
.
.
.
.
.
Kita percepat aja ya bunda biar cepet kelar.
yuhuuu lanjut...
______________
"Ayo buruan bangun, mumpung weekend katanya mau nemenin mommy jalan-jalan. Udah ditungguin adek nih dari tadi." ujar Ghea. Kedua pria kesayangannya itu masih bergelut dengan selimut tebal diatas kasur.
"Nggak ada yang mau nemenin mommy nih? yaudah deh mommy sama tetangga sebelah aja kalo gitu." lanjut Ghea dengan nada merajuk.
"Noooo Nooo Big Noo!"
Mereka tau jika tetangga yang dimaksud Ghea adalah tetangga baru alias baru pindahan beberapa bulan lalu. Bukannya apa, masalahnya tetangga baru mereka itu cowo masih lajang dan lumayan tampan, jadi......ya begitulah yang dikhawatirkan oleh Pak Gavin.
Maklum parno ama usia.
"Mommy nanti beli mi di taman yaa?" pinta Gathan menyerahkan persyaratannya.
"Iya ntar beli mi, baso, cilok, terserah Gathan deh. Semuanya mommy turutin." Balas Ghea.
"Daddy ayo mandi." ajak Gathan pada Daddy nya. Sedangkan Gavin masih diam dengan muka bantal dan rambutnya yang acak-acakan tak beraturan.
Duh makin cakep.
"Daddy buruan, Athan mau pup." seru Gathan kembali.
"Duluan boy, ntar daddy nyusul okey." Gathan pun mengangguk kemudian segera lari dengan terbirit-birit menuju kamar mandi.
Sebenarnya kalo malem Gathan tidurnya sendiri, tapi kalo subuh biasanya suka pindah ke kamar emak bapaknya.
Yaudah lah ya yang penting jatah aman.
Gavin yang masih menyesuaikan sinar matahari yang masuk kedalam matanya, kemudian ia pun menarik tubuh aduhay milik Ghea keatas pangkuannya.
Oh iya sampe lupa, kandungan Ghea udah memasuki bulan ke 5 ya bunda, jadi bentuk tubuhnya tambah aduhay lah.
Makin tembem kalo kata pak Gavin.
Eits pipi nya loh ya!
"Ada yang sakit hm?" Tanya Gavin sambil mengusap perut Ghea yang sudah membuncit.
Ghea menganggukkan kepalanya kemudian menggelengkan dan terakhir bumil itu menganggukkan kepalanya lagi, hal itu membuat Gavin terkekeh kecil melihat tingkah istrinya yang lucu menurutnya.
"Rada sakit pinggang aku dad. " Ucap Ghea kemudian menghela nafas panjang.
"Jangan cape-cape sayang, kita dirumah aja ya? atau kalo nggak kerumah mamah aja panen buah dibelakang rumah. " Ucap Gavin sambil memijat pelan bagian pinggang Ghea.
"Oh iya aku sampe lupa, tadi malem mamah kasih liat foto buah sawo, gede banget tau dad. Ukurannya mau kaya buah cokelat, gede kan segitu." ucap Ghea.
"Hm yaudah ntar kita kesana aja." Balas Gavin.
"Tapi mau jalan-jalan di taman dulu." rengek Ghea.
"Iya ntar kita mampir." ujar Gavin.
"Dad. " panggil Ghea.
"Hm?" balas Gavin.
"Aku agak gendutan nggak sih?'' Tanya Ghea.
Ya walaupun gendut juga pak Gavin nggak peduli, namanya juga udah terkena virus bucinable, toh itu juga kecebongnya Pak Gavin kan.
"Sama aja, sama-sama cantik." Balas Gavin.
"Ditanya apa jawabnya apa, udah ah mau mandiin Gathan aja aku." Gerutu Ghea dengan bibir mencebik kesal, niatnya ingin beranjak dari pangkuan Gavin, namun Pak Gavin buru-buru memeluk pinggang Ghea dengan erat.
"Bumil sensitif banget hm." ucap Gavin.
"Liat tuh badan aku bantet semua loh, udah kaya ikan buntal tau nggak." Ujar Ghea merengut sambil memperhatikan bentuk tubuhnya didalam pantulan cermin.
"Mana ada, gini malah tambah cantik tau nggak, tambah empuk, tambah sexy yang pasti." jawab pak Gavin dengan tangan yang mulai aktif kemana-mana.
