
.
.
.
.
.
Malam hari dirumah bunda~
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun Gathan masih belum memejamkan matanya. Bocah tampan itu duduk manis diatas kasur sambil memperhatikan gerak-gerik kedua orang tuanya.
Mungkin bocah itu trauma kalo dia tidur duluan bakal dipindahin ke kamar Satya kayak kemaren lagi, wkwkwkwk.
Ghea terlihat membereskan beberapa barang-barangnya, sedangkan Gavin sibuk dengan pad miliknya. Sepertinya belum ada tanda-tanda mereka akan tidur.
"Gathan buruan bobok, gih. Udah malem loh sayang. " Ucap Ghea pada Gathan.
"Mau nungguin mommy." Balas Gathan.
"Dad, buruan tidur ih. Ditungguin anaknya tuh." Seru Ghea pada suaminya. Gavin pun meletakkan ipad nya diatas meja, kemudian pria itu berjalan mendekati kasur dan merangkak naik keatas kasur mendekati putranya.
"Gathan nungguin daddy, hm?" Tanya Gavin pada putranya.
"Endak, kan tadi Athan udah bilang mau nungguin mommy bukan daddy." Jawab bocah itu.
"Orang nungguin mommy nya, bukan daddy nya." Gerutu Gavin.
"Udah-udah, ayo tidur. Ini udah malem, bukannya tidur malam pada jadi kancil." Seru Ghea, omelannya sudah mirip emak-emak komplek.
Ghea ikut bergabung naik keatas kasur, menempatkan dirinya disamping sang putra.
"Yank, kamu kok disitu sih." Ucap Gavin sedikit memprotes.
"Udah malem, dad. Buruan tidur deh." Balas Ghea, wanita itu sudah bersiap menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya dan tubuh Gathan.
"Padahal aku pengen peluk kamu loh." Ucap Gavin.
"Daddy peluk Athan aja, mommy juga." Balas Gathan, bocah itu kini sudah berbaring dengan anteng diantara Ghea dan Gavin.
"Hm, yaudah deh peluk anak Daddy aja." Guman Gavin, pria itu lantas memeluk tubuh mungil putranya.
"Jangan kenceng-kenceng dad meluknya, anak kamu nggak bisa nafas tuh." Ucap Ghea memperingati.
"Iya-iya, mom." Jawab Gavin.
Cieee manggilnya mommy daddy, eaaaa!!🤣
Tak selang beberapa lama, Gathan dan Ghea benar-benar tertidur dengan pulasnya.
Dan Gavin, pria itu masih belum memejamkan matanya. Ia mengamati kedua orang yang menjadi prioritasnya saat ini. Kini hidupnya benar-benar lengkap dengan kehadiran Ghea. Wanita itu lah yang menjadikan dirinya lebih hingga saat ini. Walau pertemuan mereka bisa dibilang singkat, tapi hal itu membuahkan hasil yang manis.
"Selamat malam my little family." Guman Gavin, pria itu lantas memberikan kecupan selamat tidur untuk istri dan anaknya.
..._______________________________...
Saat tengah malam tiba, perut Ghea dilanda rasa lapar. Wanita itu lantas bangun dari tempat tidurnya. Didapati sang suami dan anaknya masih tertidur sambil berpelukan, sungguh pemandangan yang menggemaskan.
Dengan perlahan, wanita itu melangkahkan kakinya keluar dari kamar agar tak mengusik suami dan putranya yang tengah tertidur. Tujuannya kini adalah ke dapur untuk mencari makanan.
Lagian aneh-aneh pake acara laper segala sih Ghe! Mana tengah malem pula, ntar kalo ada kolor ijo kaget lagi.🤣🤣🤣
"Makan apa ya enaknya? Mie kali ya, dingin-dingin gini enak." Guman Ghea.
Ghea pun mengambil mie instan di lemari dapur, untung stok nya masih ada jadi bisa Ghea masak.
Bukan cuma direbus doang, Ghea juga menambahkan beberapa bumbu dapur dan topping pada mie instan buatannya agar lebih sedap.
Sambil menunggu mie yang direbus matang, Ghea pun membuka kulkas untuk mencari minuman dingin disana.
Baru saja ia mau mengambil minuman dari dalam kulkas, tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan kehadiran dua tangan kekar yang melingkar di perutnya. Kalian pasti tau siapa pemilik sepasang tangan tersebut, yap itu tangan milik suaminya Ghea sendiri yaitu mas Gavin.
"Ngagetin tau nggak." Seru Ghea.
"Hmm maaf." Guman Gavin.
"Kenapa ikut turun?" Tanya Ghea sambil menutup pintu kulkas tersebut, dan Gavin masih pada posisi yang sama yaitu memeluk tubuh Ghea dari belakang.
"Nyariin kamu nggak ada dikamar, bikin apa sih malem-malem gini?" Tanya Gavin sambil menopang dagu nya di bahu sang istri.
"Bikin mie nih, mendadak laper soalnya." Jawab Ghea sambil mengangkat mie nya dan menuangkannya kedalam mangkuk.
"Iya kalo laper." Jawab Ghea.
