My Duda

My Duda
Eps 63



.


.


.


.


"Dadahh mommy muacchhh."


Kini Ghea dan Gavin sudah sampai disekolahan Gathan, terlihat bocah itu sangat antusias untuk belajar disekolah bersama teman-temannya.


"Iya boy, dengerin ucapan miss, belajar yang pinter kesayangan mommy." Balas Ghea, tak lupa wanita itu menghujani banyak kecupan manis pada wajah putranya yang tampan itu.


"Yes mommy."


"Pamit sama daddy dulu dong." Ucap Ghea.


"Daddy Athan mau sekolah dulu ya, assalamualaikum daddy." Pamit Gathan tak lupa menyalami tangan Gavin.


"Iya sayang, yang rajin ya belajarnya." Balas Gavin sambil mengusap kepala Gathan.


Kemudian datanglah salah satu guru yang menjemput Gathan untuk dibawa masuk kedalam kelas.


"Permisi mama, kelas belajar sudah mau dimulai. Boleh saya bawa putranya masuk ke dalam?" Ucap seorang guru wanita itu dengan ramah dan sopan.


"Oh iya silahkan, titip anak saya ya miss." Ucap Ghea.


"Itu sudah menjadi tugas kami mengawasi anak-anak disini." Balas guru wanita itu dengan ramah.


"Baik makasih, Gathan buruan masuk gih ntar kamu telat belajar loh." Ucap Ghea pada Gathan.


"Bye mommy daddy." Seru Gathan sambil melambaikan tangannya.


"Permisi tuan nyonya."


Gavin dan Ghea hanya menganggukkan kepalanya, kemudian miss tersebut menggandeng tangan mungil Gathan dan membawanya masuk kedalam kelas.


"Ke kampus kan?" Tanya Gavin.


"Iya." Balas Ghea.


Gavin pun kembali melajukan mobilnya menuju kampus Ghea, ya gini kalo punya istri masih sekolah harus muter-muter dulu, sabar ya bang.


"Yank, kayaknya nanti aku ambil motor dari rumah aja deh." Ucap Ghea.


"Buat apa?" Tanya Gavin sambil mengeryitkan dahinya.


"Ya kasian kamunya musti bolak-balik nganterin Gathan ke sekolah, terus nganterin aku ke kampus baru ke kantor, makan waktu banyak loh." Jelas Ghea.


"Karna itu alesannya?" Balas Gavin, Ghea hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Ya nggak masalah lah buat aku kalo musti bolak-balik nganterin kalian, keselamatan kalian itu tanggung jawab aku. Toh aku telat juga kan nggak ada yang marahin, atau perlu aku cariin mobil sama sopirnya sekalian buat kalian berdua?" Ucap Gavin.


"Nggak ah, aku suka nggak nyaman kalo ada orang asing." tolak Ghea.


"Yaudah berarti aku yang bakal anter jemput kamu, kalo Gathan ntar kan ntar pulangnya dijemput sama sopir mamah. Sorenya pas pulang ke rumah bareng kita." Ucap Gavin.


"Tapi kan kasian kamunya, yank. Aku nggak mau sampe kamu kecapekan kerja, ditambah musti jemput aku dulu pas pulang." Balas Ghea.


"Insya allah nggak papa kok." Balas Gavin sambil menggenggam jemari Ghea.


"Hm yaudah." Pasrah Ghea.


_______________________


"Ntar pulang jam berapa?" Tanya Gavin. Kini mobilnya telah sampai dakampus tempat Ghea menimba ilmu.


"Jam setengah 3 , yank." Jawab Ghea.


"Oke ntar aku jemput, kamu tungguin aku jangan kemana-mana." Balas Gavin.


"Iya, kalo gitu aku masuk dulu, kamu hati-hati ke kantor ya." Ucap Ghea pada Gavin. Sebelum ia keluar dari mobil suaminya, tak lupa Ghea mencium tangan Gavin.


"Kamu juga, belajar yang rajin biar cepet selesai kuliahnya." Balas Gavin kemudian mengecup kening Ghea dan berakhir di bibir Ghea.


"Oke boss." Ucap Ghea.


"Assalamualaikum." Pamit Ghea.


"Waa- Sayang tunggu!" Panggil Gavin.


