
Buat lunasin rasa penasaran kalian ya! Kuy langsung gass!!
.
.
.
.
.
.
"Uncle besok kalo Athan libur sekolah, Athan mau jalan-jalan lagi ya sama Uncle. Athan mau main sama kak Noah, sama bundanya kak Noah juga, oke uncle?" Seru Gathan berceloteh.
"Cil bisa diem nggak sih?" Guman Satya pelan.
Satya hanya bisa berdoa dalam hati agar sang bunda tak mendengarkan celotehan ponakannya itu.
"Uncle kenapa?" Tanya Gathan pada Satya. Bener-bener nih bocil ganggu acara doa Satya, bisa-bisa nya lagi khusyuk berdoa malah diganggu! rasanya pengen Satya lempar ke rumah tetangga lama-lama tuh bocah.
"Gathan." Panggil Bunda Citra pada cucunya.
GAWAT!! DADURAT!!!
"Iya oma?" Balas bocah itu.
"Sini duduk sama oma, oma mau tanya sama Gathan." Ucap Bunda Citra. Gathan pun menurut, bocah tampan itu beranjak dari tubuh Satya kemudian menghampiri sang oma. Bunda Citra pun langsung mengangkat tubuh Gathan dan menaruhnya diatas pangkuannya.
"Oma mau tanya apa?" Tanya Gathan, kini bocah itu sudah duduk anteng dipangkuan oma nya.
"Tadi Gathan pergi kemana sama Uncle Satya?" Tanya Bunda Citra.
"Jalan-jalan naik motor oma, habis itu Athan dibeliin cilok sama Uncle Satya, sama pop ice oma." Jawab Gathan, bocah itu terlihat senang saat menceritakan kegiatannya tadi bersama sang paman.
"Oh terus habis itu Gathan sama Uncle kemana?" Tanya Bunda lagi, nenek satu cucu itu semangat mengorek informasi tentang putranya melalui sang cucu.
"Nonton bola dilapangan, oma." Jawab Gathan.
"Terus?"
"Aduh.... Satya kayaknya masuk angin deh bund, kayaknya Satya nggak enak badan. Satya masuk ke kamar duluan ya, mau istirahat." Ucap Satya secara tiba-tiba.
"Stop! tetep duduk ditempat! bunda belum selesai ngomong sama cucu bunda!" Tegas Bunda Citra tak mau dibantah.
"Mampus!! Mampus!!" Batin Satya.
"Lanjutin sayang." Ucap Bunda Citra pada cucunya.
"Terus Athan nonton bola sama Uncle dilapangan, tapi dilapangan ada yang jatuh, oma. Tangannya patah, tapi kakaknya kuat ndak nangis. Terus Uncle Satya tolongin, kakaknya dibawa kerumah sakit sama Uncle Satya." Jelas Gathan mengoceh.
"Wah terus terus." Ucap Bunda Citra.
"Terus tangan kakaknya dikasih.....? Athan ndak tau namanya oma, yang putih-putih itu. Tadi Athan naik om ojek loh oma pas ke rumah sakit, seru sekali sama aunty. Terus habis dari rumah sakit, Uncle ajak Athan, sama kak Noah, sama aunty buat makan nasi goreng, oma." Lanjut Gathan.
"Hmm asik ya!" Guman Bunda.
"Iya asik oma, apalagi pas pulang Athan sama Uncle Satya hujan-hujan sambil naik motor!" Seru Gathan senang.
"Oh iya, Kak Noah sama bundanya kak Noah itu siapa? Gathan kenal nggak?" Tanya Bunda Citra.
Mampus!!
"Eee Athan ndak tahu, oma. Tapi Uncle Satya kenal kok oma." Jawab Gathan.
"Abang, nggak ada yang mau kamu ceritain sama bunda?" Ucap Bunda Citra yang kini beralih bertanya pada putranya.
"Cerita? cerita apa bunda?" Ucap Satya pura-pura tak paham.
