My Duda

My Duda
Eps 48



.


.


.


.


"Tapi kan mphhh....


Dengan gerakan halus, Gavin mulai mencium bibir Ghea. Karna Ghea tak banyak berontak, alhasil Gavin langsung memperdalam ciumannya. Pria itu mulai memberi hisapan-hisapan kecil pada bibir mungil Ghea.


"Open your mouth, baby." Titah Gavin, dengan patuh Ghea membuka sedikit mulutnya dan memberi akses Gavin agar menelusuri mulutnya.


Puas mengecap rasa bibir milik Ghea, kini bibir Gavin mulai menyapu permukaan kulit Ghea dibagian leher. Entah apa yang Gavin lakukan, yang pasti sentuhannya membuat Ghea terbuai.


"Eughh.....


Ghea meleguh pelan saat Gavin menghisap bagian lehernya. Sentuhan Gavin mulai memanas, tangannya sudah bersiap menyingkap kaos milik Ghea, namun tiba-tiba dihentikan oleh Ghea.


"Stop yank!" Ucap Ghea dengan nafas tersenggal-senggal.


"Why?" Tanya Gavin sambil mendongakkan kepalanya menatap Ghea, terlihat jelas jika tatapan mata Gavin sudah dipenuhi gairah yang membuncah.


"Disini ada Gathan, plis jangan kita cemari otak kecilnya." Ucap Ghea dengan lembut sambil membelai wajah Gavin.


"Sorry." Balas Gavin dengan lirih, pria itu langsung memeluk tubuh Ghea dan menduselkan kepalanya diceruk leher milik Ghea, mencari kehangatan juga kenyamanan disana. Ghea hanya terdiam sambil mengelus kepala Gavin, hatinya sedikit tersentil karna ternyata Gavin mampu menahannya, kalo yang laen mungkin langsung Gasss.


"Bangun dulu, yank." Ucap Ghea, sedangkan Gavin hanya mendongakkan kepalanya sambil menatap Ghea, tubuhnya enggan bergeser dari posisi itu.


"Mau first night, kan?" Ucap Ghea menjawab tatapan heran Gavin.


"Eumm, kan ada Gathan, emang bisa?" Tanya Gavin tak yakin.


"Bisa." Jawab Ghea, tak diduga Gavin pun langsung menyatukan bibir mereka berdua.


"Ih kamu mah main nyosor, heran aku! Dibilangin bangun dulu." Decak Ghea sambil memukul pelan dada bidang suaminya.


Gavin pun akhirnya bangun dari tempat tidur itu. Ia memperhatikan pergerakan yang dilakukan istrinya.


Setelah Gavin bangun, Ghea juga ikut bangun. Gadis itu langsung mengikat rambutnya dengan asal. Kemudian tatapannya beralih pada sang putra yang tengah tertidur pulas.


"Gathan mau kamu kemanain, yank?" Tanya Gavin dengan bingung saat melihat Ghea tengah menggendong Gathan dengan hati-hati.


"Kamu tunggu bentar, ntar aku balik lagi. " Ucap Ghea, belum sempat Gavin membalas ucapannya tubuh Ghea dan Gathan sudah lenyap dibalik pintu kamar mereka.


Ghea membawa Gathan keluar dari kamar tersebut.


Tak lama Ghea pun kembali ke kamarnya, namun tanpa membawa Gathan. Sambil merentangkan kedua tangannya, Ghea berjalan menghampiri suaminya yang tengah duduk di pinggiran ranjang.


"Gathan kamu bawa kemana?" Tanya Gavin sambil merengkuh perut istrinya.


"Aku titipin sama Uncle nya." Jawab Ghea.


"Satya maksud kamu? Kamu ngomong kan, nggak asal naroh kan?" Tanya Gavin sambil menatap Ghea.


"Aman, kamu tenang aja." Balas Ghea menyakinkan Gavin.


"Besok kalo Satya ngamuk, kamu yang adepin loh aku nggak ikut campur." Ucap Gavin dengan nada candaan.


Kemudian pria itu menarik tubuh Ghea hingga terjatuh diatas pangkuannya. Refleks Ghea pun mengalungkan kedua tangannya di leher Gavin, dan kedua tangan Gavin pun melingkar manis dipinggang Ghea.


"Mana bisa, sama kamu lah." Balas Ghea, ucapannya barusan membuat Gavin terkekeh kecil.


"Iya-iya sama aku, istriku, cintaku, belahan jiwaku, i love you." Ucap Gavin sambil mempererat pelukannya.


"I Love You Too." Balas Ghea.


