
"K-kamu tadi kesini sama siapa, Glo?" Tanya Gathan sedikit gugup dengan kehadiran adik terakhirnya, Glory.
"Sama mommy, tapi mommy masih dibawah pesen makanan." Jawab Gadis itu. Glory mendudukan tubuhnya di sofa yang ada disana. Pandangannya matanya tak sengaja menangkap bayangan tas ransel hitam gambar tengkorak yang tergeletak dimeja. Bukan, itu bukan lagi bayangan tapi benar-benar benda nyata didepan mata.
"Ini tas siapa, kak?" Tanya Glory penasaran sambil menunjuk tas hitam motif tengkorak itu.
Sial, Gathan lupa membuang tas gadis bar-bar tadi. Ia bingung sendiri memberikan alasan logis untuk adiknya.
"Em, itu punya temen kakak ketinggalan." Jawab Gathan asal.
"Oh."
Gathan menghela nafas lega, untung saja Glory tidak curiga dan bertanya lebih tentang tas itu. Glory menyibukkan diri dengan bermain ponsel pintarnya.
Gadis SMA itu datang ke kantor kakaknya bersama sang mommy.
Sedangkan Alea, sejak suara pintu tadi dibuka, tubuh gadis itu langsung ditarik Gathan ke kolong meja nya. Alhasil Alea kini harus bersembunyi ditempat sempit itu. Gadis itu mendengus kesal karena wajahnya berhadapan langsung dengan selangka*an Gathan. Ide jahil kembali terlintas di benak nya, ditekan-tekanlah paha Gathan dengan jemari telunjuknya. Alea menutup mulutnya menahan tawa melihat ekspresi Gathan yang sepertinya menahan kesal.
"Bocah nakal!" guman Gathan sambil melirik ke bawah. Alea malah menjulurkan lidahnya meledek Gathan.
Gathan mengeram kesal karena kakinya dipeluk oleh Alea, didoronglah kepala gadis itu agar menjauh dari kakinya. Bukannya menjauh, Alea malah mengusakkan wajahnya pada kaki Gathan seperti anakan kucing kepada majikannya.
"Gathan."
"Mom." Gathan bangkit dari tempat duduknya, kemudian menghampiri mommy nya.
"Kamu belum makan kan? Lunch bareng yuk." Ajak Ghea.
"Iya, Gathan belum makan siang, pas banget dibawain makanan sama mommy." Jawab Gathan. Ia ikut bergabung duduk dengan adik dan mommy nya.
Sedangkan Alea yang berada ditempat persembunyiannya mendengus kesal karena Gathan telah berbohong kepadanya. Tadi Gathan berkata jika ia sudah makan siang dan menolak ajakan makan siangnya tadi. Tapi kenyataannya laki-laki itu belum makan siang, sangat menyebalkan, batin Alea.
Akhirnya siang itu Alea harus menahan rasa lapar didalam kolong meja sampai Gathan dan keluarganya selesai makan bersama.
"Mommy habis ini langsung pulang?" Tanya Gathan.
"Oh, mau Gathan anterin pulang?" Tanya Gathan lagi.
"Nggak usah sayang, anterin ke depan aja." Balas Ghea sambil menepuk bahu lebar putranya.
Setelah acara makan siang berakhir, Gathan pun mengantar mommy dan adiknya keluar. Setelah semuanya selesai, ia pun kembali lagi ke ruangannya.
Gathan menghela nafas, ia harus mengurus rubah ekor sembilan yang masih bersembunyi di bawah kolong meja nya.
"Hei keluar, pulang sana." Usir Gathan terang-terangan.
Alea sedikit menyebulkan kepalanya keluar, "Aman?" Tanyanya. Gathan hanya berdehem sebagai jawaban.
"Buruan keluar sana." Gathan menarik paksa lengan Alea agar gadis itu keluar dari kolong mejanya.
"Iya-iya santai dong, nggak usah KDRT." Omel Alea.
Gadis itu mengangkat kakinya untuk mengikat tali sepatu nya yang lepas. Dan detik itu juga Gathan langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Ia tak mau mata suci yang ia jaga selama ini ternodai oleh pemandangan buruk dari gadis bar-bar dihadapannya itu.
"Makanya lain kali pake pakaian panjang, kalo perlu pake gamis kalo keluar rumah. Sengaja banget biar dilirik sama laki-laki." Seru Gathan.
"Yeuu, itu mah tergantung manusia masing-masing. Mau cewe atau cowo kalo napsuan tetep aja sang*an Kalo liat yang ono-ono." Sanggah Alea.
"Pemikiran kamu terlalu dangkal."
"Be yourself, bestie ." Ucap Alea sambil melenggangkan kakinya keluar dari ruangan Gathan.
"Gimana mau jadi istri saya kalo tingkah kamu kayak gitu?" Guman Gathan menatap kepergian gadis itu.
"HAH? GIMANA? AYANG NGAJAK LEA NIKAH? OMG!!"
______________
TBC