My Duda

My Duda
Eps 45



.


.


.


.


.


.


"Ayo buruan cepetan, aduh adek ini lelet banget sih!!! Ntar keburu tamu kamu pada pulang tau nggak!" Omel Bunda Citra pada Ghea.


Ya, sampai jam 5 sore, rombongan keluarga Ghea masih belum berangkat ke hotel. Kalian tau alasannya? Alasannya adalah karna Gathan rewel nggak mau lepas dari Ghea, bahkan bapaknya sendiri pun tidak bisa membujuk Gathan.


Gathan tak mau bicara dengan siapa pun kecuali dengan Ghea aja!


"Sayang sama daddy dulu yuk, ntar sama mommy lagi." Bujuk Gavin pada Gathan.


"Mau sama mommy hiksss....mau sama mommy, mom." Rengek Gathan sambil menangis sesegukan.


"Iya ganteng ini udah sama mommy. Udah langsung berangkat kayak gini aja, kita siap-siap di hotel aja sekalian. Ntar kelamaan lagi." Ujar Ghea menengahi perdebatan ini.


"Iya gitu aja, ini mepet banget loh. Waktunya cuma 2 jam." Balas Mamah Wina.


"Yaudah ayo ayo, siapin kendaraan. Kita langsung berangkat aja, rumah di titipin sama tante mu aja. Ntar kalo mamang udah nyusul, Mas Putra sama Mbak Mita langsung ke tempat acara aja ya." Ucap Bunda Citra.


"Siap, kalian hati-hati di perjalanan ya. Ntar tante sama om langsung nyusul. Rumah aman sama kita." Balas Tante Mita.


"Yaudah ayo anak anak!" Seru Bunda Citra.


"Gathan sama mommy, tapi jangan rewel, oke? Anak mommy nggak boleh cengeng!" Ucap Ghea dengan lembut namun penuh penegasan.


"Yes mom." Balas Gathan sambil menganggukkan kepalanya dengan patuh.


"Gathan aneh banget yank." Ucap Gavin dengan pelan.


"Udah diem! Gini-gini anak kamu sendiri, bibit kamu, pasti sifat rewel nya nurun dari kamu." Balas Ghea.


"Astaga sayang, aku waktu kecil mah anaknya patuh dan nurun sama orang tua." Ucap Gavin.


"Iya patuh dan nurun kalo mau ***** doang!" batin Ghea.


Sebenarnya yang membuat mood Gathan buruk adalah bapaknya sendiri. Kalian tau kenapa Gathan menangis saat dikamar Ghea tadi? Karna Gathan jealous liat bapaknya malah asik kelon sama emaknya!


sekian~


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang duduk yang anteng ya, mommy mau di make up dulu, oke?" Ucap Ghea memperingati Gathan agar pria kecil itu duduk anteng dipangkuannya.


"Oke mom." Balas Gathan.


Anggota keluarga yang lain sudah siap dengan baju yang seragam, kini tinggal Ghea yang harus di make up.


Malam hari ini ia akan menjadi ratu nya, jadi penampilan itu sangat lah penting. Para perias handal dan profesional ia panggil untuk merias wajahnya agar semakin memukau malam ini.


Sebenarnya jika Ghea memakai make up tipis saja ia sudah kelihatan cantik, nah kali ini wajahnya dipoles sedikit lagi supaya lebih cantik.


"Yang lain silahkan ke pelaminan dulu, pasutrinya nyusul ya kalo dipanggil mc." Ujar salah satu tim pengurus acara resepsi pernikahan Ghea dan Gavin.


"Ayo cucu oma yang paling Ganteng sama oma dulu, ntar sama mommy lagi ya." Ucap Bunda Citra berusaha mengambil Gathan dari pangkuan Ghea.


"Mommy!" Rengek Gathan.


"Sama oma dulu ganteng, kalo nggak sama Uncle Satya dulu ya. Ntar malem Gathan kalo bobok mommy pukk pukk, gimana?" Ucap Ghea memberi pengertian kepada putranya.


"Janji ya." Ucap Gathan.


"Iya janji." Balas Ghea sembari menampilkan senyum manisnya.


"Gendong uncle Satya, boleh?" Tanya Gathan sambil menatap Satya.


"Hish bocil tau aje kalo gua nganggur!! bener-bener dah." Gerutu Satya membatin.


"Sini uncle gendong, cil." Ucap Satya kemudian mengangkat tubuh Gathan dan menggendongnya.


"Ayo yang lain ke depan dulu."


Kini tinggal Ghea, Gavin dan juga beberapa perias yang ada didalam ruangan wardrobe tersebut.


"Gugup ya?" Tanya Gavin sambil memperhatikan Ghea.


"Sama, aku juga." Balas Gavin.


"We can." Ucap Ghea sambil menggenggam tangan Gavin.


"I trust you." Balas Gavin sambil tersenyum.


"Pengantinnya prepare ya, bentar lagi kalian dipanggil." Ucap salah satu tim yang mengurusi pernikahan Ghea dan Gavin.


