My Duda

My Duda
Eps 85



.


.


.


.


"Apaan mainnya pake tangan, nggak LAKIK!!" Seru Ghea meremehkan.


"Jangan nyesel ya!" Balas Gavin.


"Nggak akan wleekk!"


"Awas nanti kalo minta berhenti."


Gavin mulai mencari posisi aman dan nyaman untuk melakukan kegiatan selanjutnya, tapi bentar deh..


"Daddy ipad nya mati?"


Nah kan ketahuan ama si bocil. Gavin dan Ghea saling menjauhkan diri satu sama lain. Sedangkan si bocil pun langsung merangkak keatas sofa itu dan duduk manis diantara kedua orang tuanya.


"Daddy ininya nggak bisa nyala, Athan nonton pake apa?" Tanya Gathan sambil menujukkan pad milik Gavin yang tak menyala, sepertinya kehabisan daya.


"Sini daddy liat." Ucap Gavin kemudian mengambil alih benda itu dari tangan putranya. Benar saja saat di cek ternyata dayanya habis.


"Mati nih abis baterai, pake laptop daddy aja ya nonton upin-ipin nya." Ucap Gavin.


"Mana daddy." Tanya Gathan.


"Ada diruangan daddy, disofa boy. Kamu pake sendiri ya disana, buruan ambil gih." Jawab Gavin.


Anaknya sendiri diusir nggak tuh.


"Iya daddy, bye mommy." Ucap Gathan, bocah itu turun dari sofa dan kembali melangkah masuk menuju ruangan bapaknya.


Selepas Gathan masuk kedalam ruangannya, Gavin segera bangkit dan mengunci pintu ruangannya dari luar.


Bener-bener kejam nih bapaknya Gathan, anak sendiri dikonciin.


"Kamu ngapain ngunciin Gathan didalem Ha!" Seru Ghea.


"Sayang ini udah diujung nggak bisa ditahan, harus segera dikeluarin. Aku udah nggak tahan yank." Ucap Gavin mendekati Ghea.


"Masa tiap hari celup mulu, harus ada jeda nya juga dong! Emang dikeluarin mulu nggak abis itu mayonaise!" Cibir Ghea memutar bola matanya jengah.


"Udah ayo selesain dulu, ntar dilanjut nyinden nya." Seru Gavin yang tanpa aba-aba langsung mengangkat tubuh Ghea dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.


"DAD!!!" Pekik Ghea terkejut hingga reflek memukul bahu suaminya, namun Gavin tak menghiraukan protesan istrinya. Tetap pada tujuan utama yaitu jenguk debay.


Dan terjadilah silahturahmi antara itu......


Canda.


Skip.


Setengah jam berlalu, kegiatan ahik2 pun selesai juga. Kini Gavin membantu istrinya untuk membersihkan tubuh dan memakaikan pakaian untuk Ghea.


"Lucu banget mereka, yank." Seru Gavin sambil memainkan buah dada Ghea, dan sesekali menyentilnya.


Lu kata kelereng maen sentil aje!


"Ish buruan!!" Seru Ghea kesal.


"Iya-iya." Balas Gavin, namun sebelum ia memakaikan Bra pada tubuh Ghea pria itu mencuri kesempatan untuk memberikan jejak kepemilikan lagi didada Ghea.


"Lama-lama aku comot ya bibir kamu!! Heran dari tadi nyosor mulu!" Gerutu Ghea.


"Comot pake bibir ya, biar fair." Balas Gavin.


Pengen Ghea smackdown, tapi itu suaminya sendiri bapak dari debay nya. Tapi kalo didiemin Ghea sendiri yang lama-lama emosi, tau kan Ghea orangnya gampang kepancing.


Canda Ghe.


"Sini gantian aku pakein baju kamu." Ucap Ghea pada Gavin. Sebenarnya ada udang dibalik rempeyek atas ucapan Ghea ini. Ia tentu akan membalas perlakuan suaminya tadi yang sengaja ingin membangkitkan gairah bercintahhnya.


Dengan senang hati Gavin pun membuka selembar kain handuk yang melingkar di pinggang nya, dan kini yang terlihat hanyalah tubuh polos nya juga sebuah benda yang nampak bergelantung menantang dibawah sana.


Apaan tuh..


"Wow baru aja keluar, udah berdiri aja nih boy." Ucap Ghea mengomentari adik kecil Gavin sambil sesekali mengelusnya perlahan.


Geli nggak tuh Vin.


Ga usah dibayangin biar yang udah perna aja yang mikirin.


"Mau lagi mom?" Tanya Gavin dengan seringai nakal.


"Mana ada ngadi-ngadi kamu! Ganti baju sendiri sana." Setelah mengucapkan kalimat itu Ghea segera beranjak dari hadapan Gavin, namun sebelumnya wanita itu meremas batang milik Gavin dengan sedikit kuat hingga pria itu memekik kaget karna itunya berdenyut kencang.


Nah kan tegang!


"MOMM BANGUN LAGII!!" Teriak Gavin didalam kamar mandi.


Ghea tak menghiraukan ocehan suaminya, ia segera menemui putranya yang ada diruangan pribadi milik Gavin.


"My baby boy, where are you?" Ucap Ghea saat memasuki ruangan suaminya.


Ghea mendapati putranya tertidur diatas kasur sambil memeluk laptop, mungkin masih capek ya Cil.


