My Duda

My Duda
Eps 97



.


.


.


.


.


"Widih rame bener ni, perabotan lu ngapain diangkut kesini? Jangan bilang mau pindahan ke rumah bunda ya, itu apa lagi pake bawa sepeda bocil segala, mau tamasya disini kalian?" celetuk Satya.


Pria yang mengenakan pakaian santai ala rumahan itu menatap heran keluarga kecil adiknya. Terlihat Gavin tengah sibuk menurunkan barang-barang milik istrinya dan putranya. Tak lupa Gavin membawa sepeda baru milik Gathan, sesuai keinginan bocah itu yang minta belajar sepeda dirumah oma nya.


"Bukannya dibantuin malah ngoceh aja sih bang." omel Bunda Citra yang nampak menghampiri keluarga putrinya.


"Duh cantik makin gede ya perutnya, bunda nggak sabar nih nunggu brojolnya." seru Bunda Citra senang dan antusias mengelus perut Ghea yang membuncit.


"Iya dong bund." balas Ghea seraya melemparkan senyum manis pada bundanya.


"Assalamualaikum, bunda." Gavin mengulurkan tangannya untuk menyalami ibu mertuanya itu.


"Waalaikumsalam mantu bunda yang ganteng, duhh calon papa lagi nih." Bunda nampak senang memuji mantunya itu, sedangkan Bang Sat hanya bisa menggerutu pelan karna memuji adik iparnya itu.


"Ayah kemana bun?" Tanya Gavin yang tak mendapati keberadaan ayah mertuanya diluar.


"Ngisi bibit ikan mujaer di kolam belakang." jawab Bunda Citra pada mantunya, Gavin pun menganggukkan kepalanya paham.


"Ini Si Ganteng kenapa diem aja hemm, nggak kangen sama Oma ya?" ujar Bunda Citra sambil menoel pipi gembul milik Gathan. Karan sedari tadi bocah tampan itu hanya diam sambil menggandeng tangan mommy nya, biasanya kan langsung kangen kangenan sama Uncle Satya.


"Kehabisan mie di taman dia bund, makanya sedih." ujar Ghea mewakili perasaan putranya.


Hm Gathan seleranya agak geser ya sekarang, tapi cilok harus dihati pokoknya!


"Duh duh kehabisan mie toh, yuk sini yuk sama Oma. Bilang sama Oma, Gathan mau makan mie apa?" Ucap Bunda Citra.


"Mau bola-bola mi yang ada baso nya oma." ucap Gathan dengan sungkan-sungkan. Tapi ya gimana, lidahnya lagi pengen makan tu jajanan.


"Nanti oma bikinin banyak ya buat Gathan, sekarang jangan sedih lagi oke." ucap Bunda Citra sambil mengusap kepala anak itu.


"Makasih oma." Seru Gathan senang, namun yang dipeluk bukan oma nya tapi perut mommy nya.


"Makasihnya ke oma, peluknya ke oma juga dong sayang." ucap Ghea.


"Makasih omaa. " Ujar Gathan sambil memeluk tubuh neneknya itu.


"Sama-sama cucu oma." balas Bunda Citra.


"Bang bantuin adikmu ngangkut barangnya ke dalam sana, bunda sama Ghea mau kedalem dulu." ucap Banda pada Satya.


"Nggeh ndoro kanjeng bunda."


Bunda pun masuk kedalam rumah bersama dengan Ghea dan Gathan, meninggalkan putra dan mantunya diluar yang tengah sibuk mengangkuti barang-barang bawaan Ghea.


"Ini bawa barang segini banyak emang mau nginep, atau sekalian ngungsi?" Tanya Satya.


Jangan sakit hati ya bang Gavin, Bang Sat congornya emang suka nggak diamplas kalo ngomong, jadi jangan dimasukin hati.


"Niatnya mau malem mingguan disini, itupun kalo Ghea nggak berubah pikiran." jawab Gavin.


"Buset mau malem mingguan aja bawa barang sampe segunung gini, gimana kalo tinggal selamanya?" Guman Satya.


_


Kini keluarga kecil itu tengah menikmati hidangan berkuah diruang tengah sambil menikmati rintik hujan yang turun membasahi dedaunan yang nampak dari kaca transparan yang dipasang disalah satu sisi rumah Orang tua Ghea.


Ujan-ujan makan yang berkuah emang sedap.


"Kerjaan lancar Vin?" Tanya Ayah Juan memulai obrolan.


"Alhamdulillah, lancar yah." jawab Gavin.


"Oh alhamdulilah kalo gitu, lancar terus ya kerjaan kamu ." balas Ayah Juan.


"Amin yah, eum ayah sibuk apa sekarang kan kantor udah diambil alih Satya kan." ucap Gavin.


"Iya nih, lagi mau coba ternak ikan-ikan dibelakang, mumpung ada lahan kosong ayah buat kolam aja. Yah itung-itung biar nggak gabut-gabut banget ayah ini." balas Ayah Juan.


