My Duda

My Duda
Eps 69



.


.


.


.


.


.


"Sayang maafin aku, aku nggak maksud gimana-mana kok, cuma rada kaget aja dikit. Bukain pintunya dongg yank." Seru Gavin sambil menggedor-gedor pintu kamarnya yang dikunci Ghea dari dalam.


"NGGAK MAU KAMU PERGI AJA SANA, MALEM INI KAMU TIDUR DILUAR! AKU UDAH TERLANJUR MALU TAU!!!" Seru Ghea dari dalam kamar. Kejutan yang ia berikan pada Gavin benar-benar membuat pria itu terkejut.


"Sayang ngapain musti malu, ayo bukain pintunya aku mau masuk." Ucap Gavin.


"ENGGAK MAU, DAD!!"


"Aku dobrak ya?" Seru Gavin dari luar.


"Bodo amat!" Gerutu Ghea, wanita itu tak memperdulikan seruan Gavin yang berada diluar kamar sambil menggedor-gedor pintu kamar. Ghea memilih bersembunyi dalam selimut tebalnya.


"Kamu jangan deket-deket pintu, yank." Seru Gavin.


BRAKKK!!!


"Astagfirullah!" Batin Ghea terkejut.


Gavin benar-benar mendobrak pintu kamarnya hingga pintu itu terbuka.


Padahal kan lu pasti ada kunci cadangan. Ngapain dobrak-dobrak segala Njirr, orang kaya suka ribet emang.


"Ngapain kesini!" Seru Ghea.


"Mau nemuin kamu, mana sini aku mau liat baju yang kamu pake tadi, kayaknya bagus." Ucap Gavin sambil menghampiri istrinya.


"Nggak ada! Nggak ada baju, udah aku bakar!" Seru Ghea tersungut-sungut.


"Jangan marah dong, aku rada kaget aja dikit tadi. Bajunya bagus kok, aku suka." Ucap Gavin, kini pria itu sudah ikut bergabung merebahkan tubuhnya disamping Ghea dan memeluk tubuh Ghea dari belakang.


"Ini kan bajunya?" Tanya Gavin sambil meraba tubuh Ghea.


"Itu cd aku!!" Seru Ghea sambil menggeplak tangan Gavin.


"Eh astaga maaf." Guman Gavin.


"Gathan jadi dibawa Satya kerumah bunda?" Tanya Gavin, pria itu sudah mulai melancarkan aksinya yaitu menyusupkan tangannya dibalik gaun mini milik Ghea.


"Hm." Balas Ghea.


"Sayang madep ke aku dong, masak aku meluk punggung kamu." Ucap Gavin, namun Ghea tetap keras kepala dan tak mau berbalik badan menghadap Gavin. Wanita itu masih setia memunggungi suaminya.


Ntar dapet dosa tau rasa lu Ghe!


"Sayanggg kamu cantik banget loh malem ini." Ucap Gavin berusaha merayu Ghea.


"Jadi maksud kamu malem-malem lain aku jelek gitu!?" Seru Ghea.


"Nggak lah aku nggak bilang gitu, malem ini lebih cantik aja aku rasa. Malem lainnya juga cantik, apalagi kalo liat kamu keringetan sambil jerit-jerit nikmat dibawah kungkungan aku, cantiknya nggak ada obat." Ucap Gavin dengan blak-blakan tanpa filter dan no sensor.


Bisa-bisanya ye kan, jerit-jerit nikmat tu yang kek mana! Saya masih polos plis, wkwkwk.


"Ngawur kamu!" Seru Ghea, padahal sebenarnya ia malu mengakui kebiasaan barunya itu.


"Madep sini dong." Pinta Gavin lagi, akhirnya Ghea luluh dan berbalik badan menghadap Gavin. Dari tatapannya, Gavin udah pengen nelen bulet-bulet tuh pepaya california punya Ghea. Tapi ya tahan dulu lah ya, kalem.


"Apa!" Seru Ghea sambil menatap tajam Gavin.


"Nggak papa, aku cuma mau tidur aja." Jawab Gavin.


"T-terus kenapa musti mepet-mepet kesitu mukanya!" Seru Ghea saat wajah Gavin mendekat pada kedua pepaya california miliknya yang sedikit menyembul keluar.


"Aku mau sambil mimi." Pinta Gavin sambil memasang puppy eyes nya, persis seperti Gathan saat merengek.


Like Father like son!


