
.
.
.
.
.
"Kamu serius mom Sama yang kamu ceritain?" Tanya Gavin tak percaya, bukannya gimana cuma rada shock aja gitu tiba-tiba sosok dari masa lalu datang ke masa depan.
"Buat apa aku bohong dad, aku udah feeling pas kita dirumah sakit, dan ternyata bener aja kan. Kamu juga sebenarnya ngerasain hal yang sama, tapi kamu diem aja anggep itu cuma seklebatan angin doang. Aku nggak mau Gathan sampe pergi kayak tadi, takut kalo dia kenapa-napa dad." Ucap Ghea menjelaskan.
"Itu nggak akan terulang lagi sayang, aku pastiin Gathan aman disekolahan. Apa perlu kita pindahin sekolah Gathan ke tempat lain?" Tanya Gavin.
"Eum aku rasa nggak perlu dad, cukup kamu kasih keamaman yang lebih aja buat Gathan, kan kamu yang punya yayasan itu." Jawab Ghea.
"K-kamu tau?" Tanya Gavin terkejut.
"Iya aku tau, kenapa? kaget! Aku tau semua kebohongan yang kamu sembunyiin dari aku, semua." Tekan Ghea.
"No no aku nggak bohong, tapi nggak jujur aja dari awal." Elak Gavin.
"Sama aja tau nggak!" Seru Ghea sambil memukul dada bidang suaminya itu.
"Beda sayang." bantah Gavin.
"Sama!" Seru Ghea.
Dari pada adu argumen, mending adu bibir ya kan.
Entah sejak kapan bibir Pak Gavin sudah menjelajahi mulut Ghea. Mengobrak-abrik rongga mulut wanita itu tanpa memberikan ruang bagi Ghea untuk memberontak, bahkan membalas pun tak bisa.
Ganas sekali anda.
Gavin melepas pangutannya pada bibir Ghea kala wanita itu mulai kehabisan oksigen, namun bukan selesai dibibir begitu saja. Lagi-lagi Pal Gavin terbakar gairah dan menimbulkan ***** yang membuncah, dan akhirnya tegang lagi. Gavin kembali menyusuri permukaan kulit Ghea di area leher dan dada hingga meninggalkan bekas keunguan disana.
"Eugh....dad ahhh....
Ghea kembali meracau karna Gavin menggerakan yang ada dibawah sana.
Tadi udah dimasukin ye kan.
"Hmm?" Balas Gavin sambil meraup buah pepaya california yang menggelantung manja didada istrinya tersebut.
"Stop ahh!!" Pekik Ghea dengan suara tertahan juga dada yang membusung ke depan, wanita itu merasa sebentar lagi pasti akan ada ledakan dibawah sana.
"Arghhhh.... " erang keduanya setelah mendapat pelepasan yang singkat itu. Dengan tubuh bergetar dan kedua tangan mencengkeram erat bahu Gavin, Ghea menghembuskan napas lega. Gavin kembali menyemburkan ribuan benih unggulnya didalam rahim Ghea.
Sepasang suami istri itu saling menatap dengan tatapan penuh cinta juga deru nafas yang tak beraturan yang terlihat dari kedua dada mereka yang masih naik turun.
"Love You cup." Ucap Gavin .
"Too dad." Balas Ghea kemudian memeluk erat leher suaminya itu.
____________
"Daddy, dibolehin kan?" Tanya Ghea meminta izin dari suaminya.
"Dibolehin apa?" Tanya Gavin sambil memasangkan sebuah dress rumahan pada tubuh Ghea.
"Nemenin kemo." Jawab Ghea.
"Kita liat besok ya, lagian kan itu urusan dia ngapain nyeret-nyeret keluarga kita? Dan inget kamu lagi hamil sayang, jangan sampe kecapekan." Ucap Gavin mengingatkan istrinya dengan metode lembut dan kalem.
"Terus kalo dia mati kalo dia gentayangin daddy gimana? Kan dia udah janji nggak bakal ganggu keluarga kita, paling cuma silahturahmi aja itupun kalo semuanya berjalan lancar. Dia kayaknya udah punya pacar loh dad, dokter yang nagangin dia. Daddy nggak cemburu?" Tanya Ghea.
Wanita merengkuh pinggang Gavin dengan tangannya dan juga kedua kaki yang melilit tubuh Gavin.
