
.
.
.
.
.
.
Maap ye kemaren ga jadi lanjot.
Nih udah dilanjutin, pastiin langsung like dulu ye biar kagak kelupaan. Biasanya mak-emak nih yang suka langsung kabor kalo abis baca.
Canda mak.
___________
"Eughh....
Perlahan Ghea mengerjakan kedua matanya, rasanya tubuhnya benar-benar lemas tak berdaya. Saat penglihatannya sudah terkumpul dengan sempurna, Ghea menatap bingung orang-orang yang berada didalam kamarnya.
Ada yang menampilkan ekspresi senang, ada juga yang menampilkan ekspresi khawatir, terutama suaminya, yaitu Gavin.
"Mommy bangun hore!" Seru Gathan senang.
"Hm?" Guman Ghea.
"Sayang kamu udah sadar? gimana ada yang sakit? perut kamu nggak sakit lagi kan?" Cecar Gavin melempar pertanyaan bertubi-tubi pada Ghea.
"Perutnya nggak sakit dad, pinggang aja yang agak pegel. Ini ada apa sih kok rame-rame gini? Bunda, ayah? mamah sama papah juga, Bang Sat, Gathan juga udah pulang?" Tanya Ghea bingung menatap anggota keluarganya itu.
"Kamu pingsan, yank. Dari tadi pagi nggak bangun-bangun, liat sampe Gathan pulang sekolah tadi kamu belum bangun. Alhamdulillah sekarang udah siuman." Jelas Gavin panjang lebar.
Bunda Citra pun mendekati putrinya dan ikut duduk bergabung dipinggirkan ranjang.
"Di jaga baik-baik ya adiknya Gathan." Ucap Bunda Citra sambil mengelus puncak kepala Ghea dengan penuh kasih sayang.
Nah kan? Ada apa gerangan? Apakah benih-benih pak Gavin sudah bersatu membentuk kecebong mini di rahim Ghea?
"Bund?" Guman Ghea.
Otaknya seketika langsung blenk begitu saja.
"Iya sayang kamu hamil." Ucap Bunda Citra.
Antara bingung, shock, kaget, seneng, speechless, terkejot, menjadi satu campur aduk.
Ghea beralih menatap suaminya yang berdiri tak jauh dari dirinya.
"Dad?" Guman Ghea dengan mata berkaca-kaca.
Terharu tuh pasti.
"Hm, Gathan bakal punya adik, jadi dia bakal punya temen main dan nggak bakal kesepian." Ucap Gavin dengan lembut sambil memberikan kecupan manis di dahi Ghea.
"Seriously?" Tanya Ghea.
"Iya sayang, tadi kamu pingsan dan aku langsung panggil Dokter buat kesini cek kondisi kamu. Dokter bilang yang kamu alamin akhir-akhir itu wajar, faktor kehamilan. " jelas Gavin.
Jadi saat Ghea pingsan, Gavin langsung mengangkatnya dan merebahkannya diatas kasur. Kemudian Gavin segera memanggil dokter pribadi yang sering digunakan keluarganya untuk check up kesehatan.
Seorang dokter umum dan tentunya profesional. Gavin menyebutkan semua keluhan-keluhan yang dialami Ghea akhir-akhir ini, dokter juga memeriksa kondisi fisik Ghea (dokternya cewe ye).
Dan pada akhirnya dokter menyimpulkan jika Ghea tengah mengandung, dan dokter juga menyarankan untuk berkonsultasi langsung kepada dokter kandungan.
"Nanti kita Check ke dokter ya." Ucap Gavin, Ghea menganggukkan kepala nya cepat.
"Mommy, adiknya Athan keluarnya kapan? Athan ndak sabar pengen ajak main mommy." Ucap Gathan.
"Sabar sayang, adiknya masih ada didalem perut mommy." Ucap Gavin pada Gathan.
"Tapi perut mommy masih kecil, dad." Seru Gathan sambil menunjuk perut rata Ghea.
"Nanti perut mommy besar boy, ada adiknya." Ucap Gavin.
"Muat daddy?" Tanya Gathan, bocil itu berpikir apakah adiknya muat berada dalam perut sang mommy? Apa tidak sesak dan sempit? Kasian sekali adiknya.