"Sayang, kamu sekarang udah nggak mual lagi kan kalo deket aku?" Tanya Gavin was-was. Ia ingat betul selama seminggu terakhir ini Ghea selalu jaga jarak dengannya dengan alasan selalu mual jika berdekatan dengan dirinya.
Minimal 1 meter.
Yaelah.
"Enggak, buktinya aku udah bisa peluk kamu." jawab Ghea, Gavin pun menganggukkan kepalanya paham.
Hadeuh kalian itu kenapa bisa se-uwuuw itu sih? saya iri nih.
Ya gimana ya, namanya juga udah sosial distancing seminggu dan nggak ada silaturahmi bibir maupun anu, ya gitu pak Gavin pengen sun dulu kali ah.
Baru saja Gavin hendak mencium bibir Ghea, rencananya itu keburu digagalkan oleh putra kecilnya sendiri.
"Daddy ngapain mau kiss mommy!" pekik Gathan dengan suara lantang, jangan lupakan tubuh bagian bawah bocah tampan itu nampak bugil karna tidak memakai celana.
Sepertinya Gathan hobi nggak pakai celana.
"Sabar."
Gavin pun menurunkan tubuh Ghea dari pangkuannya dengan perlahan.
"Celana nya kemana lagi? Udah cebok belum?"
"Udah." ketus Gathan, bocah itu mendekati mommy dan daddy nya kemudian merangkak naik keatas kasur tanpa mengenakan celana.
"Mommy mau kiss." ucap Gathan dengan manja, kedua tangannya direntangkan didepan Ghea berharap wanita itu mau memberikan apa yang ia minta.
"Sini, Gathan aja yang kiss mommy." ucap Ghea. Wanita itu sedikit menundukkan kepalanya agar wajahnya mampu dijangkau oleh Gathan. Dengan antusias Gathan pun mengecupi seluruh wajah Ghea, bahkan hingga membuat bumil itu terkekeh geli dengan perlakuan putranya yang menggemaskan.
Namun juga terselip rasa syukur dibenaknya, karna Gathan sangat menyayanginya begitu pula sebaliknya.
Lengkap sudah kebahagiaannya.
"Mau kiss adik juga." seru Gathan meminta persetujuan dari Ghea. Ghea pun menganggukkan kepalanya dan membiarkan Gathan mengoceh dengan adiknya yang masih berada didalam perut mommynya itu.
"Morning adik, adik udah bangun? Ini kak Athan, kalian lagi apa diperut mommy? Jangan nakal ya didalem sana, nanti mommy sakit, ntar kak Athan marah loh sama kalian. Kak Athan mau mandi dulu ya, nanti kita jalan-jalan ke taman sama-sama. Cepet keluar ya, Kakak sayang kalian muacchhh. " Gathan mengoceh panjang lebar kemudian mengakhiri pidatonya dengan mengecup perut buncit Ghea yang masih dibalut dress rumahan itu.
"Udah." ucap Gathan.
Namun tak sampai situ, namanya juga kelakuan bocil yang ingin serba tau. Gathan masih menempelkan kepalanya diperut Ghea dan juga kedua tangan kecilnya yang memegang permukaan perut Ghea.
Dughh
"Awww...."
Gathan tersentak kaget saat merasakan ada tendangan dari dalam perut mommy nya.
"Mommyh?" Guman Gathan cemas.
"Nggak papa sayang, itu adiknya seneng diajak ngobrol sama Gathan." ucap Ghea sambil mengusap lembut kepala putranya.
"Daddy, adiknya nendang-nendang didalem perut mommy ." Ucap Gathan.
"Really?" Gathan mengangguk dengan mantap.
"Daddy mau pegang boleh?"
"Boleh daddy." balas Gathan.
Gavin pun meletakkan tangannya diatas permukaan perut Ghea, dengan perlahan jemarinya mengusap lembut perut Ghea.
Masih belum ada reaksi, namun sesaat kemudian ia merasakan ada suatu dorongan dari dalam perut Ghea.
Dughh
"Auwhh...
"Oh god, mom baby nya?" pekik Gavin senang, Ia menatap tak percaya kejadian yang baru saja terjadi itu.
Benar-benar nyata!
"Mom, sakit?" tanya Gavin khawatir, Ghea menggelengkan kepalanya pelan seraya mengulas senyum tipis.
Cup
"You're a great woman."
_______________
Babay