiatan ibu dan adiknya yang tengah menyusu itu.


Ia baru tau jika ibunya bisa menghasilkan susu, tapi mengapa selama ini minum susu pabrik saja pikirnya?


"Gathan kenapa hm? mau mimi kayak adek nggak?" tanya Ghea menawari. Kebetulan kedua asinya sama-sama lancar, tak ada salahnya kan memberikannya pada putra sulungnya. Ia tau betul, sejak lahir Gathan tak pernah meneguk nikmatnya asi dari sang ibu.


Aish kejam sekali!


"Emang lancar mom?" tanya Gavin pada istrinya. Bukannya apa, ia takutnya hal itu akan merepotkan Ghea. Dengan adanya Ghea dalam lingkar keluarnya saja ia sudah bersyukur, tapi wanita itu benar-benar baik dan terlihat tak membeda-bedakan antara anak kandung dan anak sambung. Semua sama rata.


"Lancar kok dad, si adek juga udah minum semua." jawab Ghea.


"Tapi kan-


"Kenapa sih dad, orang aku sendiri yang nyuruh, kamu aja boleh masa Gathan enggak!"


"Sayang bukan gitu loh


"Terus? Gathan kan juga sama-sama anak aku, harus adil dong, satu untuk semua udah!" oceh Ghea.


"Gathan belom minum susu kan tadi?" tanya Ghea. Bocah itu menggelengkan kepalanya, memang benar ia belom minum susu pagi ini. Tadi pagi saja Satya malah mengajaknya ngopi, paman macam apa dia itu.


"Sini."


Gathan pun mendekati ibunya, jujur ia juga penasaran dengan asi milik mommy nya itu. Apa seenak susu kotak rasa pisang kesukaan nya?


"Mimi sini mommy?" tunjuk Gathan pada salah satu sumber asi milik Ghea.


"Iya sayang."


Dan akhirnya terjadi adegan menyusui antara ibu dan anak, sesaat memang Gathan menikmatinya. Namun tak lama bocah itu melepas hisapannya dari putıng Mommynya.


Kenapa? apakah tidak enak?


"Kenapa, nggak enak ya asi nya mommy?" tanya Ghea. Aih..Wanita itu akan insecure jika memang asinya tak enak.


"Enak mommy." jawab Gathan sambil mengerutkan dahinya, rasanya memang asing baginya tapi tak bisa dipungkiri rasanya juga manis seperti susu almond.


Note: itu dari google. Saya nggak tau rasa aslinya, soalnya lupa. Terakhir saya minum asi emak pas masih batita. bay!


"Tapi buat adek aja, Athan kan udah besar mommy. Mau minum susu pisang aja. " jelas bocah itu.


"Oh sweet banget sii!"


_________________________