"Iya ada apa? ada yang kelupaan kah?" Tanya Ghea.


"Ee bukan-bukan tunggu bentar." Ucap Gavin, pria mengeluarkan dompet dari saku jas miliknya kemudian mengambil suatu benda dari dalam dompetnya.


"Ini ambil buat kebutuhan kamu." Ucap Gavin sambil menyerahkan salah satu black card miliknya pada Ghea. Ingat "Salah satu" black card miliknya, berarti Gavin punya lebih dari satu, njirr.


"For me?" Balas Ghea sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Eee... nggak ada gitu card yang biasa aja?" Tanya Ghea sambil menggaruk pelipisnya.


"Punya ku gini semua." Jawab Gavin.


"Ada katanya? punya nya gini semua?" Batin Ghea.


Bener-bener Duren Sawit kaya!


"Yaudah makasih sayang, I Love You muacch, bye!" Ucap Ghea sambil mencomot black card dari tangan Gavin.


"Love You Too." Balas Gavin dengan senyum tipisnya, pria itu terkekeh melihat tingkah absurd istrinya itu. Ghea bener-bener ajaib!


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Siang hari~


"Ghe!!!" Panggil Bagas pada Ghea.


"Iye ape?" Tanya Ghea.


"Ee itu, mamah suruh aku nanya ke kamu. Kado dari mamah udah kamu buka belom sih?" Tanya Bagas sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Belum, emang kenapa?' Tanya Ghea. Gimana mau buka kado orang masih sibuk gini, ye kan.


"Nggak tau juga aku, tapi disuruh mamah make pas Honey moon? Katanya biar feel nya dapet." Jawab Bagas.


"Apaan sih, feel nya dapet apaan? Lu kira lagi akting nangis?" Seru Ghea.


"Nggak tau lah, aku mau nyamperin Ara dulu bye!" Balas Bagas.


"Hadiah apa sih? perlu diunboxing nih" Guman Ghea menatap kepergian Bagas.


_________________


"Anak kesayangan mommy!" Seru Ghea yang langsung menghambur memeluk tubuh kecil Gathan. Seketika rasa letihnya hilang saat ia bertemu dengan anak sambungnya itu.


"Mommy." Balas Gathan.


"Udah maem?" Tanya Ghea.


"Sudah." Jawab Gathan.


"Maafin Ghea ya mah, jadi ngerepotin mamah kayak gini." Ucap Ghea merasa bersalah karna telah menitipkan Gathan pada mertuanya.


"Ih nggak papa sayang, mamah ngerti kan kamu harus kuliah. Mamah sama papah juga seneng kalo ada Gathan disini, jadi rumah rame." Balas Mamah Wina.


"Papah mana mah?" Tanya Gavin.


"Ada didalem, ayo masuk sekalian kita makan bareng." Ajak mamah Wina.


"Kita langsung pulang aja mah, makan disini lain kali aja ya. Kapan-kapan kita main kesini kok." Ucap Gavin sambil melirik Ghea.


"Yaudah nggak papa, ayo masuk dulu pamit sama papah mu kalo kalian mau balik." Ucap Mamah Wina.


Akhirnya Gavin dan Ghea pun singgah sebentar dirumah Mamah Wina.


"Kalian serius nggak mau nginep sini sekalian gitu? ini udah sore loh." Ucap Mamah Wina yang sepertinya sengaja menahan kepergian anak, mantu, dan cucunya tersebut untuk pulang.


"Mah." Gerutu Gavin.


"Iya-iya, yaudah kalian hati-hati dijalan ya, kalo ada apa-apa hubungin mamah sama papah." Ucap Mamah Wina.


"Iya mah."


"Yaudah kita pulang dulu mah, pah." pamit Gavin.


"Duluan mah, pah." Sambung Ghea, tak lupa menyalami tangan kedua orang mertuanya.


"Kalian hati-hati ya." Ucap Mamah Wina, Gavin dan Ghea kompak menganggukkan kepalanya.


"Dadahh kakek, nenek!!" Seru Gathan.


"Dadahh cucu kakek." Balas Papah Harry.


.


.


.


.


.


Alurnya kalem aje ye! Nggak usah buru2 kek dikejar syaiton .


Kira2 hadiah apa yang dikasih oleh Mamah nya Bagas?