My Duda

My Duda
Eps 78



.


.


.


.


.


.


.


Suara adzan subuh berkumandang didalam kegelapan fajar. Langit masih nampak gelap, matahari juga belum menapakkan jati dirinya.


Dalam sebuah kamar, sepasang suami istri masih betah bergelut dengan selimut. Keduanya langsung terlelap aktivitas yang menguras keringat yang mereka lakukan semalam.


Udah nggak usah diinget-inget ntar pengen.


"Sayang." Panggil Ghea dengan pelan, karna nyawanya belum terkumpul sempurna.


"Hmm tidur lagi sayang, ini masih gelap." Guman Gavin lirih. Pria itu kembali menarik tubuh polos istrinya kedalam dekapan hangatnya. Sebenernya Ghea juga ingin belama-lama memeluk suaminya, tapi ia tak mau melupakan tugasnya sebagai seorang umat allah dan juga seorang istri.


"Ayo sholat dulu, ntar keburu waktunya habis yank." Ucap Ghea sambil menepuk pelan wajah bantal Gavin.


Gavin masih tak bergeming, pria itu malah memeluk tubuh Ghea dengan erat sambil mengendus tubuh Ghea.


"Sayang ayo mandi, aku pengen mandi sama kamu." Rengek Ghea dengan suara manja. Seketika Gavin pun melebarkan matanya mendengar kata 'ingin mandi sama kamu'


"Mandi sama aku? tumben?" Guman Gavin terheran.


"Aku pengen nyoba dikamar mandi, kayaknya lebih menantang!" Seru Ghea dengan senyum nakal.


"Astaga kamu makin nakal sih nak didalem perut mommy." Ucap Gavin sambil mengelus perut datar Ghea.


Mau nyalahin Ghea? Oh nggak bisa, yang ada kagak dapet jatah ntar.


" Ayo mass, gendongg." Rengek Ghea dengan kedua tangan yang sudah ia lingkarkan di leher suaminya.


"Manggilnya apa tadi?" Tanya Gavin.


"Mas."


"Sekali lagi coba?" Ucap Gavin menatap binar istrinya.


"M-A-S, Mas Gavin suaminya Gheaaa." Seru Ghea memperjelas ucapannya dengan suara,,,,, ya gitu, ya terdengar seperti rengekan iya, manja iya, desahan juga iya.


Ghea sudah memiliki skill menggoda suami yang handal no kaleng-kaleng.


"Aishhh manis banget sih kalo manggil mas gitu, pengen ku gigit tau nggak." Gemas Gavin kemudian menggigit pelan pipi Ghea yang mulai tembem.


"Udah ah ayo mandi, aku mau mandi sekalian itu dikamar mandi loh yank." Ucap Ghea.


"Yakin mau nyoba dikamar mandi? kuat nungging kamu?" Tanya Gavin menggoda istrinya.


"Ish kuat lah, ayo kita buktiin!" Seru Ghea tak takut.


Cup


Cup


Cup


Gavin mengecup bibir Ghea berkali-kali, hingga membuat wanita itu merengek untuk berhenti.


"Mas ih!" Gerutu Ghea sambil memukul pelan lengan suaminya.


"Ayo kita pemanasan dulu, mumpung Gathan belum bangun." Ucap Gavin, Ghea pun menganggukkan kepalanya dengan antusias. Wanita itu lantas merentangkan kedua tangannya minta digendong oleh Gavin. Gavin tersenyum tipis melihat tingkah manja istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan.


Kenapa Ghea sekarang kek bocil? dimana sifat bar-bar nya?


Yaudah lah ya, berubah jadi lebih baik itu malah bagus. Kurangin bar-bar nya ya Ghea, lu mau punya debay tuh.


********


"Duduk sini." Ucap Gavin pada Ghea sambil menepuk pahanya.


"Nggak mau!" Tolak Ghea sambil menggelengkan kepalanya.


"Astaga bandel banget sih bumil!" Guman Gavin.


"Mau nungging aja, mas." Ucap Ghea merengek.


Kalo rada aneh panggilan 'mas' jangan salahin saya ye, ini udah sesuai permintaan kalian.


"Jangan aneh-aneh, mas nggak mau kalo kamu kenapa-napa." Ucap Gavin.


