My Duda

My Duda
Eps 38



Masih di hari yang sama~


.


.


.


.


"Tessa." Panggil Satya. Wanita itu pun berbalik berbalik badan menghadap Satya kembali.


"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Teressa dengan penuh kelembutan dan sopan santun.


"Eeee ....


Nah kan Satya jadi salting😂😂


Bakalan bucin akut ngalahin double G ini mah.


"Ya?"


"Anu itu...kamu mulai kerja kapan?" Tanya Satya spontan.


"Boleh besok nggak pak, biar saya siapin keperluan saya disini dulu. Tapi kalo bapak nyuruh saya mulai kerja sekarang, nggak papa pak akan saya kerjakan." Jelas Teressa.


Nah kan jadi panjang urusannya, Satya banyak tingkah sih.


"EEe bukan-bukan maksud saya itu saya anu mau minta tolong sama kamu." Balas Satya dengan rasa grogi.


"Silahkan pak, barang kali bisa saya kerjakan. Bapak mau minta tolong apa sama saya?" Tanya Teressa.


"Tolong bikinin saya kopi hehe." Pinta Satya dengan cengiran yang menghiasi wajahnya. Teressa hanya tersenyum mendengar ucapan Satya, sebenarnya itu hanya senyuman biasa tapi Satya mengartikannya luar biasa.


"Jangan mengadi-ngadi Sat, bisa digantung bunda lu, inget!" batin Satya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Saya beli di Cafeteria, pak?" Tanya Teressa.


"Nggak usah, kamu bisa buatin kopi buat saya disitu." Jawab Satya sambil menunjuk pantry mini di ruangannya.


"Oh baik pak, saya izin bikin kopi dulu." Ucap Teressa, Satya hanya menganggukkan kepalanya.


Tak lama setelah meracik kopi buatannya, Teressa kembali ke meja Satya dan menghidangkan kopi tersebut.


"Silahkan diminum pak, ini masih panas ditiup dulu." Ucap Teressa.


"Iya makasih Tessa." Balas Satya.


"Kalo sudah tidak ada keperluan lagi, boleh saya undur diri pak?" Ucap Teressa.


"Oh boleh-boleh Tessa, silahkan. Makasih kopinya." Balas Satya.


"Sama-sama pak." Ucap Teressa dengan senyum khasnya yang manis.


Setelah kepergian Teressa dari ruangannya kini tinggal Satya yang sibuk meniup-niup kopi buatan Teressa yang masih panas.


"Si ayah kalo di buatin kopi sama bunda kayaknya biasa aja, nah gua di bikinin kopi sama Tessa kok malah pengen jungkir balik? Harus diperiksa nih mulai nggak beres!" Guman Satya.


____________________


Ghea & Gavin.


Kini Ghea tengah berada dikantor Gavin. Menuju hari pernikahannya, Ghea memutuskan untuk ambil cuti kampus hingga beberapa hari kedepan.


Keberadaannya dikantor Gavin bukan tanpa alasan, Gavin sendiri yang meminta Ghea agar datang ke kantornya dengan alasan 'kangen'


Alasan yang rada geli didenger sih, tapi kalo udah bucin kita bisa apa, ya kan.


"Gathan belum pulang, yang?" Tanya Ghea.


"Belum, jam setengah sepuluh pulangnya." Jawab Gavin.


"Ntar jemput yuk kalo pulang, ajak ke playground buat main. Eh ngomong-ngomong Gathan suka nggak sih diajak ke taman bermain gitu." Ucap Ghea.


Itulah yang Gavin sukai dari gadis bar-bar didepannya itu, penuh perhatian dan penyayang.


"Dia suka semua tempat bermain, apalagi kalo ada kamu pasti tambah semangat. But, kamu emang nggak capek musti bolak-balik terus nemenin Gathan main?" Tanya Gavin.


"Nggak lah, anak kecil seumuran Gathan tuh lagi masa aktif-aktifnya buat main kesana-kemari dan mengenal dunia luar." Jelas Ghea


******


09.30~


"Hai gantengnya mommy." Seru Ghea.


Gathan yang baru keluar dari kelasnya dengan semangat berlari menuju kearah Ghea sambil merentangkan kedua tangan mungilnya.


Grepp


"Hahaha dapet." Seru Ghea saat dapat meraih tubuh mungil Gathan, Ghea pun langsung mengangkat Gathan kedalam gendongannya.


"Mommy jemput Athan? Sama daddy?" Tanya Gathan.


"Iya dong, tuh daddy ada di mobil. Mari kita masuk, diluar panas." Ucap Ghea.


"Hai daddy." Sapa Gathan pada ayahnya.


"Hai boy, ayo masuk diluar panas." Ucap Gavin.


"Gimana belajarnya, seru nggak?" Tanya Ghea sambil menghujani wajah tampan Gathan dengan kecupan manis.


"Selu." Jawab Gathan.


"Belajar apa emang tadi di Kelas?" Tanya Ghea.


"Family." Jawab Gathan.


"Oh ya, family Gathan siapa aja sih." Kini Gathan sudah duduk di pangkuan Ghea dengan anteng nya.


"Eum daddy, mommy, nenek, kakek, oma, opa, uncle Satya?" Ucap Gathan.


"Right, anak mommy emang pinter." Ucap Ghea.


"But Gathan has no brother or sister?"


"Nanti Gathan punya." Ucap Gavin.


"Seriously dad?" Tanya Gathan sambil menatap ayahnya.


"Yeah, anak baik pasti bakal dikabulkan doanya. Jadi Gathan harus rajin-rajin berdoa, oke." Ucap Gavin.


"Okey okey okey." Balas Gathan sambil menganggukkan kepalanya berulang-ulang.


"Kenapa?" Tanya Gavin pada Ghea.


"Baper serius." Jawab Ghea.


"Astaga aku kira kenapa." Guman Gavin.


"Setelah kita nikah, ada rencana apa kedepannya?" Ucap Ghea.


"Eum nggak tau, oh mungkin buat adik-adik yang lucu buat Gathan kayaknya seru." Jawab Gavin dengan entengnya, tentu hal itu membuat bola mata Ghea melebar sempurna. Bisa-bisanya gituloh ngomong secara gamblangnya.


"Mesum sih boleh, jangan didepan anak kecil apalagi didepan anak sendiri." Gerutu Ghea, padahal sebenarnya Ghea agak malu saat Gavin berkata akan membuat adik-adik lucu untuk Gathan.


"Didepan orang dewasa boleh dong?" Ucap Gavin.


"Mau mesum sama siapa kamu, jangan macem-macem ya!"


"Nggak usah mesum didepan siapa-siapa, langsung praktek aja kalo udah halal mah." Jawab Gavin dengan diakhiri kekehan kecil.


Blushhhhh...


Gavin ketularan Ghea dah gesrek nya.


"Plis jangan mancing, masih kurang lima hari lagi. Ya allah kuatkan iman hambamu agar nggak khilaf ya Allah." batin Ghea.


.


.


.


.