"Mau di bikinin minum nggak? Kopi, teh, atau susu anget barang kali, sekalian." Tanya Ghea menawari suaminya.
"Mau ini aja." Jawab Gavin sambil meremas-rem*s payudar* Ghea yang berada dibalik baju Ghea tersebut. Seperti biasa, saat malam hari Ghea akan melepas bra nya saat mau tidur. Jadi saat ini ia hanya memakai baju saja, maka dari itu tangan Gavin leluasa bermain didalam sana.
"Mulai deh aktif banget tangannya." Cibir Ghea berdecak sebal.
Bukannya berhenti, Gavin malah memutar tubuhnya hingga kini ia berhadapan langsung dengan Ghea. Pria itu lantas menelusupkan kepalanya dibalik baju Ghea, saat itu kebetulan Ghea mengenakan baju over size, jadi muat-muat aja kalo mau dipake berdua juga.
"Astaga yank, ini dapur loh ntar ada yang liat." Ucap Ghea sambil menahan suaranya agar tak mendesah, wkwkwkwk.
"Aku kangen mereka, yank." Balas Gavin dengan suara tak jelas, karna mulutnya disumpal oleh salah satu melon jumbo milik Ghea.
"Yank, bentaran ih. Aku mau makan mie dulu." Ucap Ghea pada Gavin yang tak kunjung melepas hisapannya salah satu melon miliknya.
"Nggak mau, mau mimi dulu." Ucap Gavin. Pria itu kemudian mengangkat tubuh Ghea dan mendudukannya diatas meja makan.
"Astaga mie ku pasti bakal dingin." Batin Ghea bersedih.
Lama-lama sentuhan Gavin membuat Ghea gairah Ghea terpancing, tak sengaja wanita itu mengeluarkan suara laknatnya. Ghea malah mendesah, dan menikmati sentuhan Gavin.
"Aaaahhh.... dad."
Eh malah kayak sugar daddy si Gavin wkwkwk.
Gavin pun keluar dari persembunyiannya, pria itu sedikit menyembulkan kepalanya menatap Ghea.
"Hehe, lanjut ya?" Ucap Gavin dengan tawa kecil. Tanpa menjawab Ghea langsung menarik tengkuk Gavin dan ******* bibir sexy suaminya itu.
Bibir keduanya kini bersatu dan saling mengisap, dan lidah mereka saling membelit satu sama lain.
Ghea mengalungkan kedua tangannya di leher Gavin, dan tangan Gavin melingkar manis dipinggang Ghea. Darah Ghea berdesir saat Gavin memberikan banyak tanda kepemilikan di dada dan lehernya. Wanita itu memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan agar suara laknatnya tidak keluar. Sensasinya serrrrrrr hanya Ghea yang tau.
"Jangan pejamkan matamu, ayo buka dan tatap mataku, dan jangan tahan suara sexy mu sayang." Ucap Gavin pada Ghea.
Dahlah pertahanan yang udah Ghea bangun langsung roboh seketika!
"Aaahhhh.....
Satya yang baru saja turun dari kamar dikejutkan dengan pemandangan menguji iman didepannya. Niatnya turun ke dapur ingin ambil minum karna haus, eh ini malah disambut dengan yang panas-panas.
"Bener-bener nih orang, malem-malem bukannya pada tidur sama anak malah pada nganu di dapur,kek nggak ada tempat lain anjir!" Batin Satya.
Sungguh Satya nggak kuat melihat ini, tapi tenggorokan nya sudah terlanjur kering dan minta disiram air.
"UHUKKK UHUKKK!! AUS BANGET YA ALLAH!! NIH HARI MALEM TAPI PANAS BANGET SUMPAH!" Seru Satya dengan suara yang sengaja dikeras-keraskan.
Seketika pasutri baru itu pun langsung melepas diri satu sama lain, dan Ghea pun turun dari meja makan tersebut.
Malu nyampe ubun-ubun sumpah!
"Eh ada lu berdua, ngapain ?" Tanya Satya pura-pura tak tau.
"Bikin mie, ayok yank makan diatas aja." Ucap Ghea kemudian langsung menarik tangan suaminya sambil membawa mangkuk mie nya ditangan satunya.
"Duluan satya." Pamit Gavin. Pria itu langsung mengikuti langkah istrinya menaiki tangga. Keduanya berjalan dengan teegesa-gesa demi menghindari Satya.
Satya menatap kepergian mereka sambil berdecih.
"Kalo kagak ada orang aja langsung gass ditempat, kalo udah kepergok gini sok-sok an pada malu! Kampret lu!" Gerutu Satya.
"Untung nggak jadi kita lanjutin dad, coba kalo sampe kejadian di dapur terus dilihat bang Sat, langsung heboh satu rumah." Gerutu Ghea.
"Maka dari itu besok kita langsung pindah ke rumah aku aja ya, biar nggak ke ulang lagi yang kayak tadi." Ucap Gavin, Ghea mengangguk setuju.
Ghea pun langsung membuka pintu kamarnya, namun...
"Sayang, kok Gathan udah bangun?"
"Bakal perang sama anak lagi ini mah:"( Batin Gavin.
.
.
.
.