**Cup


Cup


Cup**


Ghea memberikan kecupan manis bertubi-tubi pada Gavin. Tak mau kalah, Gavin pun melakukan hal yang sama. Pria itu menghujani wajah Ghea dengan kecupan manis darinya.


"Udah-udah berhenti, geli ih." Ucap Ghea yang berusaha berontak dari pelukan Gavin. Bukannya melepas pelukannya, Gavin malah mempererat pelukannya, hal itu membuat tubuh Ghea menggeliat kesana-kemari mencari celah untuk lolos dari Gavin.


Kegiatan Ghea tersebut mengusik ketenangan adik kecil Gavin yang tengah tertidur, yang semula tidur kini sudah terjaga.


Udah hampir lima tahun off, sekarang udah mode on pas sama Ghea.


"Yank?" Panggil Ghea.


"Hmm?" Gavin berdehem sambil memejamkan matanya, dalam hati ia berkata "ini sungguh menyakitkan!"


"Yang aku dudukin apaan sih, kok ganjel gitu rasanya. Perasaan tadi nggak." Ucap Ghea, karna penasaran Ghea bangkit dari pangkuan Gavin dan melihat apa yang ia rasakan. Namun dengan cepat Gavin menahannya, dan kembali memeluk tubuh Ghea, ia tak ingin Ghea melihatnya. Malu lah!


"Hish bukannya dijawab malah peluk-peluk!" Gerutu Ghea. Tak kehabisan ide untuk mengetahui benda apa yang ia duduki itu, tangan Ghea mulai meraba dibagian bawah sana.


"Ini kan? apaan sih nih, keras banget?" Ucap Ghea sambil membelai milik Gavin yang masih terbungkus celana pendek Gavin.


"Sayang kamu nakal banget sih!" Ucap Gavin dengan suara tertahan.


"Aku nakal apaan? orang aku ......


Ghea tak melanjutkan kalimatnya karna mulutnya sudah di kuasai oleh bibir Gavin. Kali Ini Ghea tak banyak berontak atau melawan, gadis itu malah membalas ciuman Gavin.


Gavin senang karna Ghea tak menolak ciuamannya, pria itu lantas memperdalam ciumannya dengan memberikan *******-******* kecil dibibir Ghea.


Cukup lama mereka berdua bertukar saliva, sampai akhirnya ciuman mereka kini terlepas. Keduanya saling menatap dengan keadaan dada yang naik turun karna kehabisan oksigen.


"Ini juga." Balas Ghea sambil menyentuh bibir seksi yang menciumnya tadi. Dan akhirnya keduanya pun menyatukan bibir lagi, kini ciuman mulai memanas karna Gavin terus mengobrak abrik mulut Ghea, tak memberikan celah bagi Ghea untuk membalas.


Saat mulutnya sibuk mengecap rasa bibir milik Ghea, tangan Gavin pun mulai aktif meraba punggung polos Ghea yang tertutup kaos polosnya itu.


"Aku buka, ya?" Ucap Gavin sambil menatap Ghea.


"Up to you, baby. " Balas Ghea dengan senyum manis. Setelah mendapat persetujuan dari Ghea, Gavin pun dengan semangat membuka kaos yang melekat di tubuh Ghea. Kemudian terpampanglah dua gunung kembar milik Ghea yang bergelantung dan menantang.


Tak bisa dipungkiri bentuk tubuh Ghea sungguh bagus bak lobster Ciawi.


#Canda lobster.


"I want them, boleh?" Ucap Gavin.


"Itu milikmu, terserah kamu." Balas Ghea dengan tenang. Toh sama suami sendiri, ngapain malu-malu, orang biasanya malu-maluin kan, hehe.


Gavin mulai menghisap salah satu gunung kembar milik Ghea, caranya menghisap persis seorang bayi yang menyus* pada ibunya.


Tapi kali ini bedanya, bayinya lebih besar. Ghea sedikit merintih kala hisapan Gavin terlalu kencang, padahal ia belum memproduksi asi, tapi kenapa Gavin sampe semangat gitu hisepnya. Dan apa yang Gavin dapat dari kegiatannya itu? Jawabannya hanya Gavin yang tau.


"Sayang pelan-pelan, ngapain buru-buru sih." Ucap Ghea mengingatkan.


"Eum..." Balas Gavin sambil menganggukkan kepalanya.


Ghea hanya bisa menikmati apa yang dilakukan oleh Gavin, yang ada dipikirannya adalah ini baru pemanasan, gimana kalo ke intinya?


"Udah?" Tanya Ghea saat Gavin melepas hisapan pada putin* nya.


"Udah, mau kiss cherry aja." Balas Gavin. Pria itu kembali mencumbu bibir Ghea.