"Tapi katanya kalo nungging lebih nusuk loh, mas. Ghe pengen nyoba." Ucap Ghea.


"Astaga, yank. Omongan kamu makin ngelantur tau nggak, siapa yang ngajarin kayak gitu?" Seru Gavin sambil memegang kedua bahu mulus milik Ghea.


Dipikir Ghea lagi kesurupan mungkin.


"Nggak ada." Ucap Ghea pelan .


"Ya terus tau begituan dari siapa?" Tanya Gavin.


"Mas kok marahin Ghe? Ghe kan cuma mau nyoba doang, Ghe taunya juga dari internet." Ucap Ghea dengan kedua bola mata berkaca-kaca.


Kalo udah begini nih, Gavin udah nggak bisa, nggak kuat, nggak tahan, apalagi kalo sampe bininya nanges. Ikut nyeri hatinya pak Gavin sumpah, demi alek.


"Mas nggak marahin kamu sayang, takutnya mas sama kamu nggak bisa ngontrol diri ntar kelepasan, kalo kamu sampe kecapekan terus sakit gimana? disini ada adik Gathan yang harus kita jaga." Ucap Gavin menjelaskan dengan lembut.


Makanya jangan ngajak Ngen mulu, Eh? Kan hormon kehamilan ye kan. Jadi disini Ghea juga nggak salah-salah banget, si dedek bayi nih kayaknya pengen dijenguk terus ama daddy nya.


"Maafin Ghea, mas." Guman wanita itu sambil memeluk tubuh Gavin dan menyembunyikan wajahnya diceruk leher pria itu.


Ghea nangis? Yak betul.


Wanita itu terisak dalam dekapan sang suami. Entah lah mungkin hormon kehamilan mempengaruhi mood wanita itu.


"Sekarang maunya gimana, mas turutin?" Ucap Gavin sambil mengelus tubuh Ghea.


"Mau mandi aja, tapi dimandiin mas." Jawab Ghea. Winata itu masih enggan berpaling dari pelukan sang suami, masih betah ngetek.


"Yaudah bangun dulu sayang." Ucap Gavin.


"Nggak mau, mau gini aja." Tolak Ghea, wanita itu bahkan memeluk erat tubuh Gavin.


Dan akhirnya Gavin memandikan Ghea dengan posisi sedemikian rupa. Kalo nggak diturutin Si Ghea nanges lagi, kan riweh.


Dasar Bumil.


...______________________...


"Kamu yakin mau tetep masuk kampus yank?" Tanya Gavin dengan rasa khawatir.


"Iya mas." Jawab Ghea, wanita itu kini tengah menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya.


"Kita nggak jadi periksa adek bayinya?" Tanya Gavin.


"Tunda dulu aja ya mas, nggak papa kan? ntar aku beli test pack aja buat cek sendiri sebelum ke dokter kandungan." Ucap Ghea.


"Em, nggak papa kok. Akhir bulan aja gimana? atau akhir minggu ini?" Tanya Gavin.


"Iya, Ghe nurut aja. Tapi untuk hari ini tunda dulu ya, Ghe ada jam lumayan padet dikantor." Ucap Ghea.


"Iya sayang, kamu jangan sampe kecapean di kampus ya." Ucap Gavin sambil mengusap puncak kepala Ghea. Ghea menganggukkan kepalanya dengan patuh.


Namun ditengah keasikan obrolan anatara Gavin dan Ghea, ada Gathan yang duduk di meja makan dengan muka ditekuk kek uang lecek.


"Anak mommy kenapa, hm?" Tanya Ghea sambil menoel pipi Gathan.


"Athan ndak diajak liat adik?" Tanya bocah itu sedikit sedih.


"Diajak kok sayang, nanti kita liat adik bareng-bareng ya." Jelas Ghea.


"Iya mommy." Balas Gathan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yang belom mampir ke cerita bang Sat buruan mampir ye, ntar malem kalo nggak mager saya bakal up lagi. Jangan ditimbun dulu, kalian nyesel kalo nimbun eps nya, soalnya ceritanya nggak kalah ngakak dari cerita ini.


Buat yang nanya apa judul ceritanya, judulnya "AFTER"


Kalian bisa langsung Chek profil Othor aje, ntar juga nemu.


Ditunggu kehadirannya semua, makasih♡