My Duda

My Duda
Eps 89



.


.


.


.


.


"Daddy? kamu udah pulang dad? tumben kenapa?" Tanya Ghea saat mengetahui suaminya sudah berada didalam rumah. Tak lupa Ghea langsung meraih tangan Gavin dan mencium punggung tangan suaminya.


Sholehah sekali epribdeh.


"Hem, aku telfonin kamu terus loh yank. Tapi nggak kamu angkat, kenapa telat? Gathan kenapa yank, nangis?" Balas Gavin sambil menunjuk Gathan yang masih nemplok didalam gendongan Ghea dengan kepala yang disandarkan di bahu Ghea dengan muka lesu.


"Heem, ngantuk dia. Aku urusin Gathan dulu, kau tunggu dibawah ya." Ucap Ghea.


"Iya sayang." Balas Gavin.


Ghea pun membawa putranya naik kelanatai atas. Setelah itu ia membantu Gathan ganti seragam ke pakaian rumahan biasa.


"Gathan tunggu dikamar sebentar ya, mommy buatin makan siang dulu buat kamu. Habis makan langsung mommy temenin bobok siang ya." Ucap Ghea kepada Gathan.


"Iya mommy." Balas Gathan sambil menganggukkan kepalanya dengan patuh.


"Good boy." Ucap Ghea mengusap kepala Gathan dengan lembut.


Ghea pun beranjak dari kamar Gathan menuju lantai bawah, lebih tepatnya menuju ke dapur untuk membuat makanan untuk Gathan.


"Udah selesai mom?" Tanya Gavin yang sudah berada di meja makan sambil menikmati buah apel.


"Belum dad, aku mau buatin makanan dulu buat Gathan. Kamu sekalian apa nanti aja?" Tanya Ghea.


"Aku nanti aja mom." Balas Gavin. Ghea menganggukkan kepala kemudian segera mengambil beberapa bahan makanan dan mengolah makanan sederhana untuk putranya.


"Tadi disekolah Gathan kenapa, hmm?" Tanya Gavin yang sudah menempatkan dirinya berada dibelakang tubuh Ghea. Dan jangan lupakan, kedua tangannya sudah melingkar cantik di pinggang ramping milik Ghea dan juga dagu yang ia sandarkan dibahu Ghea.


"Nggak kenapa-napa, dad." Balas Ghea meyakinkan suaminya.


"Kamu kalo bohong keliatan loh mom, jangan bohong sama aku deh. Katanya mau saling terbuka, hayo loh yang bilang kamu sendiri. Jangan diingkari." Seru Gavin.


"Nggak bohong dad." Ucap Ghea.


"Aku loh ndak percaya." Balas Gavin sambil menyusuri leher Ghea dengan bibirnya dan sesekali menggigit kecil bagian itu.


"Tahan dulu sayang, aku lagi masak. Kamu tungguin dulu duduk disana , ntar aku masakin. " Ucap Ghea memperingati suaminya agar tidak berbuat yang aneh-aneh di dapur.


"Nggak mau, mau gini aja." Tolak Gavin tetap melanjutkan aktifitasnya.


"Yaudah diem yang anteng." Ucap Ghea.


Gavin hanya berdehem pelan saja menanggapi ucapan Ghea. Entah kenapa akhir-akhir ini Gavin tak ingin lama berjauhan dari istrinya, rasanya pengen nempel mulu.


Ghea tetap melanjutkan acara masaknya di dapur, tak sedikitpun terganggu dengan kegiatan suaminya yang selalu menempel pada tubuhnya.


Udah nggak kaget sih Ghea kalo Gavin manjanya subhanallah.


Beberapa saat kemudian, Ghea menyudahi acara masak nya karna makanan nya sudah masak. Hanya sekepal nasi putih ditambah semangkuk bakso sapi yang sudah ia masak dengan kaldu instan dan tak lupa tambahan bawang goreng diatasnya. Mudah dan singkat bukan.


Konsepnya tuh basonya udah jadi setengah mateng gitu, tinggal diolah sesuai selera jadi nggak makan banyak waktu.


Emak-emak pasti paham dongg, masa enggak. Bakso kosongan gitu loh.


"Aku mau ke atas dulu, kamu tunggu bentar ya. Abis ini aku siapin makan siang kamu." Ucap Ghea pada Gavin.


"Eum, buruan ya. " Balas Gavin.


"Iya sayang." Ucap Ghea sambil menepuk pelan pipi suaminya.


"Cepetan mom!" Seru Gavin lagi, Ghea yang sedang menaiki anak tangga menganggukkan kepalanya.


Ceklek


"Gathan nungguin mommy lama, sayang?" Tanya Ghea saat baru masuk kedalam kamar putranya. Gathan masih dengan posisi duduk anteng diatas kasur sambil memainkan beberapa robotnya.


"Ndak mommy." Jawab Gathan.


"Sini maem dulu, mommy masakin baso buat Gathan. Pasti Gathan suka." Ucap Ghea kemudian menarik kursi belajar Gathan dan mendekatkannya pada pinggiran ranjang. Gathan pun mendekat dan memilih duduk di pinggiran kasurnya.


"Bismilah dulu ya sebelum makan." Seru Ghea mengingatkan putranya, Gathan mengangguk dengan patuh kemudian setelah itu ia mengucapkan kalimat 'basmalah' sesuai arahan Ghea.


