My Duda

My Duda
Eps 46



.


.


.


.


Setelah selesai dengan acara menyambut pengantin yang penuh drama karna ulah Satya tadi, kini para tamu undangan berbondong-bondong mengucapkan selamat kepada Ghea dan Gavin.


Nampak Bagas berjalan menghampiri kedua mempelai dengan ditemani Ara disampingnya. Gadis mungil itu terlihat antusias saat menghadiri acara resepsi pernikahan sahabatnya itu, dengan outfit heboh membuat Ara menjadi pusat perhatian beberapa orang disana.


"Ni bocah mau kondangan apa ikut kontes jadi biduan ya lord." Batin Ghea.


"Ghea selamat ya! Ghea cantik banget malem ini, mas nya juga ganteng loh." Puji Ara kepada Ghea dan Gavin. Gavin hanya menampilkan senyum manisnya sebagai balasan, sedangkan Ghea pasang wajah datar.


Mungkin gadis itu waspada karna Ara tengah memuji ketampanan suaminya.


"Ara nggak nyangka tau nggak, kalo Ghea dapet hot Daddy!" Sambung Ara lagi.


"Yang penting cakep." Guman Ghea.


"Selamat Ghe, sama mas nya juga. Semoga langgeng dan samawa ya." Ucap Bagas sambil menjabat tangan Gavin dan Ghea bergantian.


"Panggil Gavin aja, makasih doanya. Semoga kalian cepet nyusul ke pelaminan." Balas Gavin.


"Iya amin." Balas Bagas dengan wajah merona.


"Hmm makasih kalian berdua udah mau dateng." Ucap Ghea menyuara.


"Sama-sama." Jawab Bagas dan Ara bersamaan.


"Bagas cari maem yuk, Ara laper tadi pas ke sini belum sempet makan, sengaja biar bisa makan sepuasnya." Ajak Ara pada Bagas.


"Bener-bener kejam lu, bela-belain gua undang cuma mau numpang makan!" Ucap Ghea.


"Ya kan emang gitu niatnya dari rumah." Balas Ara apa adanya.


"Udah-udah, kamu mau cari makanan kan? ayo ikut aku, kita cari makan buat kamu." Ucap Bagas.


"Buat sayang juga." Balas Ara.


"Iya aku juga, ayo. Ghe, mas kita pamit dulu, permisi." Ucap Satya. Satya pun menggandeng tangan Ara dan menuntunnya menjauh dari sepasang pengantin baru itu.


"Capek?" Tanya Gavin pada istrinya.


"Hehe sedikit." Balas Ghea sambil menggosok-gosok kakinya, bayangkan saja seumur hidup Ghea nggak pernah pake yang namanya high heels, sekalinya pake kaki langsung nyut-nyutan. Tapi demi totalitas acaranya, Ghea rela melakuakan hal itu.


"Mau makan nggak? aku ambilin?" Tawar Gavin pada Ghea, ia tak tega membiarkan istrinya mengambil makanan sendiri dengan kondisi kakinya yang kesakitan.


"Boleh, asal nggak ngerepotin kamu mah." Balas Ghea, padahal dalam hati 'akhirnya perut gua di isi ulang juga Ya Allah.'


"Ya nggak lah, tunggu ya aku ambilin dulu." Ucap Gavin, pria itu mengecup kening Ghea sebentar kemudian beranjak dari tempat duduknya.


"Yang banyak ya, hehe." Seru Ghea.


"Hahaha iya sayang." Balas Gavin sambil terkekeh.


Masing-masing orang punya cara untuk menunjukan rasa cinta dan perhatiannya kepada pasangan masing-masing, salah satunya Gavin. Pria itu dengan senang hari melayani sang istri. Begitulah cinta~


Sepeninggalan Gavin mengambil makanan untuknya, kini hadir Satya bersama Gathan menghampiri Ghea.


"Anak lu Nyet, rewel ama gua. Lu bawa aja nih." Ucap Satya sambil menyerahkan tubuh Gathan pada Ghea.


"Mommy. " Panggil Gathan sambil merentangkan kedua tangan kecilnya minta digendong.


"Bang, lu pernah gua tampol nggak sih? Gua aja masih ribet, dibilangin kalo udah kelar baru kasih ke gua, heran gua. Lu kalo dimintain tolong nggak bernah becus perasaan!" Gerutu Ghea dengan kesal, namun Ghea tetap mengambil alih tubuh Gathan dan memangkunya.


Bukannya Ghea nggak mau ngajak Gathan, ini tamu masih rame, ntar Gathan malah nggak keurus kalo sama Ghea.


"Elah Nyet, iye-iye maap. Tapi gua nyender dulu lah Nyet, capek Nyet. Anak lu terlalu aktif kesana kemari." Balas Satya, pria itu mendudukan dirinya disamping Ghea.


"Bunda sama yang lain kemana, bang?" Tanya Ghea.


"Noh lagi nongki-nongki ama tamu lu." Jawab Satya sambil menunuk kedua orang tuanya juga kedua mertua Ghea yang tengah mengobrol dengan beberapa tamu undangan


"Udah lu kasih makan belum anak gua?" Tanya Ghea pada Satya.


