My Duda

My Duda
Eps 58



.


.


.


.


.


.


"Uncle, Athan pulang dulu ya. " Pamit Gathan pada pamanya.


Karna hujan sudah reda, sore itu Gavin dan keluarga kecil nya memutuskan untuk pindah sekalian. Karna besok adalah hari senin, dimana masing-masing kegiatan akan aktif seperti biasa.


"Iya Cil, hati-hati dijalan ya." Balas Satya sambil mengusap kepala ponakan kecil nya itu. Walau si bocil adalah biang rusuh, Satya tak akan menyalahkan Gathan. Bagaimana pun bocil itu masih polos dan jangan disangkut pautkan dengan urusan orang dewasa.


"Uncle Satya." Panggil Gathan takut-takut. Bocah tampan itu terlihat menunduk dan tak berani menatap wajah pamannya.


Satya yang menyadari hal itu lantas merendahkan tinggi badannya, pria itu berjongkok didepan Gathan.


"Kenapa, Cil ?" Tanya Satya dengan lembut.


"Uncle maafin Athan, ya?" Ucap Gathan sambil menatap Satya dengan bola mata mengerjap-ngerjap lucu, namun terselip rasa takut disana.


"Hei kenapa, Cil. Kita kan sohib, lagian kamu salah apa sama Uncle, hm?" Ucap Satya sambil memeluk tubuh kecil bocah tampan itu.


"Itu, gara-gara Athan, Uncle jadi dimarahin oma." Cicit Gathan pelan.


"Itu bukan gara-gara kamu, Cil. Itu salah uncle, makanya Uncle dimarahin oma. Udah nggak usah nangis, Cil ntar muka kamu jelek, Uncle nggak mau ya punya temen jelek." Ucap Satya dibumbui candaan, hal itu ia lakukan agar tak membuat Gathan larut dalam kesedihannya.


"Uncle ndak marah, kan?" Tanya bocah itu.


"Nggak lah Cil, kita kan temen. Toss dulu dong." Ucap Satya, mereka pun melakukan high five bersama.


"Uncle nanti beli cilok lagi ya." Ucap Gathan.


"Iya-iya, ntar Uncle ajak kamu jalan-jalan lagi pake motor. Tapi kalo kamu libur sekolah oke, belajar yang pinter ntar baru uncle ajak jalan-jalan. " Ucap Satya.


"Makasih uncle, Athan sayang Uncle." Seru bocah itu dengan riang sambil memeluk leher pamannya menggunakan kedua tangan mungilnya.


"Too Cil." Balas Satya sambil menepuk-nepuk pelan punggung kecil milik Gathan tersebut.


"Mommy, Athan udah minta maaf sama Uncle. Yuk pulang." Ucap Gathan melapor pada Ghea.


Ternyata emaknya si bocil yang nyuruh gaes!


"Pamit dulu sama oma, sama opa sayang." Balas Ghea pada Gathan.


Bocah kecil itu lantas menganggukkan kepalanya, kemudian beralih menghampiri oma dan opa nya.


"Oma opaa, Athan pulang dulu ya nanti main lagi kesini. Besok Athan sekolah, terus pas libur Athan kesini lagi ya." Ucap Gathan kepada oma dan opa nya.


"Iya sayang, cucu oma yang paling Ganteng belajarnya yang rajin ya. Ntar kalo main kesini oma masakin baso ikan lagi buat kamu." Ucap Bunda Citra sambil membelai wajah tampan cucunya.


"Iya oma."


"Hati-hati dijalan ya cucu opa." Ucap Ayah Juan pada cucu kecilnya.


"Iya opa."


"Mommy sudah."


"Bunda, Ghe pamit dulu ya. Mulai sekarang Ghe tinggal sama suami Ghe, nanti Ghea sering-sering kok nengokin bunda sama ayah kesini sama Gathan juga." Ucap Ghea berpamitan pada bundanya.


"Iya dek, kamu rukun-rukun ya sama suamimu. Jangan suka bantah omongan suami, jadi istri yang baik buat suami mu. Kurangin nakalnya, udah punya anak soalnya ." Ucap Bunda Citra menasehati.


"Iya bunda."


"Yah, pamit dulu ya." Ucap Ghea pada ayahnya.


"Hati-hati ya anak ayah." Ucap Ayah Juan sambil mengusap kepala Ghea layaknya anak kecil. Bagaimanapun juga, Ayah Juan adalah cinta pertama Ghea. Sosok laki-laki yang paling ia sayangi dan cintai pertama kali.