Acara makan pun dimulai. Ghea mulai menyuapi Gathan dengan telaten dan sabar. Suap demi suapan Ghea berikan pada Gathan hingga makanan itu habis tak tersisa.


Ghea juga mengajarkan kepada Gathan agar selalu menghabiskan makanannya saat tengah makan. Edukasi sejak dini itu penting ya mom.


"Yeay udah habis makanannya, anak mommy emang paling pinter pokoknya." Seru Ghea memuji Gathan, Gathan yang dipuji cuma bisa cengar cengir doang. Gimana Nggak habis orang makanannya enak jiakhhh.


"Gini dong senyum, anak mommy kalo senyum tambah ganteng tau nggak." Ucap Ghea ikut senang melihat Gathan kembali tersenyum.


"Athan ganteng kayak daddy ya mommy?" Ucap Gathan.


"Iya sayang, Gathan sama daddy sama-sama ganteng. Kesayangan mommy ganteng semua pokoknya nggak ada yang jelek." Balas Ghea.


"Sekarang Gathan minum dulu ya, mommy mau ke kamar mandi bentar mau pipis. Ntar abis ini mommy temenin bobok, okey." Ucap Ghea.


"Okey mommy." Balas Gathan.


Skip


Ghea dan Gathan sudah berada diatas kasur, dengan posisi seperti biasa yaitu Ghea menjadikan lengannya sebagai bantalan tidur Gathan baru setelah Gathan tidur ia menaruh kepala Gathan diatas bantal.


"Mommy." Panggil Gathan pelan.


"Iya sayang, kenapa hm?" Balas Ghea.


"Athan mau bobok sama adik, mau kiss adik mommy. Boleh?" Tanya Gathan sambil menatap mommy nya. Ghea tersenyum lembut sambil membelai wajah tampan putranya.


"Sini-sini bobok sama adik."


Ghea merubah posisi tidur Gathan dengan menjadikan pahanya sebagai bantalan tidur Gathan agar bocah kecil Itu bisa tidur sambil memeluk adik-adiknya yang masih berada didalam perut Ghea .


"Hai adek, adek lagi ngapain? Kak Athan mau bobok loh, kalian ikut bobok ya diperut mommy, muacchhh." Seru Gathan berbicara dihadapan perut datar Ghea, tak lupa satu kecupan ia daratkan diperut Ghea.


"Sekarang tidur ya." Ucap Ghea, Gathan mengangguk kemudian menenggelamkan wajahnya di perut Ghea. Ghea dengan sabar menggosok-gosokan punggung kecil milik putranya itu. Usapan lembut dari tangan Ghea membuat Gathan cepat terlelap.


"Gimana pun keadaannya nanti, Gathan bakal tetep jadi anak kesayangan mommy. Mommy sayang sama Gathan, love you my boy. Mimpi indah jagoan mommy. " Guman Ghea lirih.


Cup


Usai menemani Gathan tidur, Ghea segera beranjak kembali turun ke bawah. Kini giliran ia mengurusi suaminya.


Gavin masih duduk di meja makan sambil mengotak-atik ponselnya ditemani potongan buah apel dipiring kecil.


Cup


"Maaf lama." Ucap Ghea.


Setelah memberikan kecupan singkat dikening suaminya, Ghea langsung melewati Gavin untuk menaruh mangkuk dan piring kotor ketempat cucian piring.


"Hm it's okey, aku orangnya sabar kok mom." Balas Gavin, pria itu menyimpan ponselnya kedalam saku kemejanya. Kemudian berdiri dan menghampiri Ghea, dan akhirnya nempel lagi.


Yaelah gua sleding juga nih!


"Mau aku bikinin makan siang apa dad?" Tanya Ghea pada suaminya.


"Ada resep baru nggak?" Tanya Gavin


"Resep baru?" Guman Ghea sambil berpikir.


"Seadanya aja mom, masakan kamu semuanya enak kok." Ucap Gavin mendahului.


"Ada sih dad, tapi aku nih lupa namanya apa. Bentar-bentar." Seru Ghea.


"Gado-gado dad." Ucap Ghea.


"Gado-gado?" Beo Gavin mengeryitkan dahinya.


"Iya namanya gado-gado, aku dapet resepnya dari mamah malahan. Kata mamah kamu suka sambel kacang." Ucap Ghea.


"Iya aku suka sambel kacang, tapi kayaknya belum pernah nyoba gado-gado deh mom aku." Balas Gavin.


"Yaudah aku buatin, biar kamu bisa cicipin rasanya, dijamin enak. Apalagi bikinan aku ya kan." Ucap Ghea.


"Serius dibikinin mom?" Seru Gavin.


"Hmm, tapi agak lama kayaknya. Masih tahan kan?" Tanya Ghea.


"Masih masih, aku udah nggak sabar mau makan gado-gado bikinan kamu." Ucap Gavin bersemangat.


"Iya, sabar sayang." Balas Ghea.


"Thank you mom!" Seru Gavin sambil memeluk erat tubuh Ghea dari belakang.


"You're welcome dad." Balas Ghea.


.


.


.


.


.


.


Sek sek kalem lurr, ojo mok terror loh aku.


Flasback nyusul aje ye, masih panjang ini.


Eh iye, btw, anyway, busway nih ya. Usia debay nya Ghea 3 weeks, bukan 4. Kemaren angkanya ke senggol di keyboard Shatt.


Jiakhhhh babay!!!!