My Duda

My Duda
MD Pt 2 (Gathan)



"Gathan, twins, kalian tolong jagain Glory selama mommy sama daddy diluar negeri. Jaga keadaan rumah supaya aman dan damai, dan inget jangan bikin Glory kesel atau nangis. Adik kalian kalo ngambek durasi nya bener-bener lama, paham?"


Ketiga anak laki-laki Bu Ghea dan Pak Gavin itu menganggukkan kepalanya dengan patuh, sedangkan sang anak gadis semata wayang sedikit mendengus pelan karena dibilang ngambekan.


"Jangan lama-lama ya mom, Gepa takut rindu. Rindu kan berat, Gepa mana kuat." Ujar Gheva mendramatisir keadaan.


"Badan kayak king kong tapi hati doraemon, heran mommy." Balas Bu Ghea sambil menepuk punggung lebar putranya.


"Inget ya dad, daddy disana itu nanganin tikus got, bukan ngebor mommy." Ucap Gheva sambil menajamkan tatapannya pada Pak Gavin.


"Iya boy, daddy paham. Tapi kalo ada waktu senggang bi-"


"Mommy nggak usah pergi deh, biar daddy aja yang pergi!" Potong Gheva terlebih dahulu.


Gavin membolakan matanya tak terima. Selalu saja seperti ini, dirinya selalu menjadi bahan ancaman oleh putranya.


"Iya-iya just nemenin daddy kerja doang, kamu nggak usah khawatir." Kata Gavin pada akhirnya.


"Mom, mending dirumah aja sama Gepa. Nanti Gepa manjain mommy everyday nonstop."Bujuk Gheva dengan rayuan mautnya. Bu Ghea seketika menggeleng, "No sayang, mommy nggak mau daddy kamu kecantol sama bule-bule centil diluaran sana."


Gheva memutar bola matanya malas melihat senyum kemenangan yang daddy nya pamerkan kepada nya.


"Kalo daddy kecantol sama bule-bule centil disana, mommy cari daddy baru buat kita lah. Gheva punya banyak rekomendasi malah, sama yang ini udah bosen soalnya." Kata Gheva.


Pletak


"Mulutnya dijaga. Cukup ya kamu nisatain daddy kamu sendiri. Inget, kalo nggak ada orang yang ngebosenin ini, kamu nggak bakal bisa menikmati indahnya dunia ini!" Omel Gavin tersungut-sungut. Enak saja istrinya yang cantik, semok, bahenol manjalita mau dicariin laki-laki baru, mana yang ngasih saran anaknya sendiri lagi ah. Bener-bener kecebong durhaka!


Sedangkan Gheva menggerutu sebal karena hasil jitakan daddy-nya begitu terasa sakit di keningnya.


"Udah ya, pesawat mommy sama daddy sebentar lagi mau take off loh. Kalian jaga diri baik-baik, si buntut jangan dilepas loh ya." Mereka serempak mengaggukan kepalanya, kemudian satu per satu bergilir memeluk kedua orang tuanya.


"Take care, mom." Pesan Glory. Ghea menganggukan kepalanya sambil mengecup puncak kepala putrinya.


"Hati-hati mom, kalo sampe tujuan calling Gepa ya!"


"Love You, sekebon pisang!"


Miris sekali karena tak ada yang memberikan kalimat perpisahan kepada Gavin. Pria itu menekuk wajahnya sebal, hanya mampu menghela nafas.


"Jangan sedih, mereka juga perduli sama kamu. Tapi emang beda aja cara ngungkapin nya." Kata Ghea menenangkan kegalauan suaminya.


Setelah mematikan pesawat kedua orang tuanya lepas landas, Gathan dan adik-adiknya memutuskan untuk pulang.


"Abang mau ke wc dulu, kalian ke mobil duluan, nanti abang nyusul."


Twins berjalan menuju parkiran mobil sambil menggandeng Glory diantara mereka. Banyak pasang mata menatap kagum kepada hubungan persaudaraan mereka. Ada juga yang iri melihat gadis manis bernama Glory itu, karena diratukan oleh kedua kakaknya.


Namun Glory dan kakak kembarnya hanya berlagak biasa saja, tidak besar kepala atau berkecil hati. Itu hanya angin lalu bagi mereka.


Sedangkan ditempat lain, Gathan melangkah terburu-buru ke kamar mandi karena dirinya sudah kebelet pipis. Setelab menyelesaikan acara buang air kecilnya, ia langsung keluar dan segera menyusul adik-adiknya.


Namun karena tak hati-hati saat berjalan, Gathan tak sengaja menabrak seseorang disana.


Brughh


"Aaaaaa, hp booba kesayangan ku hiks!"


Gathan panik. Dengan segera ia membantu gadis yang ia tabrak untuk memunguti barang-barang yang berjatuhan dilantai.


"Maaf mbak, saya nggak nggak sengaja. Saya nggak liat-liat ta-"


"Liat nih hp Lea pecah, mati kan hiks. Huaaa nggak mau tau, benerin!" Potong Gadis itu sambil menangis meraung-raung sambil memperlihatkan ponselnya yang rusak.


Deg


"Alea?" Guman Gathan. Ia sedikit menunduk guna memastikan bahwa gadis didepannya ini benar-benar Alea.


"Apa manggil-manggil, nggak usah sok kenal deh!"


Gathan menyentuh dagu kemudian mengangkatnya sedikit membuat wajah gadis itu mendongak ke atas.


"Ngilang kemana aja selama ini?" Seru Gathan bertanya sambil menatap manik mata Alea dengan tatapan menghunus


Glek


Mendadak kaki Alea lemas seperti jelly. Bahkan mungkin tubuhnya akan tumbang jika salah satu tangan Gathan tidak menahan pinggangnya.


___________


TBC.