My Duda

My Duda
Eps 87



.


.


.


.


.


.


Sejenak kita lupakan kejadian dirumah sakit kemaren. Mari kita isi dengan adegan ahik-ahik sebagai pembukaan.


"Sayang bibir aku pegel mangap mulu, udah ah." Ucap Ghea mencoba menghentikan aktifitas suaminya. Bukan mimi, Gavin sibuk menghisap bibir bagian bawah milik Ghea. Entah apa motifnya, yang pasti hal itu membuat Ghea harus mangap dan membiarkan Gavin menyesap bibir bawahnya saja, yang atas enggak. Padahal kalo atas bawah kan enak.


Cup


"Udahhh." Ucap Gavin setelah memberikan kecupan penutup dibibir Ghea.


"Aku seneng banget tau nggak yank." Ucap Gavin sambil menempatkan wajahnya diantara kedua buah dada milik Ghea. Udah posisi paling wenak itu mah.


"Kenapa hm?" Tanya Ghea.


"Dapet kamu, dapet twins juga. Udah lengkap lah hidup aku." Cerita Gavin dengan bahagia.


"Kita kasih tau bunda sama mamah nggak ya, kalo baby kita twins?" Tanya Ghea pada suaminya.


"Nggak usah yank, biar surprise. Kita juga belum tau kan janinnya cowo semua, atau cewe semua, atau malah cewe cowo. Sekalian aja besok pas tau jenis kelaminnya." Usul Gavin.


"Hm oke-oke." Balas Ghea mengerti.


"Tidur besok kerja." Ucap Ghea, seperti biasa ia pasti akan menidurkan bayi besarnya terlebih dahulu.


"Hm."


Bukannya segera tidur Gavin malah sibuk menjamah tubuh Ghea. Jadi Ghea tuh pake baju tidur model dress gitu mirip daster udah kek emak-emak. Eh kan Ghea udah jadi emak-emak anak 1 ye kan.


Sedangkan si pak Gapin seperti biasa cuma pake boxer doang.


"Kamu nih kalo dibilangin suka ngeyel heran aku, coba sekali-kali nurut sama omongan aku. Dibilang tidur ya tidur dad!" Seru Ghea.


"Nggak bisa tidur aku loh mom." Ucap Gavin mengadu dengan manja.


Entah keberapa kali Ghea harus menghela nafas panjang. Drama seperti ini hampir terjadi disetiap malam jika mereka akan tidur.


"Tau lah ngantuk aku mau tidur." Seru Ghea kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Gavin.


"Aku loh udah nggak tahan yank." Seru Gavin yang sudah berada diposisi memeluk tubuh Ghea dari belakang.


"Nggak tahan apa lagi sih dad!" Seru Ghea.


"Sek sek bentar yank." Ucap Gavin.


Mak Jleb!!!!


"Dad!!"


"Ahhh udah yank, udah masuk. Sekarang tidur ya!" Seru Gavin dengan tampang tak berdosa.


Kalian pasti tau lah makna dari kata "JLEB" Itu artinya anaconda Pak Gavin udah masuk sarang.


"Dad keluar ih, ngapain dimasukin gitu ahhhh...." Protes Ghea tak suka sambil memberontak dalam dekapan Gavin.


"Jangan gerak-gerak mom, gini aja udah sampe pagi juga nggak papa." Balas Gavin berguman dari belakang Ghea dengan salah satu tangannya meremas buah dada Ghea yang bertambah besar, Mont0k, dan aduhay.


"Dikira enak apa kalo di diemin sampe pagi! Ngilu lah Astagaaaaa!" Batin Ghea kesal.


Tidur Ghea benar-benar gelisah, gerak tubuhnya menunjukkan rasa ketidaknyamanan akibat penyatuan tanpa goyang.


Dari belakang disodok, giliran yang depan maen remes aja assudahlah.


Ghea tak sengaja menggerakkan tubuhnya dan benar saja bagian bawah tubuhnya terasa cenat cenut ngilu.


"Awhhhhh....shhhhhh.." Lirih Ghea meleguh kecil. Gimana nggak desah, orang sengaja disodok ama pak Gavin yang dibawah sana.