Acara penyambutan pengantin baru itu pun tiba. Ghea dan Gavin berjalan berdampingan ditengah-tengah para tamu undangan, dengan Ghea yang merangkul salah satu lengan Gavin tak lupa senyum manis mereka berdua tampilkan didepan para hadirin sekalian. Keduanya berjalan layaknya seorang raja dan ratu, sangat serasi, dan cocok.


Bahkan ada beberapa tamu undangan yang bersorak heboh karna ikut baper sama pasangan double G ini.


"Uncle, mommy sama daddy Athan bagus kan." Ucap Gathan sambil menunjuk kedua orang tuanya yang menjadi pusat perhatian para tamu undangan.


"Iya, bagus cil." Balas Satya, tak disangka pria itu meneteskan air matanya karna terharu. Satya pun buru-buru menghempas air matanya itu agar tak membuat image nya jatuh, karna diam-diam menangis.


Kembali ke Ghea dan Gavin. Kini kedua pasangan itu berdiri berhadapan sambil bergandengan tangan. Tatapan mata mereka berdua saling mengunci, memancarkan tatapan mesra yang hanya bisa mereka berdua rasakan.


Setelah sekian detik mereka terdiam, akhirnya Gavin terlebih dahulu buka suara.


"Teruntuk istri terkasih, aku tidak bisa menjanjikan itu akan sempurna, tetapi aku bisa berjanji itu akan menjadi yang terbaik yang bisa aku lakukan. Aku akan mencintaimu tanpa batas dan melakukan segalanya untukmu istriku, sahabatku, kekasihku.


Kamu memberiku kekuatan untuk melihat ke depan, kamu membuatku tertawa, mengelilingiku dengan cinta. Aku ingin membangun masa depanku denganmu karena kamu adalah kompas hidupku.


Mulai malam nanti, aku ingin sebelum kamu tertidur, aku akan memelukmu dan sebelum kamu bangun aku akan menciummu.


Aku berharap akan menua bersamamu sehingga suatu hari ketika kita berdua lemah dan rapuh, kita dapat duduk di kursi goyang, saling memandang dan berkata 'kita menjalani kehidupan yang sempurna dan terindah.'


Dan terima kasih karna mau menerima seorang pria yang memiliki banyak kekurangan ini. I Love You." Ucap Gavin panjang lebar.


Bukan hanya Ghea yang baper, para hadirin tamu undangan juga ikutan baper setelah mendengar kata-kata manis yang Gavin ucapkan barusan.


"Huhhh........


"Aku bukanlah wanita sempurna, ku harap nanti jika kita membina rumah tangga bersama, kau bisa membimbingku dengan keikhlasan dan kesabaranmu atas sikapku ini.


Mungkin aku terlambat untuk menjadi yang pertama untukmu. Tapi sekarang, aku sedang mempersiapkan diri untuk menjadi yang terakhir.


Jadilah selimut ku yang senantiasa menghangatkanku di kala dingin menyerang tubuh dan jiwaku.


Terimakasih, terima kasih sudah mau menerima kekurangan dan kelebihan yang aku miliki ini.


Aku, Ghea Sashi Kirana mencintaimu dengan tulus dan ikhlas dari lubuk hati yang teramat dalam. Thanks and I Love You Too My Husband." Balas Ghea dengan kata-kata ia rangkai secara spontanitas.


Tak disangka balasan Ghea membuat tamu undangan meleleh ditempat. Istilahnya mah Double kill udah!


Bahkan Gavin pun tak menyangka akan mendapatkan balasan kata-kata manis seperti itu dari Ghea.


"GHEAAA HUAAA KOK LU MENDADAK JADI PUITIS SIH!!! GUA BAPER, NYET!! TANGGUNG JAWAB LU." Teriak Satya dengan suara cukup keras hingga menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Orang-orang pun menatap Satya dengan tatapan sulit diartikan.


"Eh?


Nah kan sadar!


"Wah kak Satya mewakili Ara banget, baru aja Ara mau teriak kayak gitu. Eh udah keduluan sama kak Satya." Ucap Ara mengadu pada Bagas.


"Udah kamu diem aja, nggak usah ikut teriak-teriak entar ternggorokan kamu sakit." Balas Bagas memperingati.


Bunda langsung melotot kan matanya pada Satya. Bisa-bisanya acara lagi serius-seriusnya malah dibikin bubar.


"Eh maap-maap, reflek bund. Cil, anter uncle ke toilet yuk." Ajak Satya kepada Gathan.


"Uncle kan udah besar? kenapa minta dianter Athan, Athan aja kalo dirumah pipis sendiri." Ucap Gathan.


"Ahhh ni anak, udah pokoknya temenin Uncle aja." Gerutu Satya, tanpa berlama-lama Satya dan Gathan langsung menghilang dari tempat duduknya. Pria itu pasti tengah menahan rasa malu yang sudah ke urat-urat. Bayangin ngomong kayak tadi didenger banyak orang! Betapa malunya Satya, mau ditaroh mana muka gantengnya kalo kayak gini.


.


.


.


.


.


.


Resepsi nya dilanjut nanti ya, ntar kita makan-makan dulu sama poto" bareng double G.