"Muat sayangkuuuu, sini-sini mommy pangku." Ucap Ghea, wanita itu sudah bersiap mengangkat tubuh Gathan dan ingin menaruh Gathan diatas pangkuannya, namun belum sampai mendarat di pangkuan Ghea, Gavin mengambil alih tubuh Gathan dari Ghea.
"Kok diambil sih, dad. Gathan mau aku pangku loh." Seru Ghea.
"Gathan berat yank, biar sama aku aja, lagian kamu lagi isi. Jangan bawa yang berat-berat. Gathan sekarang jangan minta pangku atau gendong ke mommy ya, Gathan kan udah besar, kasian ntar mommy kecapekan masa harus gendong Gathan sama adik." Ucap Gavin memberi pengertian pada putranya.
"Iya daddy, tapi Athan mau peluk mommy, dad. " Ucap bocil itu.
"Sini peluk mommy." Ucap Ghea sambil merentangkan kedua tangan nya berharap si kecil Gathan akan menghambur dalam dekapannya.
"Athan ndak sabar liat adik, mom." Ucap Gathan dalam dekapan Ghea.
Huhh betapa bahagiannya emak dan anak itu.
"Dijagain Istrimu lagi hamil muda." Ucap Ayah Juan sambil menepuk bahu Gavin.
"Iya yah." Balas Gavin dengan mantap.
"Mulai sekarang kamu harus jadi suami siaga nak, Istrimu bisa aja ngidam yang ekstrem." Ucap Mamah Wina dengan tawa kecil.
"Jangan lah mah, anak Gavin nggak suka ngerepotin daddy nya. Ya kan baby." Ucap Gavin sambil mengusap perut datar Ghea.
"Hahahaha.....
"Abang." Panggil Ghea pada Satya yang sedari tadi hanya mojok di sofa.
Sepertinya pria itu tengah memikirkan strategi untuk memikat hati sekretarisnya.
"Iye?" Balas Satya.
Tumben lu kalem bang.
"Nggak mau ngucapin selamet gitu buat, Ghe? Ghe hamil loh, abang nambah ponakan lagi." Ucap Ghea.
Ghea udah mulai kalem nih, si bang Sat kita tunggu aja.
Satu ponakan aja Satya pusing, bayangkan kalo nambah lagi satu? Bayangkan lagi kalo nambah nya dobel atau malah triple, bisa semaput Satya wkwkwk.
Satya bangkit dari sofa, kemudian mendekati adiknya.
"Selamet Nyet, Eh Ghe. Adik abang udah hamidun aja, tokcer laki lu emang." Ucap Satya sambil menepuk-nepuk pelan kepala sang adik.
"Abang juga buruan nyusul dong, masa anak Ghea udah mau 2 abang masih betah menjomblo, bisa diledekin ponakan abang ntar kalo tau Uncle nya bujang lapuk hahaha." Ucap Ghea sambil tertawa.
"Plis Nyet abang lagi nggak mood ngelawak, jangan ngeledek mulu!" Seru Satya kesal.
Orang-orang disana ikut terkekeh saat melihat Satya kesal, rupanya anak sulung dari Bunda Citra dan Ayah Juan yang terkenal humoris dan receh, juga memiliki mood yang naek turun.
"Abangg." Panggil Ghea dengan nada merengek.
Entah kenapa Satya merasa akan ada bahaya yang menimpa dirinya, entah apapun itu tolong selamatkan Satya!
"Kenape?" Tanya Satya sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Mau dibeliin mie ayam dong." Pinta Ghea.
"Mie ayam aja?" Balas Satya.
Bukan kah membeli mie ayam adalah hal mudah? Tapi tetap saja Satya masih harus waspada.
"Iya mie ayam aja, anak Ghe pengen dibeliin mie ayam sama Uncle nya." Ucap Ghea.
"Iye gua cariin." Balas Satya.
"Tapi ayamnya pake sayap bagian kanan ya, nggak mau yang kiri." Sambung Ghea.
Nah kan!
"Lah emang apa bedanya?" Guman Satya.
"NGGAK USAH BANYAK TANYA, CEPET CARIIN!" seru Ghea dalam mode galak.
Sabar Bang Sat:)
Guys jangan lupa like dan tinggalin koment ya:)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.