"Katanya jangan digerakin, kok kamu malah mentokin sampe ujung sih!! Ngilu dad, nggak boleh gitu kata dokternya." Gerutu Ghea.


"Aku tau, makanya buruan tidur biar nggak aku gerakin." Balas Gavin dengan enteng.


"Iki tii mikinyi biriin tidir biir nggik iki girikin." Gerutu Ghea menirukan gaya bicara suaminya dengan mengubah huruf vokalnya menjadi 'i' semua.


"Aku denger loh yank." Seru Gavin.


"Aku loh ndak peduli." Balas Ghea.


Tahan Ghe, jangan sampe ada berita 'Istri perkosa suami' wkwkwk.


"Sayang jangan tegang dong, rileks aja. Aku nggak gerakin kok, cuma pengen anget-anget aja." Ucap Gavin.


"Aku loh diem dari tadi dad, kamunya aja yang kayak cacing kepanasan. " Balas Ghea.


"Ini aku kesedot anu kamu loh yank, rasanya kayak diremes-remes gitu." Ucap Gavin no filter no sensor dan gamblang apa adanya.


"Makanya dikeluarin aja ih!" Seru Ghea mulai kesal dengan tingkah suaminya.


"Nggak mau ah, gini aja enak cenat cenut juga." Balas Gavin.


Bukan cuma Gavin aja, Ghea juga merasakan hal yang sama. Ia merasa bagian intinya penuh dan sesak, seperti akan terjadi suatu ledakan besar didalam sana.


Ghea udah merem melek pas anaconda Pak Gavin mulai maju mundur pelan-pelan. Di diemin makin menjadi, soalnya makin lama gerakannya makin nggak beraturan udah ngebut ini mah.


"Ahhh.....NO NO!!!!" Pekik Ghea tak tahan lagi.


Weh weh oteweh muncrat ini mah.


"Ehm makin sesek mom, awwwhhh..." Seru Gavin dengan suara mengegeram nikmat.


Spontan reflek Ghea mencengkeram erat lengan Gavin yang melingkar Di perutnya.


Sek sek lurr


Kalem


"DADDY Ahhhhh..." Pekik Ghea setengah berteriak, untung kedap suara ye kan. Ghea merasakan batang milik Gavin menusuk dirinya cukup dalam hingga membuat tubuhnya memekik terkejut hingga membusungkan dadanya.


"Sesek loh dad, punya kamu makin gede." Rengek Ghea sambil menahan rasa sakit dan nikmat yang muncul bersamaan.


"Bentar sayang, sekali lagi okey kamu tahan bentar ya." Ucap Gavin.


Cup


Cup


Cup


Gavin kembali menyatukan tubuh nya dengan sang istri. Lagi-lagi Ghea dibuat meleguh dan dan mendesah secara bersamaan dengan tubuh bergetar karna cukup kuat Gavin mendorongnya.


Waduh santai dong pak.


Jleb ahhhh....


"Done baby, makasih servis nya. Love You." Seru Gavin setelah mengakhiri kegiatan panas yang singkat itu, tak lupa mengecup kening Ghea disusul pipi kemudian berakhir di bibir ranum milik Ghea.


"Hm." Balas Ghea berguman singkat sambil membenarkan dress tidurnya.


"Kenapa hm?" Tanya Gavin sesudah membalikkan tubuh Ghea agar menghadap padanya. Ghea hanya berdiam dengan kedua tangan melingkar pada leher Gavin kemudian menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Gavin.


"Masih sakit?" Tanya Gavin, Ghea membalasnya dengan gelengan kepala.


"Terus kenapa? ngomong sama aku, aku nyakitin kamu sama adek bayinya? Jangan bikin khawatir sayang." Ucap Gavin dengan lembut.


"Ndak kok dad." Jawab Ghea.


"Terus?" Tanya Gavin bingung.


"Pengen lagi dad." Cicit Ghea dengan suara pelan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Konfliknya jangan tegang2 ye, cukup diatas ranjang aja yang tegang jiakhhhhhh candaa.