"Aku mau memiliki kamu seutuhnya, boleh aku mengambil hak ku malam ini?" Tanya Gavin sambil menatap Ghea dengan lembut.


"Boleh, silahkan ambil hak mu." Jawab Ghea sembari menampilkan senyum manisnya. Tanpa menurunkan Ghea dari pangkuannya, Gavin mulai menanggalkan pakaian yang melekat di tubuhnya.


Dan malam panjang pun mereka lewati layaknya pasangan pengantin baru pada umumnya.


Dinding kamar dan sprei di kasur disana menjadi saksi bisu kegiatan panas dua anak manusia tersebut. Dengan perkasa Gavin menggagahi (maap rada kasar:) Ghea dalam kungkungannya.


Awalnya Ghea merasakan sakit yang teramat saat Gavin mulai memasuki dirinya. Namun dengan berjalannya waktu dan perlakuan lembut yang Gavin lakukan padanya, Ghea mulai terbiasa saat Gavin memasuki dirinya.


Malam dingin kini berubah menjadi malam yang panas menggairahkan. Bahkan AC pun tak mampu menyejukkan kedua tubuh meraka, peluh terus bercucuran dari pori-pori kulit mereka, karna tubuh kian memanas.


Saling berpacu dan menyatu satu sama lain. Mereka sudah bermain cukup lama, dan Ghea sudah terkulai lemas usai mendapatkan pelepasan beberapa kali. Sedangkan Gavin, pria itu belum mendapatkan pelepasan sekalipun.


"Capek." Lirih Ghea merengek.


"Bentar lagi sayang, aku belum keluar." Balas Gavin sambil menyeka peluh yang keluar dipelipis istrinya.


Setelah mendorong beberapa kali, akhirnya terdengar suara erangan panjang dari keduanya. Gavin sudah mendapatkan pelepasan, tubuh pria itu nampak ambruk menimpa tubuh Ghea.


"Jangan tidur dulu, kita bersih-bersih dulu." Ucap Gavin dengan nafas ngos-ngosan. Ghea hanya mengangguk pasrah sebagai jawaban, tubuhnya benar-benar terasa remuk to the bone


(sampe ke tulang-tulang, hehe:)


Gavin bangkit, kemudian mengangkat tubuh telanjang istrinya dan menggendongnya menuju ke kamar mandi.


Didalam kamar mandi Ghea hanya diam menikmati semua perlakuan suaminya, Gavin benar-benar melayaninya dengan baik.


"Kamu tunggu disini, aku ambilin baju kamu." Ucap Gavin mengingatkan, pria yang hanya mengenakan handuk dipinggang itu kemudian mengambil pakaian ganti yang Ghea simpen didalam tas.


Ghea berpasrah diri menerima semua perlakuan suaminya, dari mandi, ngeringin rambut, sampe ganti baju ,semua dilakukan oleh Gavin. Bukannya nggak ada rasa malu, toh Gavin udah liat semua bahkan ngerasain kan.


"Tidur kan?" Tanya Ghea dengan lemas. Setelah digempur habis oleh Gavin, energinya terkuras habis. Yang ia butuhkan sekarang adalah istirahat.


"Iya sayang, tidur." Jawab Gavin. Gavin membiarkan salah satu lengannya untuk dijadikan bantalan tidur Ghea.


Tak berselang lama Ghea pun terbang ke alam mimpi, deru nafasnya terdengar teratur menandakan wanita itu sudah benar-benar terlelap.


"Mimpi indah baby. Makasih udah izinin aku buat milikin kamu seutuhnya, I Love You. I Love You, sayang." Ucap Gavin kemudian menghadiahi kecupan manis dikening Ghea.


"You're welcome." Jawab Ghea dengan suara sangat kecil, wanita itu menggeliat kecil sambil mencari posisi nyaman dipelukan Gavin.


"Aish gemesin banget kamu, yank." Guman Gavin sambil menatap Ghea. Tak lama kemudian Gavin pun ikut bergabung melayang ke alam mimpi. Keduanya tidur dengan saling berpelukan, dan memberi kehangatan satu sama lain.


Bentar-bentar? ada yang kelupaan!


Astaga Gathan belum di pindahin! Besok pagi Satya bakal kesetanan, pasti deh.


.


.


.


.


.


Dapet referensi MP dari novel" terdahulu, karna saya kan belum berpengalaman~


Moga suka, jangan lupa apresiasinya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Plis lulus yaaaaaaaaaa😢😢😢


Buat Visual Satya, udah ada di part sebelumnya yang tulisannya "VISUAL EUYY!!"


Silahkan lihat ulang ya.