My Duda

My Duda
Eps 61



.


.


.


.


.


"Sayang?" Panggil Ghea.


"Masuk aja yang, nggak dikunci kok." Balas Gavin dari dalam ruang kerja nya.


Ceklek.


"Bawa apa yang?" Tanya Gavin saat melihat kedatangan Ghea sambil membawa nampan.


"Kopi sama cookies buat nemenin kamu kerja." Jawab Ghea, wanita itu lantas menaruh nampan berisi kopi dan cookies itu di meja kerja suaminya.


Ghea istri teladan kan.


"Makasih istri." Ucap Gavin.


"Sama-sama suami, semangat kerjanya aku keluar dulu." Balas Ghea.


"Wait kamu mau kemana? Temenin aku dong, Gathan udah bobok belum." Tanya Gavin sambil menahan pergelangan tangan Ghea.


"Aku mau balik ke kamar lagi, Gathan belum tidur juga nih, mau aku temenin dulu sambil ngerjain tugas kampus. Kamu kalo udah selesai nyusul aja ke kamar ya." Jelas Ghea.


"Eumm okey, semangat belajarnya!" Balas Gavin, mungkin pria itu lupa kalo istrinya masih kuliah.


"Iya ." Balas Ghea, wanita itu kemudian melangkah keluar dari ruang kerja Gavin sambil membawa nampan kosong ditangannya.


...__________________________...


Pukul 21.30 waktu setempat.


Karna pekerjaannya sudah selesai, Gavin pun keluar dari ruang kerjanya. Seperti biasa seperti hari-hari sebelumnya, setiap ia akan tidur Gavin harus memastikan semua pintu dirumahya dalam keadaan tertutup dan terkunci.


Sebenarnya ia punya seorang sopir pribadi, tapi ia pidahkan ke rumah kedua orang tuanya. Kasian Papa Harry kalo harus nyetir mobil sendiri malem-malem.


Semua pintu dan jendela sudah tertutup semua , kini waktunya ia untuk istirahat.


Ceklek.


"Sayang?" Panggil Gavin saat memasuki kamar miliknya. Ghea yang berada didalam sana mengode Gavin agar tidak berbisik karna dapat mengusik tidur Gathan.


Gavin yang paham pun menganggukkan kepalanya, kemudian melangkah mendekati ranjang miliknya.


"Bobok sini?" Tanya Gavin dengan suara berbisik sambil menunjuk Gathan yang tertidur diatas perut Ghea.


"Iya baru tidur dia, udah biarin aja kasian besok kan sekolah. Kamu juga buruan tidur ini udah malem, besok kesiangan lagi." Ucap Ghea.


Gavin pun menempatkan dirinya disamping Ghea, kini posisi tidur Ghea diapit oleh kedua pria beda generasi itu. Gathan tidur diatas perut Ghea, kalo bapaknya tidur diatas dada emaknya Gathan.


Bisa banget kan ngambil kesempatannya.


"Hati-hati kaki kamu ntar nendang Gathan. " Ucap Ghea memperingati Gavin yang tengah melilitkan kakinya pada kaki Ghea.


"Nggak kok.'' Balas Gavin sambil menduselkan wajahnya disana.


"Sayang." Panggil Gavin pelan.


"Iya kenapa?" Balas Ghea sambil menyugar rambut Gavin menggunakan jemarinya.


"Kamu nggak nggak ada niatan buat nunda kehamilan kan?" Tanya Gavin ragu-ragu. Pikirnya Ghea akan menunda kehamilan karna masih kuliah.


"Ngapain nunda-nunda segala, kalo emang udah dapet jatahnya yaudah kita terima. Kuliah sambil hamil juga nggak masalah kan, toh aku ada kamu yang tanggung jawab. Kalo aku hamil kamu mau kan aku repotin?" Balas Ghea.


"Ya mau lah kan hamil anak aku, kamu juga istri aku. Jadi udah kewajiban aku jagain kalian." Balas Gavin dengan yakin.


"Nah itu tau." Balas Ghea.