"Kamu-


"Aku buka ya?'' Ucap Gavin mendahului. Karna udah nggak fokus lagi, Gavin nggak dengerin omongan Ghea. Bapak satu anak ini tetep buka tu baju. Diturunkanlah tali kecil yang ada di pundak Ghea hingga dibawah dada.


Gleg


Pandangan pertama yang ia liat adalah dua buah pepaya california yang bergelantung manja di dada Ghea.


Beuuhhh ukurannya makin gede boy!


"Makin gedean yank, hehe." Ucap Gavin mengomentari buah dada milik Ghea.


"Gimana nggak makin gede, tiap malem kamu pijitin mulu. Libur nya pas kamu keluar kota doang!" Seru Ghea mencibir suaminya.


"Ish kenapa malah ngomongin itu sih!" Gerutu Ghea.


"Oke-oke aku diem, aku mau mimi. " Ucap Gavin.


Layaknya seorang bayi yang sedang menyusu, Gavin mimi punya Ghea dengan anteng tanpa protes.


Begitulah para pejantan, kalo udah dikasih apa maunya baru diem.


Kegiatan nyusu yang dilakukan Gavin tentu membuat Ghea sedikit gelisah. Karna bukan bukan hanya hisapan yang Gavin berikan, pria itu juga memberikan jilatan sensual pada kulit Ghea.


Huhhh edannnn!!


"Udah kan miminya? aku mau tidur." Ucap Ghea, aslinya mah cuma akal-akalan biar Gavin cepet selesai mimi.


"Tidur? kita nggak tidur malem ini ya!" Seru Gavin.


"Lah terus mau ngapain kamu!" Seru Ghea.


"Begadang sampe pagi nggak mau tau, aku kangen loh udah hampir seminggu nggak nyentuh kamu." Ucap Gavin sambil melucuti pakaian yang melekat di tubuhnya.


"Apa? Sampe pagi, yang bener aja! Nggak bisa jalan aku ntar kalo sampe pagi!" Seru Ghea memprotes.


"Nggak nerima tolakan atau bantahan, aku pengen cepet-cepet ada kecebong aku diperut kamu." Ucap Gavin.


Kini tubuh Gavin sudah polos, pria itu sudah memposisikan tubuhnya diatas tubuh Ghea.


"Dad bisa nggak natap akunya jangan gitu." Tanya Ghea saat Gavin menatapnya dengan tatapan penuh arti.


"Kenapa hm?"


"Liar banget, serasa mau diterkam sama serigala tau nggak." Jawab Ghea dag dig dug serrr.


"Iya kamu bakal diterkam serigala, dan serigalanya aku." Balas Gavin sambil menampilkan senyum devilnya.


Dan malam panjang pun dimulai dimana Ghea diterkam oleh serigala, dan itu adalah suaminya.


Tanpa ampun Gavin menyerang Ghea berulang kali hingga membuat wanita itu terkapar lemas. Sesuai ucapannya tadi, Gavin menggempur Ghea hingga menjelang pagi.


...__________________...


Pukul 10 pagi waktu setempat.


Sepasang suami istri masih betah bergelut dengan selimut mereka. Dengan tubuh polos dan keadaan kamar yang tak beraturan, keduanya masih belum terjaga dari tidurnya.


"Eughhh.......


Salah satu dari mereka ada yang mulai terjaga.


"Sayang bangunnn." Panggil Ghea dengan suara serak, gimana nggak serak semalem tereak-tereak.


"Hmm?"


"Buruan bangun aku mau mandi." Ucap Ghea.


"Aku masih capek loh yank . " Balas Gavin dengan malas.


"Harusnya aku yang bilang gituuuu gantengggg!" Seru Ghea gemas.


Gavin terkekeh mendengarkan gerutuan istrinya. Ia berhasil membuat Ghea tak bisa bangkit dari ranjang.


Ghea merasa jika tubuhnya remuk to the bone.


"Dad buruan bangun ini aku udah lengket banget astagaaaa." Omel Ghea saat Gavin tak kunjung bangun.


"Iya-iya mom, astaga sabar dong nggak sabaran banget sih, aku aja sabar loh." Ucap Gavin.


"Kamu itu jadi suami harus LAKIKK jangan klemar-klemer gitu!" Seru Ghea.


"Aku kurang laki gimana sih? yang semalem masih kurang emang? mau nyoba dikamar mandi, atau dimana? bakal aku ladenin yank." Tanya Gavin


Ghea mengDiam:/


.


.


.


.


.


.


.


.


LAKIKKK