My Duda

My Duda
Eps 43



Sebelumnya terima kasih untuk referensi tentang resepsi nya ya semua, hehe.


.


.


.


.


.


"Bunda, Gathan udah bobok nih. Ghea bawa ke kamar ya, sekalian sholat dzuhur abis itu langsung istirahat sekalian, boleh kan?" Tanya Ghea pada bundanya.


Mungkin karna faktor kekenyangan sekaligus capek, Gathan jadi molor di pangkuan Ghea.


"Iya sayang, kamu bawa Gathan bobok gih. Jangan lupa, suaminya diajak, biar disini mamah sama Ayah yang urus." Jawab Bunda Citra. Sedangkan ayah Juan tengah mengobrol dengan kerabat-kerabatnya ditemani Om Putra, juga Papah Harry, dan jangan lupakan si abang laknat, siapa lagi kalo bukan Satya.


"Iya bunda, ayo yank." Ajak Ghea pada Gavin. Gavin pun bangkit dari tempat duduknya, kemudian berkata, "Gavin ikut Ghea dulu, mah, Bunda, tante." Pamit Gavin pada ketiga emak-emak itu.


"Iya nak, jangan lupa istirahat ya." Ucap Bunda Citra.


"Langsung kamu unboxing aja, ganteng. Udah halal loh itu, jangan kasir kendor ya pokoknya, biar langsung punya debay kalian!" Seru Tante Mita (Mamah nya Bagas) tanpa di filter. Gavin yang menerima ucapan tersebut hanya bisa menunduk sambil menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal.


Tantenya Ghea yang satu ini bener-bener!


"Ish udah jangan digodain terus mantau ku jadi malu tuh." Ujar Bunda Citra.


"Nggak papa loh jeng, asalkan jangan sampe nggak bisa jalan. Bisa repot kan ntar malem pas resepsi kalo pengantin wanitanya nggak bisa jalan, hahaha. Biar kita cepet nambah cucu lagi kan, jangan nunda ya pokoknya." Ucap Mamah Wina dengan cekikikan.,


"Astaga mamah." batin Gavin.


"Mertua gua emang luar biasa!" batin Ghea


"Eh iya juga ya? haahaha. Terserah kalian kalo gitu mah, jangan sampe kecapekan ya." Balas Bunda Citra.


"Yank." Panggil Gavin dengan pelan. Rasanya pria itu tidak nyaman berdiam diantara emak-emak yang terus menggodanya.


"Eh? ayo-ayo jangan dengerin mereka." Balas Ghea pelan. Tanpa meninggalkan suara, Ghea langsung menarik tangan Gavin dari kerumunan emak-emak itu.


Disini kita bisa lihat kalo Gavin adalah tipikal pria yang kalem dan shy-shy cat. Kebalikan dengan Ghea, kalo Ghea sih b aja, ga ada urat malu mungkin:)


Mampukah Gavin mengahadapi sikap Ghea yang bar-bar dan amburadul itu nanti? Lihat saja nanti.


Ghea berjalan menuju kamarnya sambil menggendong Gathan, sedangkan Gavin berjalan disampingnya dengan tangan masih menggandeng tangan Ghea.


Ceklek


Ghea membuka pintu salah satu kamar, yang pasti itu pintu kamarnya. Kamar dengan dekor praktis dan minimalis, dengan cat dinding bernuansa abu-abu.



(pict by pinterest.)


"Maap agak berantakan hehe." Ucap Ghea sambil cengengesan. Ghea pun merebahkan tubuh kecil Gathan diatas kasurnya dengan perlahan agar tak menganggu tidur bocah itu.


"Ini beneran kamar kamu? nggak ketuker sama kamar Satya, kan?" Tanya Gavin sambil mengamati keadaan kamar Ghea.


"Kamar aku lah, kamar abang ada disamping kamar ini." Jawab Ghea.


"Rapi kok, tapi biasanya cewek kan sukanya yang colour full." Guman Gavin.


"Ceweknya siapa tuh." Ucap Ghea sok penasaran.


"Cuma insting doang sayanggg." Balas Gavin, kemudian segera mendekati Ghea yang mendudukan tubuhnya di tepi ranjang sambil mengelus wajah teduh Gathan yang tertidur.


"Jangan ngambek dongg, masa baru halal langsung marahan." Ujar Gavin merayu Ghea.


"Nggak ada yang ngambek, plis deh! Kamu mau mandi dulu nggak? biar seger, abis itu kita langsung sholat dzuhur. Ntar bajunya aku pinjemin ke abang." Tanya Ghea pada suaminya. Cieeee suami!


"Eum." Balas Gavin sambil menganggukkan kepalanya.


"Yaudah buruan mandi gih, tuh kamar mandinya disana. Aku ambilin baju ganti kamu dulu ke kamar bang Sat. Kalo kamu udah mandi ntar gantian aku yang mandi, gerah banget sumpah." Ucap Ghea.


"Gimana kalo barengan aja mandinya, hehe." Ajak Gavin sambil tersenyum nakal, mesum, menggoda, jadi satu!


Seketika Ghea langsung memincingkan kedua bola matanya dan menatap tajam Gavin.


"Ngomong apa barusan?" Tanya Ghea sambil menatap Gavin dengan tatapan menghunus.


"N-nggak ngomong apa-apa kok, mau mandi sendiri aja, aku mah nggak usah dimandiin." Jawab Gavin spontan.


