
.
.
.
.
.
Malam hari, dirumah Mr.Andreas.
"Gathan udah tidur yank?" Tanya Gavin pada istrinya.
"Udah kok." Jawab Ghea. Wanita itu terlihat tengah sibuk mengunboxing hadiah-hadiah pernikahan dari para tamu undangannya di acara resepsinya dulu yang belum sempat ia unboxing.
"Sibuk ngapain sih kamu?" Tanya Gavin, pria itu ikut bergabung duduk di karpet bulu yang digunakan Ghea sebagai alas duduk di lantai.
"Ini loh lagi bukain hadiah dari orang-orang." Jawab Ghea.
"Okey, aku bantuin ya." Balas Gavin, Ghea hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
"Tadi siang tuh Bagas ngasih tau aku kalo mamahnya ngasih hadiah buat aku, katanya dipake pas bulan madu biar feel nya dapet. Aku kan jadi penasaran hadiahnya apaan, kira-kira apaan ya." Ujar Ghea bercerita.
"Buat honeymoon?" Guman Gavin.
"Nah ini nih, akhirnya ketemu juga! Dari tadi aku nyariin loh, eh ternyata nyelip dikado yang lainnya." Seru Ghea.
"Buruan buka yank, aku juga penasaran sama isinya." Ucap Gavin.
Terlihat ukuran kadonya tidak terlalu besar, dan saat Ghea mengangkatnya bisa dibilang lumayan ringan. Terdapat dua lapisan, lapisan pertama kertas kado bermotif dan lapisan kedua kertas kado berwarna polos.
Kini hanya tinggal sebuah kotak ditangan Ghea. Tanpa berlama-lama lagi Ghea pun segera membuka kotak itu dan melihat apa isinya.
"What the hell?" Guman Ghea.
Ghea membentangkan benda itu diatas karpet.
...Ya kira-kira gitu lah bentuknya hehe...
Ghea kemudian melirik Gavin yang duduk disampingnya, ternyata pria itu sama-sama tengah melirik dirinya dengan senyuman yang sulit diartikan.
Senyuman kucing garong ye kan!
"Apa!" Seru Ghea.
"Hehe." Balas Gavin sambil tersenyum manis.
"Kenapa sih?" Guman Ghea menatap heran suaminya.
"Sayang?" Panggil Gavin.
"Hm?" Balas Ghea, wanita itu masih memperhatikan dua pakaian jaring didepannya.
"Kamu coba yah?" Pinta Gavin sedikit merayu. Pria itu sudah merapatkan dirinya pada tubuh sang istri. Sedikit sentuhan halus membuat Ghea tubuh merinding.
Plak
Ghea menggeplak tangan Gavin yang meraba paha mulusnya.
"Big No!" Seru Ghea.
"Sayanggg pake dong, plisss. Kamu pasti makin-"
"Makin apa!" Seru Ghea sambil menajamkan mata nya pada Gavin.
"More sexy and beautiful mom." Balas Gavin dengan nada sensual.
"No No No!!" Seru Ghea, wanita itu segera bangkit sambil merampas kedua gaun laknat tadi. Niatnya ingin kabur, tapi keburu ditangkep sama daddy Gavin dulu.
Nah loh!
"Daddy lepasin ih!!" Seru Ghea sambil memberontak dalam dekapan Gavin.
"No No cobain dulu baru aku lepasin." Balas Gavin yaang masih senantiasa memeluk tubuh Ghea dari belakang.
"Dad, ntar Gathan bangun loh!" Seru Ghea.
"Makanya kamu buruan ganti, biar semuanya kelar kita langsung tidur. Aku cuma pengen liat kamu pake baju tadi aja kok, lagian Gathan kan udah tidur." Ucap Gavin.
"Astaga yaudah lepasin dulu, biar aku ganti bajunya." Final Ghea.
"Nah gitu dong, buruan ganti aku tunggu mom." Seru Gavin. Dengan menggerutu kesal, Ghea berjalan menuju walk closet untuk mengganti pakaian nya dengan gaun laknat tadi.
_________________
"Astaga! Ngapain berdiri didepan pintu sih!" Pekik Ghea terkejut sambil mengelus dadanya.