Nah kan sok bego!
"Nggak ada bunda, Satya juga nggak kenal. Noah? siapa Noah, Satya ngga kenal kok. Terus bundanya kak Noah, Tessa? Satya juga nggak kenal kok bund, orang asing aja yang Satya tolong." Ucap Satya beralasan.
"Tessa siapa? kan nggak ada yang bilang Tessa disini!" Seru Bunda.
"Eh, masa? tadi Gathan kayaknya bilang, ya kan Cil?" Guman Satya.
"Endak Uncle, Athan ndak tahu nama aunty tadi." Ucap Gathan.
"Udah lah bang, jujur aja sama bunda." Ucap Ayah Juan.
"Ayah, what?!" Pekik Satya.
"Itu tuh calonnya abang bund." Sahut Ghea menyambung.
"Calon? calon istri maksud kamu dek?" Tanya bunda Citra.
"Iyaaa bundaaa, lebih tepatnya lagi pdkt, ye kan bang." balas Ghea.
"Satya kamu godain istri orang? Astagfirullah Satya diluar masih banyak wanita lain, kenapa musti godain istri orang udah punya anak Satya. Kamu jangan jadi perusak rumah tangga orang Satya!! Ya Allah gusti punya dosa apa hamba sampe punya anak nakal kayak Satya ya Allah!!!"
"Bunda- bunda jangan salah paham bund, Satya nggak godain istri orang!" Seru Satya
"Terus kalo nggak istri orang istri siapa, itu udah punya anak Ya Allah Satya!!!!" Seru Bunda Citra.
"Anu bund, itu tuh aduh gimana yak. Gini loh bund, d-ia ini nggak punya suami bund." Jelas Satya terbata-bata.
"Astagfirullahaladzim Satya!!! kamu jangan deket-deket sama wanita nggak bener! Bunda nggak setuju ya kamu deket sama wanita itu, kalo kamu sayang sama bunda jauhin dia!" Seru Bunda dengan suara menggebu-nggebu.
Ditengah percekcokan itu, Ghea segera mengambil alih putranya kemudian membawa Gathan menuju kamar. Kasian kan masih bocil, harus disuguhkan dengan pemandangan nggak baik untuk ditiru anak kecil.
"Bunda kok gitu sih." Ucap Satya lirih.
Sedih ceritanya, wkwkwk.
"Gimana nggak gitu, itu cewek nggak punya suami tapi punya anak! Dari mana bunda tanya?!" Seru Bunda Citra.
"Bunda dengerin dulu ah, jangan gampang kepancing emosi gitu." Ucap Ayah Juan menenangkan emosi istrinya.
"Ayah diem!" Seru Bunda.
"Tessa bukan wanita nggak bener! Dan anaknya bukan anak haram, dan asal bunda tahu Tessa nggak punya suami karna suaminya meninggal. Jadi Satya tolong bunda jangan nuduh Tessa yang enggak-enggak." Seru Satya, ini pertama kalinya bang Sat ngomong rada kasar ke emaknya.
Baru kerja seminggu loh padahal, udah nyungsep di hati bang Sat aja Si Tessa.
Entah seberapa besar dosanya, yang nanggung bang Sat sendiri ya, aku ikut-ikut loh, beneran.
Tak ingin melanjutkan perdebatan itu, Satya lantas beranjak menuju kamarnya dengan teeburu-buru.
BRAKK
"Astagfirullahaladzim." Guman Bunda.
"Ayah tenangin bunda dulu, ntar biar Gavin sama Ghe yang ngomong sama Satya." Ucap Gavin pada kedua mertuanya.
.
.
.
.
.
.
plis Satya jangan dihujat ya, kasian lagi galau:(
Doain ya supaya salah pahamnya kelar:"|
Ikut sedih pas bang Sat sedih, biasanya kan bang sat paling ceria:'(
Jangan ngehujat Si bocil ya, kasian masih kecil ntar kena mental.
Yuk doa bersama!