My Duda

My Duda
Eps 49



.


.


.


.


Tepat pukul 4 pagi, Ghea terbangun dari tidurnya. Telinganya samar-samar mendengar suara adzan dikumandangkan. Ghea yang di didik baik oleh bunda untuk taat beribadah, sudah terbiasa bangun pagi. Namun biasanya setelah sholat subuh Ghea balik molor lagi.


Saat menoleh ke belakang, Ghea mendapati suaminya masih memejamkan matanya sambil memeluk tubuhnya dari belakang. Gavin benar-benar memberikan kehangatan untuk Ghea, bahkan pria itu tidur hanya menggunakan celananya saja, dan bertelanjang dada.


"Sayang." Panggil Ghea sambil menepuk pelan kedua lengan Gavin yang melingkar di perutnya.


"Masih gelap sayang, tidur lagi aja." Guman Gavin dengan malas.


"Sholat dulu, ntar tidur lagi terserah. Kita juga belum ambil Gathan dari kamar abang loh." Ucap Ghea dengan mengingatkan.


"Sayanggg Ngantuk ih." Rengek Gavin.


"Jangan mulai deh, ini masih pagi!" Seru Ghea memperingati Gavin agar tak merengek-rengek.


"Ayo sholat." Ucap Gavin, kini tubuhnya sudah ia sandarkan sandaran ranjang.


"Ya berdiri." Balas Ghea tak sabaran.


"Iya-iya ini berdiri." Dumel Gavin sambil turun dari atas kasur. Karna nyawanya belum terkumpul, Gavin berjalan terseok-seok menuju kamar mandi. Ghea yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepala nya saja, kelakuan suaminya bener-bener!


Keduanya wudhu secara bergantian, setelah wudhu mereka melaksanakan ibadah sholat subuh secara berjamaah. Ini pertama kalinya Ghea melakukan sholat berjamaah dengan sang suami. Berharap Ini akan menjadi awal bagus perjalanan kisah cinta mereka.


"Tidur lagi sana kalo masih ngantuk." Ucap Ghea sambil melipat mukena yang habis ia pakai untuk sholat.


"Udah nggak ngantuk, yank." Balas Gavin.


"Yaudah terserah kamu, aku mau ambil Gathan dulu keburu abang bangun ntar repot." Ucap Ghea. Ghea baru akan melangkahkan kakinya ke pintu kamar, namun lebih dahulu ditarik Gavin. Pria itu langsung memeluk Ghea dengan posesif.


"Kenapa?" Tanya Ghea sambil menepuk-nepuk punggung lebar suaminya.


"Mau peluk." Balas Gavin sambil menghirup dalam-dalam aroma tubuh Ghea.


"Ntar peluk lagi, aku ambil Gathan dulu." Ucap Ghea memberi pengertian.


"Ambil nanti aja, ini masih gelap. Satya pasti juga belum bangun, aku mau kamu dulu." Ucap Gavin.


"Mau apa nih?" Tanya Ghea mulai waspada. Aura-auranya akan ada bahaya mengancam dirinya.


"Mau itu lagi." Jawab Gavin dengan ambigu.


"Ha? mau apa?" Tanya Ghea bingung.


"Mau yang kayak semalem, sayanggg." Jawab Gavin.


"Yang enak-enak." Sambung Gavin lagi.


"Astaga." batin Ghea.


"Ini udah mau pagi-


"Sayanggg nolak suami itu....


"Dosa!" Balas Ghea dengan cepat.


Dan pada akhirnya mereka melakukan pergulatan panas lagi menjelang matahari terbit. Keadaan kamar yang sunyi dan dingin, berubah menjadi panas dan ramai dengan erangan dan desahan keduanya.


Tak perlu khawatir suara laknat mereka didengar dari luar, karna kamar yang mereka pesan didesain kedap suara. Jadi mau tereak-tereak pun silahkan.


Kalo pengantin baru mah bawaannya panas-panas mulu, heran saya.


Satu jam lebih mereka menikmati indahnya surga dunia. Setelah mendapat pelepasan bersama, akhirnya keduanya pun terkapar diatas ranjang.


"Jangan tidur, langsung bangun yank." Seru Ghea.


"Heum." Balas Gavin.


TOKK!!


TOKK!!


TOKK!!


(Intinya kalo suara dari dalam yang luar nggak denger, tapi kalo suara luar yang dalam bisa denger:)


"Yank, itu pintu kita kan?" Guman Gavin sambil menatap Ghea.