Saat keluar dari ruang ganti, Ghea dikejutkan dengan keberadaan Gavin yang tengah berdiri ada didepan pintu sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
Menggoda iman!
Sabar, bentar lagi pasti tuh baju bakal lu robek kok Vin😌.
Kalem ye.
"Udah nih, gimana cakep kan? Panas kan, seksih kan!" Balas Ghea sambil melewati Gavin dengan santai.
"Emm perfect!" Balas Gavin sambil mengikuti langkah Ghea.
"Gathan kamu kemanain lagi?" Seru Ghea sambil menunjuk kasur yang kosong tanpa ada keberadaan Gathan. Padahal sebelumnya Gathan masih bobok anteng disana.
Pasti ulah bapaknya!
"Aku pindahin ke kamar sebelah." Jawab Gavin.
"Ntar kalo kebangun terus nyariin kita gimana? ih kamu mah suka tega sama anak sendiri." Gerutu Ghea.
"Tenang aja, kamarnya kan disebelah, ada pintu yang langsung kehubung sama kamar kita kok." Jawab Gavin.
"Yaudah ayo tidur." Seru Ghea.
"Eh bentar-bentar aku belum ngasih kiss buat Gathan, kamu tidur duluan aja." Sambung Ghea, wanita itu lantas membuka pintu yang menghubung langsung ke kamar sebelah dimana Gathan tidur.
Cup.
"Good night baby boy, have a nice dream." Bisik Ghea.
Tanpa Ghea sadari tenyata dari tadi Gavin mengikutinya hingga masuk ke kamar Gathan.
"Astaga masih aja ngintilin aku, dikira aku mau kemana sih!" Guman Ghea.
Tiba-tiba Gavin menarik tangan Ghea dan menyeretnya keluar, tak lupa Gavin mengunci pintu kamar Gathan.
Jedug!
"Ngapain narik-narik sih, kejedot aku nih." Gerutu Ghea sambil memegangi pelipisnya yang terbentur lemari kaca yang terletak di dekat pintu.
"Eh astaga yank, maaf aku nggak sengaja. Mana, mana yang sakit sini biar aku liat." Seru Gavin sambil mengecek pelipis Ghea.
"Ini nih. " Ucap Ghea sambil menunjuk pelipisnya yang dirasa sakit. Nggak tau kenapa Gavin malah niup tuh jidat, biar ape ye? Gua juga nggak tau.
Cup
Cup
Cup
"Udah nggak sakit kan? mendingan atau perlu kita bawa ke dokter?" Ujar Gavin khawatir.
Entah ini disebut suami siaga atau lebay, intinya Gavin care sama istrinya.
"Ngapain ke rumah sakit, udah ah aku mau tidur aja. Makin malem makin dingin udaranya." Balas Ghea. Ghea langsung melangkah menuju kasur tempatnya untuk tidur, ditarik lah selimut untuk menutupi tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Malam itu benar-benar dingin!
"Just sleep?" Guman Gavin.
Ya kali cuma tidur aja kan, udah pake baju haram yang menggoda iman masa disia-siakan begitu saja. Minimal icip-icip dulu gitu lah, ye kan.
Terselip ide nakal dibenak Gavin. Pria itu dengan sengaja menurunkan suhu udara pada Ac dikamarnya tersebut. Alhasil udara malam yang dingin menjadi lebih dingin karna ulahnya. Kini ia tinggal menunggu mangsa keluar dari sarangnya.
"Yank kok makin dingin sih udaranya? AC nya rusak atau gimana?" Seru Ghea.
Nah kan udah keluar!
"I dont know, mom. " Balas Gavin. Untung saja remotnya sudah ia lempar ke sofa, jadi barang bukti hilang.
"Terus kamu ngapain disitu? buruan tidur!" Seru Ghea.
"Emm i-iya. " Balas Gavin.
Saat diatas ranjang, tak sungkan Ghea langsung memeluk tubuh Gavin dari samping. Suhu tubuh pria itu menyalurkan kehangatan untuk Ghea.
Tapi beda lagi untuk Gavin, anget sih anget tapi kayak ada yang nyenggol gitu. Di diemin malah bikin nggak nyaman, kalo langsung diterkam kan kasian.
Gavin harus ngapain?
Gass Nggak nih?
.
.
.
.
Bersambung..........