"Hmm makasih ya udah hadir diantara aku sama Gathan. Udah sabar ngadepin sikap kita yang 11 12, love you. " guman Gavin.


"Kalo Gathan manja mah wajar, kalo kamu yang manja kan aneh." Balas Ghea dengan nada meledek.


"Mulai deh ngeledek." Gerutu Gavin.


"Sebenarnya Gathan udah lancar kok, tapi ya gitu aku juga nggak tau. Mungkin masih pengen jadi balita." Jawab Gavin.


"Makanya jangan kerja mulu, luangin waktu buat Quality time bareng anak. Bukannya nemenin anak main, malah kamu yang ditemenin Gathan kerja." Ucap Ghea.


"Ya kan aku kerja nyari uang buat Gathan juga sayang." Balas Gavin.


"Nyari uang boleh, tapi jangan lupain tugas kamu sebagai seorang ayah. Kamu nyadar nggak sih, Gathan sampe ngintilin kamu ke kantor buat ngapain, ya buat dapetin perhatian kamu. Itu artinya kamu kurang ngasih perhatian ke Gathan." Ucap Ghea.


"Masa sih gitu?" Guman Gavin.


"Jangan ngeyel deh, tipikal anak itu beda-beda, ada yang cuek dan milih nyari kesenangan sendiri diluar, ada juga yang terang-terangan nunjukin kalo dia butuh diperhatikan. Kita sebagai orang terdekat harus peka." Jelas Ghea.


"I'm sorry, aku mana tau kalo nggak kamu jelasin." Ucap Gavin menyesal.


Jadi selama ini ia sekejam itu pada Gathan? ish ish ish tak patutt.


"Untung ada kamu, kamu ngerubah segalanya jadi lebih baik pokoknya. Aku bersyukur banget bisa dapetin kamu,udah cantik, baik, pinter, istri sholehah lagi, paket lengkap lah." Ucap Gavin jujur.


"Aku juga bersyukur bisa dapetin kamu." Balas Ghea.


"Alasannya?" Tanya Gavin.


"Selain karna Gathan, kamu kan ganteng pless kaya, gimana aku nggak tergoda ya kan." Jawab Ghea sambil terkekeh kecil.


Ghea ternyata matree wkwkwk!!!


"Astaga, jadi kalo aku miskin dan nggak ganteng kamu nggak bakal tergoda sama aku gitu?"


"Nggak gitu konsepnya, aku juga miskin. Mungkin kita bisa mulai bareng-bareng dari nol." Balas Ghea.


Ghea miskin karna belom dapet warisan dari bunda sama ayah wkwk.


"Emang masih ada cewek yang mau bareng-bareng dari nol?" Tanya Gavin.


"Ya ada lah, tapi nih biasanya yang ditemenin dari nol malah nggak sadar diri. Udah ditemenin dari nol, eh giliran udah sukses malah ditinggalin nyari yang baru." Ucap Ghea.


"Tapi aku nggak kayak gitu kok." Balas Gavin.


"Nggak boleh kayak gitu dan jangan sampe kayak gitu, oke." Ucap Ghea.


"I'm promise." Balas Gavin.


"Good boy, ayo tidur udah malem nih." Ucap Ghea sambil membenarkan tidur putranya. Ghea menaruh Gathan disampingnya dan membiarkan lengannya menjadi bantalan tidur sang putra.


"Iya, Gathan nggak dipindahin?"


"Jangan dulu, ntar kayak yang udah-udah malah marahan sama kamu." Jawab Ghea.


"Okey."


Setelah berbincang bincang cukup lama, mereka pun akhirnya mereka memilih untuk tidur. Tidak ada adegan panas dan lain sebagainya karna ada si bocil.


"Good night my baby boy. " Ucap Ghea setelah mengecup kening putranya.


"Aku mana?" Pinta Gavin.


Cup


"Good night baby." Ucap Ghea.


"Thank you. " Balas Gavin.


.


.


.


.


Konflik nggak harus pelakor!! ikutin alur aja ga usah bnyk nuntut.


Untuk bang Sat, disini masih ada satu part. Untuk selanjutnya bakal pisah sendiri.


Maksih♡♡