
"Abang kenapa?" Tanya Glory perhatian.
"Nope." Jawab Gathan sambil menggelengkan kepalanya perlahan.
"Mau video call mommy, pinjem tab abang boleh?" Ijin Glory kepada Gathan.
"Boleh, ada diruangan abang."
Glory menganggukan kepalanya paham, kemudian segera beranjak dari tempat nya menuju ruang kerja kakaknya yang berada disalah satu ruangan rumah.
"Hallo mom." Sapa Glory saat panggilan video nya diangkat oleh Bu Ghea.
"Hai sayang, kamu lagi apa hm? Sodara-sodara Kamu pada kemana, kok sepi?" Tanya Bu Ghea disebrang sana.
"Em hari ini yang nemenin Glory dirumah Bang Gathan, terus besok kak Ghavi, terus selanjutnya kak Gheva, terus abis itu mommy pulang kan." Jelas Glory.
"The best deh anak-anak mommy Ghea sama daddy Gavin."
"Mommy lagi apa disana?" Tanya Glory turut penasaran dengan kegiatan yang dilakukan mom-nya dinegara orang.
"Ini loh sayang, mommy lagi main ke unit tetangga setelah. Kebetulan banget dia juga orang indo, katanya lagi liburan disini. Ya itung-itung bisa jadi temen mommy ngobrol pas ditinggal daddy mu kerja kan." Bu Ghea menyorotkan kamera ponselnya kepada orang yang ia maksud tesebut. Menampakkan seorang gadis muda tengah memanggang kue. Gadis itu juga sempat menyapa Glory dengan ramah.
"Kasian abis dighosting cowo, makanya ngungsi ke sini." Ujar Bu Ghea dengan suara pelan.
Iya abis dighosting, yang ghosting maniak cilok.
"Besok mbak nya balik lagi ke indo, mom?" Tanya Glory.
"Mommy kurang tau sih, emang kenapa sayang?"
"Kalo balik ke indo lagi suruh main dong ke rumah, Glory kurang temen ngobrol tau. Kayaknya orangnya juga asik gitu." Kata Glory dengan antusias.
"Ntar deh mommy sampein ke orangnya, tapi biasanya kalo orang galau itu durasi nya lama." Balas Bu Ghea.
"Nggak papa, sebisanya aja sih mom."
Mereka terus melanjutkan obrolan, bahkan orang yang dimaksud Bu Ghea tadi juga sempat nimbrung dengan obrolan antara ibu dan anak tersebut.
"Glo?"
Glory mengalihkan pandangannya, ada Gathan ditengah pintu. "Ya?"
"Masih call?" Glory mengangguk singkat.
"Abang dicariin mommy." Seru Glory sambil menunjuk layar tablet milik Gathan yang masih menghubungkan panggilan video.
Belum sempat menatap wajah mommy nya, layar tablet itu malah mati terlebih dahulu. Alhasil Gathan tak dapat menyapa mommy-nya. Sepertinya benda itu kehabisan daya.
"Kayaknya sih. Yaudah kamu langsung tidur, ini udah malem. Besok telponan sama mommy lagi." Ujar Gathan.
"Oke, Glory ke kamar dulu, good night."
"Too." Balas Gathan sambil mengusak puncak kepala adiknya.
__________
Tujuh hari kemudian~
"Anak ganteng ayo bantuin jangan diem aja. Itu koper-koper mommy, sama barang-barang lainnya tolong kamu angkat sekalian ya. Mommy abis borong oleh-oleh banyak soalnya." Cerocos Bu Ghea sambil menginterupsikan kepada Gathan untuk segera mengangkut barang-barang nya.
"Lagian kok kamu jemput sendiri, twins emang pada kemana? Ngebo ya?" Omel Bu Ghea.
So pasti anak-anak Bu Ghea yang lain masih ngebo. Cuma Gathan yang bisa jemput emak bapaknya jam dua malem kayak gini.
"Udah mom, ini salah kita karena salah milih jam penerbangan. Mending kita ambil siang aja kemaren. " Ujar pak Gavin menangani.
"Maksud kamu yang salah aku? Kan yang pesen tiket aku?!" Protes Bu Ghea tak terima.
"Bukan, bukan kamu. Yang salah aku kok."
"Oh iya aduh, bawaan mommy yang satu lagi kemana ya. Aduh jangan sampe ilang anak orang." Celetuk Bu Ghea sambil celingukan mencari sesuatu.
"Anak orang? Mommy sama daddy nggak lagi culik anak orang kan?" Heran Gathan.
"Sembarangan." Kata Bu Ghea.
Tak lama kemudian ada sosok makhluk luar angkasa yang menghampiri rombongan Bu Ghea. "Nah itu dia. Kamu kemana aja sih, mungil! Aunty cariin juga."
"Pipis, tapi tadi ketemu setan dulu tau, tan."
"Heh serius kamu? Jenis apa?" Seru Bu Ghea.
"Kolor ijo."
"Duh bikin merinding aja sih, ayo buruan pulang ah. Nggak aman nih." Seru Bu Ghea.
Gathan? Jantungnya terasa seperti berhenti berdetak.
___________
TBC.