"Makan apa? Makan siang, atau makan sore?" Tanya Satya.


"Makan malem, dodol!"


"Eh? kayaknya belum Nyet." Cicit Satya dengan suara lirih.


"Lupa, gua ini lupa. Gua sendiri aja belom makan Nyet, otak gua ngelag." Balas Satya.


"Lu kan udah gede, beda ama anak gua yang masih bocil." Seru Ghea. Satya sudah kehabisan kata-kata untuk membalas ucapan adiknya, bagaimana pun itu kesalahannya. Diberi amanat untuk menjaga Gathan, malah lupa ngasih makan.


"Gathan laper kan? Makan sama mommy, ya?" Ucap Ghea pada Gathan.


"Iya mommy." Balas Gathan dengan menganggukkan kepala nya pelan.


Tak lama kemudian Gavin pun kembali dengan membawa makanan juga minumannya.


"Gathan disini juga, udah maem belum?" Tanya Gavin ikut bergabung duduk dengan keluarga kecilnya.


"Belum yang, si abang lupa ngasih makan tau nggak!" Jawab Ghea.


"Jam segini, belum makan? Tapi nggak kenapa-napa kan, nggak sakit perut kan?" Tanya Gavin dengan khawatir.


"Nggak papa yank, Gathan biar makan sekalian bareng aku." Balas Ghea.


"Oh ini nih kalian makan dulu, takutya perut kalian sakit." Ucap Gavin menyerahkan makanan yang tersaji dalam piring tersebut.


"Kamu nggak ikut makan?" Tanya Ghea.


"Aku nanti aja, yang penting kalian berdua makan duluan." Ucap Gavin dengan senyum tulus.


________________________


Akhir acara ditutup dengan sesi foto bersama antara kedua mempelai bersama keluarga, kerabat, teman, rekan kerja dan tamu undangan.


Banyak orang begitu antusias untuk mengabadikan moment bahagia tersebut.


"Bagas!!!!" Panggil Tante Mita. Tante Mita baru sadar kalo putranya kesini bawa gandengan.


"Apa, mah?" Tanya Bagas, disampingnya masih ada Ara yang menggandeng lengannya dengan takut-takut.


"Kamu nih ya, punya pacar nggak ngomong-ngomong! bisa-bisanya gadis secantik ini nggak kamu kenalin ke mamah? Kan bisa mamah pamerin ke temen-temen mamah disini, astaga Bagas!" Omel Tante Mita pada Bagas.


"Hai cantik, ini tante mamah nya Bagas. Kamu pacarannya Bagas kan? Uhhh imut banget sih, tante jadi gemeesss. Kapan-kapan main dong ke rumah tante, ntar tante ajak belanja ke mall. Mau yah, kapan-kapan harus mampir pokoknya! Tante maksa." Cerocos tante Mita tanpa rem.


"Mah."


"Apa kamu! punya pacar nggak bilang-bilang, nggak dikenalin sama Mamah. Mau jadi maling kandang kamu!" Seru Tante Mita sambil menjewer salah satu daun telinga Bagas membuat pria itu meringis kesakitan.


"Tante jangan gitu, kasian Sayang nya Ara kesakitan." Ucap Ara dengan suara khasnya yaitu lemah lembut.


"Aahhhhh Bagas!!! mantu mamah gemes bangettt, bawa pulang yuk." Ucap Tante Mita.


"Jangan aneh-aneh mah, ini mau Bagas santer pulang udah kemaleman. Ntar dimarahin sama maminya kasian." Ucap Bagas.


"Yahhh, yaudah deh hati-hati dijalan ya. Jangan lupa ajak mampir ke rumah mamah!" Seru Tante Mita.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Bund, Ghe ke kamar dulu ya, sekalian mau nidurin Gathan, kasian udah ngantuk banget." Ucap Ghea pada Bunda.


"Loh, sayang kenapa Gathan tidur sama kamu. Biar sama bunda aja, kalo nggak sama mertua kamu, atau sama Satya kan bisa. Sini kasih bunda, biar sama bunda aja." Ucap Bunda Citra.


"Nggak bisa bund kalo nggak sama Ghea, udah janji kan tadi sore. Liat nih masih betah melek anaknya, padahal udah ngantuk banget sampe merah gini matanya." Jelas Ghea sambil mengamati wajah Gathan.


"Tapi kan-


"Nggak papa bund, sama Ghea aja dulu malem ini tidurnya." Balas Ghea lagi.


"Cie nggak jadi enak-enak." Bisik Satya menggoda adik ipar nya.


"Saya masih punya banyak waktu buat ngerasain enak-enak, pas Gathan tidur saya pastiin adik kamu udah ada dibawah kungkungan saya." Balas Gavin.


Gleg


Dahlah Satya jangan macem-macem sama orang yang udah pernah enak-enak, kicep kan!


.


.


.


.


untuk mbak tessa kita lanjut selang- seling setelah Ghea dan Gavin enak-enak ya🤣🤣🤣