"Bang, pamit dulu. Titip bunda sama ayah, dijagain bang. Ntar abang main kerumah aja kalo kangen sama Gathan. Buruan diselesaiin biar cepet kelar, ngomong baik-baik nggak usah pake urat, itu emak lu." Ucap Ghea pada abangnya.


"Hmm iye, ti-ati Nyet." Balas Satya. Ghea hanya bisa menghela nafas, abangnya masih ngambek ternyata. Untuk pertama kali sejak masih SD, Ghea memeluk abangnya dengan erat. Sejahil-jahilnya Bang Sat, itu tetep abang tercinta Ghea.


"Diperjuangkan dong boss!" Bisik Ghea menyemangati abangnya.


"Iye-iye, nyumbang doa aja lu." Balas Satya.


Kalo Ghea mah nggak masalah tinggal lama dirumah bundanya, nah si suaminya kan rada gimana gitu. Masa iya, cowok tinggal dirumah cewek, kira-kira itu yang ada diotak mereka.


Tapi sebenernya enggak masalah juga sih, tergantung keluarganya aja.


"Bunda, Ayah, Gavin ijin bawa Ghea pulang ke rumah Gavin ya." Ucap Gavin pada kedua mertuanya.


"Iya, nak. Ghea istrimu, wajib mengikutimu, bimbing dan rawat Ghea, anak bunda ini banyak kekurangan. Tolong maklumi ya." Ucap Bunda Citra.


"Gavin nerima kekurangan dan kelebihan istri Gavin kok bund." Balas Gavin.


"Kalo ayah sih cuma mau nitip satu aja." Ucap Ayah Juan.


"Ayah mau nitip apa?" Tanya Ghea.


"Mau nitip cucu yang banyak ya!" jawab Ayah Juan.


"Astaga Ayah." Guman Ghea.


"Otw yah, mohon doanya." Ucap Gavin dengan tawa kecil.


"Wah sipp lah!" Balas Ayah Juan sambil mengacungkan jempol nya.


Setelah rangkaian acara pamit-pamit, sedih-sedih, dan peluk-peluk selesai. Kini keluarga 3G itu benar-benar akan pergi dari rumah bunda.


"Assalamualaikum semua, pulang dulu ya."


"Mari ayah, bunda, Satya. Kita pamit pulang dulu."


"Hati-hati ya dijalan."


"Dadah omaa, dadah opaaaa, dadah Uncle Satyaaaa muacchhh." Seru Gathan sambil melambaikan tangannya dari dalam kaca jendela mobil.


"Dadah bocil." Guman Satya.


Setelah kendaraan Gavin keluar dari halaman rumah bunda, tanpa basa-basi Satya langsung kembali masuk kedalam rumah.


"Bunda yang sabar, abang capek mungkin." Ucap Ayah Juan pada sang istri.


"Iya yah, bunda nyesel ngomongin orang yang enggak-enggak. Bunda udah fitnah orang yah, bunda takut abang nggak mau maafin bunda apalagi kayaknya abang udah suka sama dia." Ucap Bunda Citra sambil menatap kepergian putranya dengan sendu.


"Iya ayah ngerti, bunda yang sabar ya." Ucap Ayah Juan, bunda hanya menganggukkan kepala nya pelan.


...___________________...


"Kita nggak salah kan ninggalin rumah?" Tanya Gavin sambil menyetir mobilnya.


"Enggak lah, biar diselesain sama abang. Lagian itu kan masalah abang, kita nggak usah ikut campur terlalu dalem, tadi abang minta doa aja." Ucap Ghea.


"Iya juga sih." Guman Gavin.


"Dirumah kamu-


"Rumah kita sayang." Potong Gavin terlebih dahulu.


"Okey, maksud aku dirumah kita ada bahan makanan enggak?" tanya Ghea.


"Kayaknya habis, terakhir kali aku sama Gathan makan dirumah mamah kayaknya." Jawab Gavin jujur.


"Terus kita ntar makan sama apa?" Tanya Ghea.


"Gimana kalo kita belanja dulu, mau nggak?" Ajak Gavin.


"Boleh sih, tapi aku belum bisa masak yang macem-macem, kita beli bahan yang gampang diolah aja ya?" Usul Ghea.


"Iya sayang." Balas Gavin.


Cie udah bisa romantis-romantisan lagi!! uhuy OTW bikin debay lagi yuk!


.


.


.


.


.