My Duda

My Duda
MD Pt 2 (Gathan)



"Langsung pulang?" Tanya Gathan. Sepertinya putra sulung Bu Ghea dan Pak Gavin ini benar-benar akan mengabulkan permintaan Alea untuk mengantar nya pulang ke rumah.


Apakah pesona Alea kali ini telah memporak porandakan hati mungil Gathan? Apakah ia mulai tertarik meladeni gadis bar-bar itu?


"Mau minta traktir boleh?" Pinta Alea sambil memamerkan puppy eyes nya dihadapan Gathan. Laki-laki menghela nafas sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya menyerah. Alea benar-benar seperti gadis-gadis polos yang masih belum mengenal apa-apa.


Ya hitung-hitung sedekah karena Alea sudah mengubah mood-nya lebih baik hari ini.


"Yeayyy ditraktir!"


Gathan menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis dihadapannya itu, tapi tak bisa dipungkiri jika senyum itu terlihat sangat manis.


"Ehm." Gathan menetralkan kondisi tubuhnya agar tidak terlampau salting dihadapan Alea.


"Yuk!" Seru Alea.


Gadis itu mengajak Gathan untuk pergi ke salah satu toko baju, sebutlah butik. Gathan awalnya juga heran, apakah gadis bar-bar seperti Alea juga mengunjungi tempat dijualnya baju-baju khusus wanita seperti itu.


"Nggak salah tempat kan?" Tanya Gathan tak yakin. Alea menggelengkan kepalanya dengan mantap. "Mana uangnya." Pintanya sambil menengadahkan kedua tangan nya dihadapan Gathan.


Gathan merogoh saku jas nya, ia mengeluarkan dompet dan menarik salah satu kartu kredit kepunyaan nya. Nggak ada black card, Gathan nggak sebaik itu langsung ngasih black card ke cewek bar-bar kayak Alea. Bukannya pelit, ntar kalo Alea khilaf Gathan juga yang tekor.


Jadi mohon dimaklumi antisipasi dari Bang Gathan ini.


"Tunggu disini bentar ya, nggak lama kok." Pesan Alea.


Gathan memilih menunggu sambil duduk membaca majalah fashion di ruang tunggu yang ada disana. Sedangkan Alea langsung mengambil pesanan bajunya di kasir.


Bener-bener sengaja minta dibayarin ini mah.


Tak ada sepuluh menit, bahkan mungkin hanya lima menit saja Alea langsung kembali menghampiri Gathan sambil menenteng paperbag disalah satu tangannya.


"Makasih ya bang traktiran-nya." Ujar Alea sambil menyerahkan kartu kredit milik Gathan kepada sang pemilik.


"Kamu emamg beli apa sih? Sampe niat booking dulu biar saya bayarin." Ujar Gathan.


"RHS. Emang Bang Gathan nggak ikhlas bayarin belanjaan Lea. Ntar deh Lea ganti kalo udah dapet uang jajan dari mami. Tapi nyicil ya." Ucap Alea sedikit merajuk.


"Bukan gitu, saya kan cuma nanya. Kamu baperan banget sekarang, dulu kayaknya kebal sama beginian." Ucap Gathan heran, sangat heran kenapa Alea sekarang sering merajuk.


"Ya gimana ya, harus totalitas soalnya." Jawab Alea asal.


"Hah? gimana?"


"Udah nggak papa, lupain. Ayo Alea mau pulang." Seru Alea yang terlebih dahulu melenggang keluar dari butik meninggalkan Gathan disana.


"Bang Gathan pinjem hp-nya dong." Ucap Alea. Kini keduanya masih berada didalam mobil, tujuan mereka adalah rumah Alea.


"For what?" Tanya Gathan yang masih fokus menyetir mobil.


"Pinjem sebentar doang ih, pelit banget heran." Gerutu Alea kesal.


"Ambil aja, di saku celana kiri." Ujar Gathan yang tak ingin beradu mulut dengan Alea.


Gathan mendesah pelan, tangannya berusaha mengeluarkan ponselnya dari salah satu saku celananya. Setelah dapat, kemudian diserahkan kepada Alea.


"Ini nggak papa kalo Lea bukain?" Tanya Alea.


"Kan kamu yang pinjem, gimana sih. Lagian nggak ada apa-apa nya juga." Jawab Gathan.


"O."


Tangan terampilnya mulai mengotak atik hp canggih itu dengan gerakan lincah. Tak sampai sepuluh menit, ponsel itu kembali diserahkan kepada Gathan.


"Udah." Kata Alea.


"Hm." Balas Gathan.


"Bang Gathan, bang Gathan punya adik cewek ya?" Tanya Alea disela-sela perjalanan mereka menuju kediamannya.


"Iya." Jawab Gathan singkat.


"Umurnya berapa?" Tanya Alea.


"Mungkin nggak jauh-jauh dari kamu." Jawab Gathan.


"Masa sih? Alea itu udah ada ktp, terus tahun depan mau dua puluh tahun." Ucap Gadis itu.


"Ha? Yang bener aja kamu. Umur udah tua masa masih SMA? Kamu sering nggak naik kelas ya? Astaga, makanya anak kecil itu jangan cinta-cintaan. Adek cinta tak selamanya indah adek." Ucap Gathan yang terdengar seperti ejekan dan ledekan yang membuat Alea merengut kesal.


"Siapa bilang Lea nggak naik kelas! Dulu itu papi sama mami sering pindah-pindah negara buat urusan bisnis, Lea sering ketinggalan pelajaran soalnya kurikulumnya juga beda-beda! Enak aja ngatain Lea nggak naik kelas!" Jelas Alea dengan tersungut-sungut emosi.


"Ya santai dong, saya kan nggak tau. Udah berasap aja." Balas Gathan menanggapi penjelasan Alea.


"Bodo!"


"Heran dari tadi ngambek mulu, lagi red day ya?" Tanya Gathan.


"Green day!"


"Udah nggak usah marah. Saya kasih tau, adik saya namanya Glory. Umurnya baru lima belas tahun, dia juga baru masuk kelas sepuluh SMA tahun ini." Jelas Gathan. Tak hanya menceritakan tentang adik perempuannya itu, Gathan juga menceritakan anggota keluarga yang lain. Dan Alea terus mendengarkannya sampai cerita itu selesai dan mereka sampai dirumah Alea.


"Mau mampir?" Tawar Alea, Gathan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Ia harus kembali ke kantor segera.


"Lain kali."


"Oke, hati-hati. Jangan lupa titip salam buat calon adik ipar ya!"


____________


TBC.


Maaap kalo kurang uwuww