"Siapa yang mau mandiin kamu! Jangan mengadi-ngadi!" Gerutu Ghea kesal.


"Kamu kalo marah malah tambah cantik, aku tambah suka, Love youuu. Muacchhh." Setelah ia berhasil mengecup bibir Ghea yang sedari tadi menggoda imannya, Gavin langsung berlari kecil menuju kamar mandi untuk menghindari macan betina yang akan mengamuk.


"Wah bener-bener, nih om-om udah mulai liar." Guman Ghea sambil menatap pintu kamar mandi yang ada dikamarnya itu.


"Nah untung Si bang Sat punya yang masih dibungkus, ya kali suami Ghea pake barang bekas kan." Guman Ghea sambil mengobrak-abrik lemari baju milik Satya.


Dan saat Ghea sibuk mencari pakaian di lemari Satya, ia beruntung karna dapat menemukan pakaian yang masih baru, masih terbungkus rapi, dan bersegel. Bukan cuma pakaian luar, Ghea juga mendapatkan cd yang masih dikemas rapi oleh plastik pabrik produksi nya.


Entah apa motif Satya menyimpan pakaian-pakaian baru tersebut, siapa tau Satya buka bisnis sampingan olshope kan, Maybe🤣🤣🤣


Setelah mendapat pakaian yang sekiranya pas untuk Gavin, Ghea pun kembali ke kamarnya lagi.


"Sayanggg aku udah selesai mandi, handuknya mana?"


"Sayanggg?" Gavin menyembulkan kepalanya keluar pintu kamar mandi. Tak ada siapa-siapa selain Gathan yang tengah tidur pulas di kasur Ghea. Lantas Ghea kemana, pikirnya.


"Kamu udah selesai mandi?" Tanya Ghea yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


"Udah, handuknya mana?" Tanya Gavin. Ghea pun segera mengambil salah satu handuknya kemudian menyerahkannya kepada Gavin.


"Ganti baju didalem atau diluar?" Tanya Ghea.


"Sekalian aja deh." Jawab Gavin.


"Nih bajunya, masih baru belom dipake abang semua." Ucap Ghea sambil menyerahkan baju ganti kepada Gavin.


"Makasih." Balas Gavin, Ghea hanya menganggukkan kepala nya kemudian kembali duduk menemani putra kecilnya yang tertidur dikasurnya.


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Gavin pun segera keluar dari kamar mandi. Karna habis keramas, pria itu berjalan keluar dari kamar mandi sambil menggosok-gosokkan handuk dikepalanya.


"Sini aku bantuin." Ucap Ghea.


Gavin pun menggeser kursi yang terletak di dekat meja itu agar lebih dekat dengan Ghea yang duduk di pinggiran kasur. Kemudian ia menempatkan dirinya duduk di kursi itu tepat didepan Ghea.


Ghea pun mengambil alih handuk dari tangan Gavin, wanita itu mulai menggosok-gosokan handuk itu untuk mengeringkan rambut milik Gavin.


"Sayanggg." panggil Gavin.


"Hmm?"


"Kamu nggak capek?" Tanya Gavin, kini wajahnya sudah nyungsep di belahan dada Ghea.


"Iya capek, makanya buruan aku keringin rambutnya, biar cepet kelar." Balas Ghea, wanita itu sama sekali tidak merasa risih dengan apa yang Gavin lakukan, toh udah halal kan.


"Udah lumayan kering nih, ayok bangun sisiran dulu." Ucap Ghea, dengan patuh Gavin kembali menegakkan kepalanya dan membiarkan Ghea menyisir rambutnya.


"Selesai! Sekarang kamu duduk disini tunggu aku mau mandi dulu, terus sholat, abis itu baru istirahat oke." Ucap Ghea. Gavin mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


Ghea pun segera menyambar pakaian gantinya tak lupa handuk ia bawa, kemudian setelah itu baru meluncur ke kamar mandi.


________________


"Buruan tidur." Ucap Ghea dengan lembut.


"Sama kamu." Rengek Gavin.


Mereka baru saja selesai melakukan ibadah sholat Dzuhur berjamaah. Dan saat ini Ghea masih sibuk mengeringkan rambutnya yang tak sempat ia keringkan tadi. Maka dari itu Ghea menyuruh Gavin untuk tidur terlebih dahulu.


"Ayok." Ghea menarik tangan Gavin dan menuntunnya agar naik ke atas kasur. Saat ini posisi tidur mereka terpisah oleh Gathan yang tidur diantara mereka.


Merasa ada yang kurang pas, Gavin kembali bangkit dari posisi rebahannya. Pria itu turun dari ranjang dan kemudian kembali naik keatas ranjang dan menempatkan dirinya berbaring dibelakang Ghea.


Ghea hanya tersenyum melihat tingkah laku suaminya, sangat menggemaskan bukan!


Pria itu langsung mendekap tubuh Ghea dari belakang, sambil menghirup aroma tubuh Ghea banyak-banyak.


"Good afternoon, sweet dreams mom." Bisik Gavin tepat di telinga Ghea.


"Too, dad." Balas Ghea dengan kekehan kecil.


Mereka berdua sama-sama mengulas senyum sebelum terbang ke alam mimpi bersama.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa koment yang lucu, suka banget sama koment" kalian yang kocak! semangat!