"Iya, tapi siapa yang gedor pintu pagi-pagi sampe keras gitu?" Balas Ghea menatap heran pintu kamarnya.


"Buruan buka yank." Ucap Ghea lagi.


"Aku?" Tanya Gavin sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Ya iya siapa lagi, masak aku! Aku kan cewek. " Balas Ghea.


"Emang ada tuntunan buka pintu laki-laki harus laki-laki ya?" guman Gavin.


"Ih yank, buruan bukain keburu didobrak pintunya entar." Ucap Ghea tak sabaran. Dengan tergesa Gavin pun mengenakan celana pendeknya dan kaos seadanya. Pria itu kemudian berjalan mendekati pintu, sampainya disana ia pun membuka pintu kamarnya tersebut. Dan......


"S-Satya?" Guman Gavin.


Ternyata tamunya adalah kakak iparnya sendiri. Dengan mata melotot Satya menatap tajam Gavin, pria itu berdiri didepan pintu sambil menggendong tubuh kecil Gathan.


"Siapa sih, yank?" tanya Ghea yang baru keluar dari dalam.


"Eh? Abang, wah ada anak mommy juga. Morning semua, gimana tidurnya nyenyak?" Tanya Ghea dengan sikap ceria biasa, sambil mengambil alih tubuh Gathan dari gendongan abangnya.


"Mommy kenapa Athan tidur sama Uncle, bukanya Athan sama mommy semalem?" Tanya bocah itu mengadu, wajahnya sudah memerah sepertinya bocah itu habis menangis.


"Bawa si bocil masuk!" Seru Satya memerintah.


Ghea pun membawa Gathan masuk kedalam kamar terlebih dahulu. Kini hanya Gavin dan Satya yang ada diluar kamar.


"Hei hei, maksud lu apa naroh si bocil dikamar gua? Bisa-bisanya ya lu manfaatin kejombloan gua buat jagain anak lu? Kalo lu bayar gua sih oke-oke aja, secara nggak langsung lu udah nipu gua ya, nggak trima gua! Bisa-bisanya lu enak-enakan sama adik gua, sedangkan gua? Lu tau nggak mimpi gua ke potong karna si bocil gaplok wajah gua!" Omel Satya pada Gavin. Gavin tak banyak bicara, pria itu hanya pasang telinga mendengarkan omelan mantan asistennya yang sekarang jadi kakak iparnya.


Tak lama Ghea pun kembali keluar dari kamar nya, sepertinya wanita meninggalkan putranya sendiri didalam kamar.


"Masih pagi, nggak usah pake urat-urat bang." Ucap Ghea.


"Nah ini nih, gua yakin yang ini nih yang naroh bocil dikamar gua. Gua tanya, maksudnya apa coba ha?" Cerosos Satya mengomeli Ghea.


"Ya elah bang, lu kayak kaga tau pengantin baru aja." Balas Ghea, tak diduga respon mengejutkan. Pria yang menyandang sebagai seorang abang itu membelalakan bola matanya.


"Maksud lu apaan nih? Lu ngeledek gua karna belum pernah malem pertama?" Seru Satya kesal.


"Ya maap, lupa gua." Balas Ghea. Wanita yang baru menjadi seorang istri selama sehari itu lupa kalo abangnya belum nikah, wkwkwk.


"Nggak mau tau ya, lu harus tanggung jawab! Gara-gara anak lu, mimpi gua jadi ancur. Bayangin gimana perasaan lu kalo ada di posisi gua, lagi syahdu-syahdunya mimpi eh tiba-tiba muka gua digaplok sama Si bocil!" Seru Satya.


"Elu mimpiin apaan emang?" Tanya Ghea dengan penasaran.


"Kepo lu!" Balas Satya.


"Oh gua tau, lu mimpi yang gitu-gitu kan? Lu mimpi basah ya? Lu bayangin siapa lu, sekretaris lu ya! Wah nggak bener nih, bunda harus dapet laporan terkini soal lu! Anak sulungnya udah ngebet kawin!" Ucap Ghea mengintimidasi abangnya.


"Ada apa bawa-bawa bunda, apa yang mau dilaporin sama bunda? Sini-sini lapor sama bunda." Ucap Bunda Citra yang tiba-tiba hadir diantara adik berkakak itu.


Flash back nyusul wkwkwkw


.


.


.


.


.


.


Semangat Satya!!!