"Keren dong yah, siapa tau ntar harga ikan pada naik kan." ucap Gavin memberi support pada mertuanya itu.


"Mending pelihara ikan ****** aja yah, gampang harga jual tinggi pula, dan yang pasti pakan nya dikit doang." celetuk Satya ikut nimbrung.


Biasanya kalo Bang sat udah ikut gabung ngerumpi, endingnya bakal kacau.


"Gampang dari mana, dulu aja ayah punya ikan ****** dititipin sama kamu malah pada ngambang diatas aer. Mati semua!" Cibir Ayah.


"Sebenernya udah Satya jaga sepenuh hati yah, tapi aernya malah diobok-obok sama Si Ghe." elak Satya beralibi.


"Mana ada, jangan fitnah ya!" protes bumil itu tak terima, wanita itu mendengus kesal sambil meniup-niup kuah sup milik putranya.


"Mommy masih panas." keluh Gathan dengan mulut komat kamit karna hawa panas menyeruak dalam mulut mungilnya itu.


"Dikeluarin lagi sini." Ghea menyuruh Gathan untuk mengeluarkan potongan daging panas itu di telapak tangan nya. Gathan pun megeluarkan daging tersebut diatas telapak tangan Ghea, sesuai perintah mommy nya.


"Minum dulu sayang." Ucap Ghea sambil menyodorkan segelas air putih pada putranya, Gathan pun menerimanya dan meminumnya dengan perlahan.


Interaksi tersebut disaksikan oleh anggota keluarga lainnya, dapat mereka liat dengan jelas bahwa Ghea sangat menyayangi putranya itu.


"Aaaaa adekkkk, bunda terharu loh." seru Bunda Citra sambil mengusap sudut matanya yang mengeluarkan setitik air mata.


"Kenapa bund?" Tanya Ghea.


"Nggak papa sayang, kamu anak bunda yang paling cantik, pinter, Sholehah, baik, paket lengkap pokoknya! Kebanggaan bunda deh!" Seru Bunda Citra, kemudian langsung merengkuh tubuh putrinya kedalam dekapannya.


Bunda sangat bahagia!


"Uncle nanti ajarin Athan main sepeda ya?" pinta Gathan begitu lembut dan halus pada Satya.


"Sepeda?" Guman Satya mengeryitkan dahinya.


"Yes Uncle, sepeda. Athan dibeliin sepeda baru sama daddy." jawab bocah itu senang.


"Si bocil belom bisa naek sepeda? Watt!!! Demi alekk??? Ya ampun Cil, selama ini anda kemana saja sampe naek sepeda pun tak bisa? Duh duh, ajarin nggak ya?" Goda Satya. Gathan hanya memperhatikan ocehan Satya dengan muka ditekuk sebal.


"Sama opa aja nanti latihan sepedanya, tapi kalo ujan nya reda. Kalo sama Uncle mu cuma dapet kesel doang." Ujar Ayah Juan.


"Yes opaa." Balas Gathan.


_


"Itu apa Vid?" tanya Viona.


"Ini kamu dapet surat dari Ghea sama putranya, disini dia kasih tau alesan mereka nggak bisa kesini jenguk kamu."


Masih ingat mereka berdua? David dan Viona? David adalah dokter yang menangani Viona, Viona adalah mantanya bapak Gavin.


"Mana aku mau lihat."


"Nih."


lagi baca suratnya~


"Hm Ghea lagi hamil ya, padahal aku pengen banget ketemu mereka. Bodohnya aku dulu malah minta mereka buat nemuin aku yang penyakitan, semoga mereka nggak kenapa-napa setelah ketemu sama aku dulu." guman Viona.


"Its oke, mereka bilang meraka baik-baik aja. Ghea titip salam ke kamu supaya cepet sembuh dan mungkin kalian nanti bisa meet. Jadi semangat buat sembuh ya!"


"Ghea bilang gitu?"


"Iya, bahkan Gathan juga bikin ucapan buat kamu."


^^^'Get well soon aunty' ^^^


^^^~Athan ganteng:)^^^


"Are you okey?" Tanya dr. David.


"I'm okey."


"I know, penyesalan bakal dateng diakhir." ucap David.


"Andai-


"Nggak usah berharap waktu bisa diputar, semua udah berakhir, sekarang kalian punya kehidupan dan prioritas masing-masing. Fokus sama kesehatan kamu Viona, bentar lagi kamu sembuh."


"Iya Vid, makasih masukannya."


_


Tringgg Tringgg


"Sayang hp kamu bunyi." Teriak Ghea memanggil Gavin yang tengah berada didalam kamar mandi.


"Kalo telpon angkat aja yank, bilang lagi mandi." seru Gavin.


"SMS loh yank." balas Ghea.


"Yaudah buka aja!" Seru Gavin lagi.


"Aku buka yaaa!"


Ghea pun membuka aplikasi Chat suaminya yang tadi terlihat ada nontip dari aplikasi itu.


+62...............


Permisi pak, maaf ganggu.


Pak saya hamil


Deg


_______


babay