My Duda

My Duda
Eps 114



.


.


.


.


.


GUBRAKK


"Eh kadal!" pekik Satya terkejut.


Bukan hanya Satya, tapi semua pimpinan perusahaaan yang tengah melangsungkan acara rapat dengan Gavin mengelus dada karna terkejut tiba-tiba pintu didorong cukup kuat dari luar.


Tiba-tiba datanglah ketiga bocah laki-laki dibalik pintu sana, siapa lagi kalo bukan Gathan dan kedua adik tampannya.


"Daddy!!" seru Gathan.


"Halloo semua." sapa Gathan kepada orang-orang disana. Dengan santainya ia membawa kedua adiknya menuju sang ayah yang duduk diujung meja rapat itu.


Gavin menatap istrinya dengan tanda tanya, sedangkan Ghea hanya meringis melihat tingkah ketiga putranya yang begitu antusias untuk menemui sang ayah.


"Sorry." guman Ghea merasa tak enak hati.


"Its okey, ga papa. Kenapa nggak nunggu diruangan aku aja mom?" bisik Gavin.


"Anak-anak nggak mau dad, maaf ya." balas Ghea.


"Nggak papa sayang." ucap Gavin.


Dan akhirnya rapat tetap berlanjut dengan Gavin yang memangku kedua putranya di pahanya bagian sisi kiri dan kanan, sedangkan Gathan dipangku Ghea yang juga duduk disamping Gavin.


"Maaf atas ketidaknyamanannya, rapat bisa kita lanjut?" seru Gavin.


Semua hadirin menganggukkan kepalanya setuju.


Untunglah kedua bocil kembar itu anteng saat bersama ayahnya, tak rewel atau merengek ini dan itu. Mereka sama-sama sibuk memainkan pulpen yang sebelumnya diberikan oleh Gavin.


"Terus, ini Noah langsung terjun sendiri apa anda sediakan pendamping untuk masalah kantor?" tanya Satya sosok pria paruh baya yang tenyata adalah kakeknya Noah.


"Sebenernya sudah saya siapkan beberapa orang untuk menjadi pendamping Noah saat proses pengenalan dan pemahaman materi permasalahan kantor, tapi semua keputusan saya serahkan kepada cucu saya antara setuju dan tidaknya. Barangkali anda ada calon yang sekiranya bisa membuat cucu saya nyaman, dan bisa membuatnya mengerti dengan mudah, kita hanya perlu yang amanah." balasnya.


"Saya pribadi sih belum ada, soalnya saya juga butuh asisten sama sekertaris, adik ipar barang kali ada usulan?" ucap Satya.


"Gimana kalo anda keluarkan beberapa orang kepercayaan anda, setelah itu biar Noah sendiri yang menentukan." ucap Gavin.


"Kamu setuju No?" tanya Satya menatap putranya.


"Iya." sembari menganggukkan kepalanya.


"Yakin?" tanya Satya lagi.


"Yakin." jawab Noah dengan mantap.


Gathan tak henti-hentinya menyodorkan kedua jempol mungilnya kearah Noah saat anak itu tengah mempresentasikan suatu hal.


__________


"Kak Noah keren banget!!" puji Gathan pada kakak sepupu laki-laki itu.


"Noah udah makan?" tanya Ghea pada sang keponakanan yang tengah asik bermain dengan kedua putra kembarnya.


"Belum tante." jawab Noah.


"Tante bawa makanan banyak, kita makan bareng-bareng ya." ajak Ghea, anak kulkas itu membalasnya dengan menganggukkan kepalanya.


"Kak Noah, itu grandpa nya kak Noah ya?" bisik Gathan bertanya.


"Iya." jawab Noah.


"Hai anak tampan, kau tidak ingin berkenalan dengan kakek hm?"


"Mommy!!!" Gathan malah merapatkan tubuhnya pada tubuh ibunya.


"Kenapa takut hm? itu grandpa nya kak Noah, salim dulu sana." ucap Ghea sambil mengusap lembut kepala putranya.


Tak biasanya Gathan takut kepada orang baru, namun akhirnya ia memberanikan diri untuk menyapa kakek dari Noah itu.


"Assalamualaikum grandpa, ini Athan anaknya mommy sama daddy, kakaknya dek Ghavi sama dek Gheva, adiknya Kak Noah, sama keponakannya Uncle Satya. " lengkap sudah Gathan memperkenalkan dirinya. Tak lupa, bocah itu juga mencium punggung tangan pria paruh baya itu.


"Waalaikumsalam, perkenalkan kakek ini grandpa nya kakak mu Noah." ucap Kakeknya Noah sambil mengusap kepala Gathan.


"Oooo." balas Gathan sambil menganggukkan kepalanya paham.


"Mamm...mamm..


"Mmmo..myyy..


"Iya sayang, yuk makan yuk." seru Ghea.


"Abang, tolong Noah sama Om nya dilayanin ya, Ghea ngurusin anak-anak nih." seru Ghea.


"Yoi, kuy makan." balas Satya.


__________


Ehemm, part selanjutnya mungkin agak ngebut ya kawan.


Di AFTER juga ngebut, mungkin beberapa tahun kemudian.


Tapi bakal dibuat senyambung mungkin kok.


Soalnya aing mau persiapan ujian.


Doain lancar ya.


Tungguin si kembar punya adek ya.


Dadahh