"Cemburu?" Tanya Gavin sambil mengangkat tubuh Ghea dan menggendongnya seperti anak koala.
"Hmm, daddy cemburu?" Tanya Ghea.
"Mana ada, siapa juga yang peduli. Lagian udah ada kamu, apalagi udah ada baby nya, jadi buat apa cemburu. Kamu nggak usah terlalu mikir yang negatif, kita tata masa depan kita bareng-bareng jangan hirauin orang dari masa lalu okey." Seru Gavin.
"MOMMY TOK TOK TOK."
Gavin dan Ghea sama-sama mengalihkan pandangannya menuju sumber suara, lebih tepatnya pintu penghubung antara kamarnya dengan kamar sang putra.
" Gathan, dad." Seru Ghea.
"Kamu tunggu sini, biar aku yang bukain pintunya." Ucap Gavin kemudian kembali menurunkan tubuh Ghea diatas kasur dan beranjak membuka pintu itu.
Ceklek
"Daddy, mommy mana?" Tanya Gathan yang berusaha mengintip mommy nya dari tubuh daddy nya yang menghalangi penglihatannya.
Karna tak kunjung memberi jawaban, Gathan langsung saja menerobos daddy nya begitu saja dan berjalan cepat menghampiri Ghea yang tengah bersandar dikepala ranjang sembari membaca sebuah majalah fashion disana.
"Mommy." Rengek Gathan sambil merangkak naik keatas kasur Ghea.
"Kenapa sayang?" Tanya Ghea sambil merentangkan kedua tangan yang tau pasti Gathan akan minta dipeluk.
"Leher Athan digigit nyamukmyh." Adu bocah itu sambil menduselkan kepalanya didada sang mommy.
"Kok bisa, mana yang sakit sini mommy lihat. Masa iya kamar kamu ada nyamuknya sayang." Ucap Ghea. Wanita itu memegang kepala Gathan dengan lembut, kemudian melihat area leher bocah itu.
Benar saja, ternyata ada beberapa bekas merah dan bentol disana.
"Dad, tolong ambilin salep gatel dong dilaci. Leher Gathan sampe merah-merah gini nih, pasti gatel ." Ucap Ghea.
"Masa iya digigit nyamuk sih mom? perasaan dari dulu aman-aman aja." Ucap Gavin sambil menyerahkan salep obat gatal pada istrinya.
"Nah ini buktinya anaknya sendiri yang ngomong."" Balas Ghea.
"Coba sini daddy liat, sayang." Ucap Gavin.
Gathan pun bergerak mendekati Daddy nya kemudian membiarkan Gavin melihat lehernya.
"Tadi Gathan maem apa aja, hm?" Tanya Gavin sambil mengusap wajah putranya.
"Es krim daddy?" Jawab anak itu.
"Es krim? es krim rasa apa?" Tanya Gavin.
"Stroberi kayak biasa dad." Jawab Ghea sambil mengolesi leher Gathan dengan salep tadi.
"Yakin stroberi aja, mom?" Tanya Gavin.
"Iya kok, aku liatnya stroberi tadi." Balas Ghea.
"Athan tadi beli dua, mommyh." Cicit Gathan tanpa berani menatap wajah emaknya.
"Kacang merah ya?" Tanya Gavin.
"Heum???"
Gavin menghembuskan nafas panjang, nanti malam bisa dipastikan Gathan akan susah untuk tidur. Setiap kali anak itu terkena alergi pasti akan bereaksi sangat cepat pada tubuhnya, dengan tubuh bentol-bentol dan juga merah-merah.
"Mommyh." Rengek Gathan mengadu, ia takut jika daddy nya akan memarahinya dan memaksanya minum obat yang menurutnya rasanya tak enak.
"Udah tenang aja sayang, nanti Gathan boboknya sama mommy ya biar bisa tidur. Nanti mommy temenin sampe Gathan sembuh, okey." Sahut Ghea sambil memangku bocah itu.
"Iya mommy." Balas Gathan .
"Tapi nanti minum obat ya." Ucap Ghea.
"Endak mommy, ndak enak." tolak Gathan.
"Enak sayang , nanti mommy yang buatin obat buat Gathan jadi rasanya enak." Ucap Ghea
"Eum." Balas Gathan sambil menganggukkan kepalanya.
"God boy." Ucap Ghea.
________