My Duda

My Duda
Eps 66



.


.


.


Sejenak kita lupakan adegan panas tempo hari yang bikin hareudang para mak emak, mari kita mulai musim baru.


Kini pernikahan Gavin dan Ghea sudah memasuki usia satu bulan. Selama satu bulan ini Ghea benar-benar menjadi wonder woman. Kini Ghea sudah merasakan sensasi ngurusin rumah, ya masak lah, ya bersih-bersih lah, ya cebokin Gathan lah, ya maen kuda-kudaan ama Gavin lah.


Tentu hal itu semua menjadi pengalaman baru untuknya, membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih mandiri, semangat, dan hebat.


Ghea your are strong!!!


Lnjuttt.....


"Sayang." Panggil Gavin. Seperti jurus-jurus para pejantan lainnya, kalo pengen sesuatu pasti harus rayu-rayu dulu.


"Iya apa?" Balas Ghea sambil menolehkan kepalanya sebentar menatap Gavin.


Jadi ini posisinya tuh Ghea lagi masak ye, nah Si Gavin berdiri dibelakangnya Ghea.


Kalo nanya Si bocil kemane, kebetulan ini kan weekend ye, nah Si bocil dijemput ama unclenya, katanya mau beli cilok isi telur komodo. Jadi mereka pergi jalan-jalan, Satya nih emang uncle yang asik ye kan.


"Kamu kenapa, ngomong aja sama aku kalo ada masalah." Ucap Ghea dengan tangan yang masih sibuk membolak-balikkan telur dadar yang ia goreng.


"Bukan masalah gitu." Balas Gavin.


"Terus?" Tanya Ghea, wanita itu telah menyelesaikan acara goreng menggoreng telur dadarnya, kemudian tak lupa iamematikan kompor nya.


"Em aku ada kerjaan-


"Aku tau kalo kamu ada kerjaan, makanya sibuk." Balas Ghea.


"No mom, bukan gitu. Maafin aku kalo aku nggak ada waktu buat kalian. Jadi gini, minggu depan aku ada kerjaan diluar kota, ada laporan korupsi di anak cabang mom, dan harus segera aku selesain." Jelas Gavin panjang lebar.


"Emang nggak ada yang bisa gantiin kamu? Harus banget kamu yang dateng langsung?" Tanya Ghea, Gavin menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Berapa lama emang?" Tanya Ghea.


"Emm paling 5 harian, paling lama seminggu mom." Jawab Gavin.


W perhatiin pas Gavin manggil Ghea "mom", malah kek Gathan kalo lagi manggil Ghea "mom" juga woy😭😭🤣😂


"What!!! Apa lima hari? sampai seminggu? Ngapain aja kamu selama itu diluar kota, kamu mau-


"K-e-r-j-a mom." Potong Gavin terlebih dahulu.


"Tapi itu lama banget tau nggak!" Gerutu Ghea.


"Itu nggak lama kok, cuma bentar doang. Dulu aku pernah pergi lebih lama." Balas Gavin.


"Terus Gathan kamu kemanain?" Tanya Ghea.


"Aku titipin sama mamah." Jawab Gavin.


"Nah kan pantesan Gathan nggak sayang sama kamu, orang kamunya nggak sayang sama anak sendiri!" Seru Ghea.


"Enggak, siapa bilang Gathan nggak sayang sama aku, Gathan sayang sama aku loh mom. Aku juga sayang sama Gathan, masa anak sendiri nggak sayang." Balas Gavin.


"Yaudah kalo mau berangkat berangkat aja sana." Balas Ghea seolah tak peduli.


Sok sok an ngambek nih ceritanya.


''Aku kan minta izin sama kamu dulu, ntar kalo aku tetep berangkat tapi kamu nggak ngasih izin terus aku kenapa-napa disana gimana, mom. Kamu nggak kasian sama aku." Ucap Gavin sambil memasang muka melas.


"Tapi mom nggak ikhlas kayaknya ngasih izinnya." Guman Gavin.


"Aku ikhlas, aku izinin kamu buat pergi kerja, Kamu jaga diri aja disana, hati-hati jaga kesehatan dan yang paling penting komunikasi jangan sampe putus." Ucap Ghea. Gavin langsung menghambur memeluk tubuh Ghea dengan erat, usahanya minta izin ternyata tak sia-sia.


"I'm promise, aku bakal kangen banget sama kamu sama Gathan, mom." Ucap Gavin.


"Hm." Balas Ghea.


"Nasib bener, baru juga nikah sebulan udah ditinggal nyari duit keluar kota aje!" Batin Ghea.


Ditempat lain~


"Om-om anaknya ganteng banget, mau dong jadi mamahnya!"


"Mas-mas aku siap loh jadi ibu dari anak-anak kita kelak."


"Mas anak kita seumuran loh, kebetulan saya juga single parent hehe, tukeran nomer boleh dong."


"Pada nggak waras kali yak!" Gerutu Satya.


"Uncle itu ramai-ramai mau kesini uncle!" Seru Gathan sambil menunjuk kerumunan emak-emak yang berjalan menuju tempatnya duduk bersama dengan sang Uncle.


"Wah nggak bener nih cil, siap-siap Cil!" Seru Satya.


"MASSS IJINKAN AKU JADI MAKMUM MU!!!!"


"CIL KABORR CILL ADA ZOMBIEEEE!!!" Seru Satya.


Tubuh Gathan langsung melayang diudara saat Satya mengangkat nya. Dengan gerakan terburu-buru dan panik, Satya berlari tunggang langgang menghindari kejaran emak-emak tersebut.


"Uncle cepetannn uncleee wussshshhh wusshshhsshhh." Seru Gathan sambil memperagakan dirinya layaknya sebuah pesawat terbang.


Anaknya Ghea emang beda, bisa-bisanya keadaan genting gini malah maen pesawat-pesawatan.


"Uncle situ uncle, situ!" Seru Gathan sambil menunjuk salah satu kedai es krim didalam mall tersebut.


"Nah iya Cil!" Satya langsung membelokkan badannya menuju tempat penjual es krim tersebut.


"Uncle, Athan mau rasa cokelat ya Uncle." Ucap Gathan.


"Hah? ape lu kata. Kita lagi ngumpet Cil." Seru Satya.


"Huaaa hiksss Uncle jahat, Athan mahu rasa cokelat Uncle!!!. Athan mau es krim Uncle!!"


"Etdah nih bocah malah mewek." Guman Satya.


"Mas es krim cokelat semangkuk gede, topping nya yang lengkap, kirim kepojokan sono, saya disitu." Seru Satya.


"Siap mas."


"Terima Kasih Banyak Uncle Satya!!" Seru Gathan dengan riang dan senyum merekah.


"Untung anaknya Ghea lu Cil, kalo kagak udah gua suruh ngamen dipinggir jalan!" Batin Satya.


Astaga Satya tobat yukkk!


"Astagfirullah maapin Satya ya Allah, Satya khilaf!" Sambung Satya.


.


.