"Istirahat dulu ya gantengnya mommy." Guman Ghea sambil membenarkan posisi tidur putranya, tak lupa menyingkirkan laptop Gavin dari jangkauan putranya.


Lama kelamaan Ghea malah menguap dan matanya terasa berat, ditambah lagi tubuhnya yang terasa pegal-pegal, mungkin kebanyakan digenjOt ama si daddy dikamar mandi tadi.


Canda GenjOt.


______________


"Mom." Panggil Gavin sambil mengusap-usap perut Ghea yang ia peluk dari belakang.


"Hm?" Guman Ghea setengah sadar karna ia masih dipengaruhi rasa kantuk.


"Ayo bangun, kita kan mau cek adik bayi." Ucap Gavin.


"Hm jam berapa sih?" Guman Ghea sambil membalikkan posisi tidur nya menghadap Gavin.


"Jam 2 siang sayang, bangunin Gathan sekalian ya." Ucap Gavin sambil membelai wajah cantik istrinya.


"Ayo bangun." Seru Ghea.


"Ya kamunya bangun sayang, jangan rebahan mulu heran bumil males mulu kerjaannya." Seru Gavin.


"Mana ada aku males, aku makin ranjin tau nggak." Ucap Ghea.


Gavin hanya menampilkan senyum tipisnya, istrinya benar-benar menggemaskan menurutnya. Sifat menggemaskan dan manja yang Ghea tunjukan padanya menjadi pewarna dalam hidupnya, dan Gavin sendiri suka akan hal itu. Kini bukan hanya Gathan dan kedua orang tuanya saja yang menjadi prioritasnya, tapi ada Ghea dan keluarga besarnya juga.


Langgeng ya kalian, kawal ampe kakek nenek!!


"Daddy mau pulang, mau main sepeda dad. " Ucap Gathan dengan suara serak sambil mengusap kedua bola matanya.


"Kita liat adik dulu ya, emang Gathan nggak mau liat adik hmm?" Ucap Gavin pada Gathan.


"Liat adiknya Athan? mau dad, mau." Balas Gathan.


"Oke boy, bangun dulu ya kira cuci muka dulu." Seru Gavin.


Mereka bertiga pun akhirnya bersiap untuk pergi dari kantor. Ketiganya sangat antusias untuk melihat kondisi janin yang Ghea kandung, terutama Gathan. Bocah tampan itu sudah tak sabar menanti kedatangan adik kecilnya.


Bentar-bentar...


Saat melewati lobby, tak sengaja Ghea berpapasan dengan mak lampir. Keduanya saling melempar tatapan garang. Mak lampir lagi bawa ember sama alat pel, mungkin mau ngepel lantai.


"Kerja yang bener!" Tegur Gavin.


"B-baik pak." Balas lampir tergugup.


"Yang bersih ya lampir!" Seru Ghea berbisik tepat di telinga mak lampir.


"Lo!!!"


"Apa? gimana?" Seru Ghea menantang.


Udah diem aja paling bener, itu istri bos elu. Mak lampir akhirnya milih diem nggak nyaut, bisa-bisa dia ntar ditendang dari kantor. Nggak papa dah ngepel juga yang penting kaga godain suami orang.


Skip


Hospital~


"Nanti Gathan ditimbang sekalian ya berat badannya, sama tingginya juga. Anak mommy pasti makin gede nih." Ucap Ghea.


"Iya mommy." Balas Gathan.


Kini keluarga kecil itu tengah mengantri giliran diruang tunggu, rumah sakit lumayan rame dan salah satunya di bagian dokter kandungan.


"Dad." Panggil Ghea pada suaminya yang duduk disampingnya sambil memangku Gathan.


"Iya mom, kenapa?" Tanya Gavin mengalihkan pandangannya pada Ghea.


"Kamu liat nggak cewe yang pake penutup kepala disana, dari tadi merhatiin kita bertiga tau dad." Ucap Ghea sambil melirik seorang wanita yang duduk diatas kursi roda tak jauh dari tempatnya duduk.


"Masa iya mom?" Ucap Gavin. Pria itu iku melihat wanita yang ditunjuk Ghea tadi, namun saat Gavin melihatnya wanita itu buru-buru memalingkan wajahnya ke sembarang arah.


"Kenal dad?" Tanya Ghea. Gavin terlihat seperti mengingat-ingat siapa wanita itu, baginya perawakannya familiar menurutnya, tapi agak asing juga menurutnya.


"Kayaknya nggak deh, mom." Jawab Gavin sedikit ragu.


"Serius kamu nggak kenal?" Tanya Ghea menyelidik.


"Serius mom, aku nggak punya kenalan cewe juga." Balas Gavin seadanya.


DEG


.


.


.


.


.


.


.


Sorry kepotong:)


Ntar gass lagi kok.


Buat yang ga suka ama karakter Ghea ataupun Bang Sat diawal, Demi alekk gapape. Kalian skip juga gapape, karna dari awal emng karakternya dibikin gitu, pecicilan, bar2, dan ceplas-ceplos, and lemes.


Karna pada akhirnya sikap mereka bakal berubah setelah bertemu dengan pasangan masing2 yg membuat mereka lebih dewasa.


Jan Baper ye lurrr.


Makasih buat semua dukungan kalian, sehat2 ye.