
H-5
.
.
.
.
.
"Ayah serius nggak mau ikut Tya ke kantor? tumben bener?" Tanya Satya disela acara sarapan bersama keluarga itu.
"Kan ayah udah bilang mau pensiun, nggak ngerti banget kamu mah." Balas Ayah Juan.
"Pensiun? dalam rangka pengen berduaan sama bunda tiap hari terus kan, ish." Guman Satya.
"Nah itu tau." Celetuk Ayah.
"Satya masih butuh ayah loh dikantor." Ucap Satya membujuk ayahnya.
"Orang kantor udah dapet calon sekertaris buat kamu, hari ini katanya interview, kamu cek aja sendiri. Barangkali bisa bantu-bantu kamu ngurus kantor." Ucap Ayah Juan menjelaskan .
"Manja banget sih lu, udah gede juga." Seru Ghea yang ikut nyambung pembicaraan antara ayah dan abangnya.
"Bocil mana paham, bocil bucin lagi." Seru Satya menyindir adiknya.
"Mulai kan, kalian berdua ambil pisau sana, biar bunda sama ayah yang jadi wasit." Ucap Bunda Citra.
"Canda bundakuuu, ya kan Nyet." Ucap Satya yang langsung merangkul bahu adiknya.
"Iya bii." Ucap Ghea menimpali.
"Bee?" Satya mengeryitkan dahi nya.
"BABI Hahahahaahaha!!!!" Balas Ghea dengan tawa terbahak-bahak.
"BUNDA CEPET AMBILIN ABANG PISO BUND, NIH ADEKNYA MAU TYA KURBANIN NIH !!!!!"
Kedua orang tua mereka hanya geleng geleng kepala melihat tingkah laku kedua anaknya tersebut. Kadang mereka nampak akur layaknya sepasang kekasih tapi kadang mereka juga bertengkar layaknya tom and jerry.
Ya begitulah setiap keluarga punya cara tersendiri untuk membangun sebuah keharmonisan dalam rumah.
🌹🌹🌹🌹🌹
Kantor Satya~
Saat masuk kedalam perusahan Jaya Group, telinga satya menangkap suara kegaduhan disana.
"Kalian semua ngapain ribut-ribut disini? Nggak ada tugas emang, hah?!" Seru Satya dengan suara menggelegar. Aura bos nya langsung keluar, terdengar menyeramkan dan arogan. Tapi kalo dirumah mah kek hello kitty, apalagi didepan bunda, kicep dah.
Dasar Satya!
"Anu pak ini, ...
"Ngomong yang jelas lu ah!" Sambur Satya pada satpam itu.
"Beliau tidak lolos interview kerja disini, tapi tetep kekeh untuk bertemu bapak. Sudah saya larang pak, tapi beliau tetep kekeh nungguin bapak. Jadi biar saya bawa keluar saja, permisi pak." jelas Satpam itu, kembali menarik paksa seorang wanita berkerudung biru itu.
"Hei hei, wait!" Seru Satya menunjuk satpam itu.
"Iya ada apa pak?" Tanya Satpam itu. Satya pun berjalan mendekati Wanita itu.
"Alasan dia nggak lolos interview?" Tanya Satya sambil menelisik penampilan wanita itu.
Rapi, sopan, berjilbab, dan menutup auroot. Mana yang salah? pikir Satya.
"Status beliau tidak memenuhi syarat perusahaan kita, pak." Jawab salah satu dari mereka .
"Yang mana?" Ucap Satya.
"Janda."
Wanita cantik berkerudung biru itu mendongakkan kepalanya menatap sendu Satya. Menyiratkan rasa sedihnya, apa seorang janda begitu buruk dimata publik?
"Benar pak." Jawab mereka yang didominasi kaum hawa .
"Lah emang gitu yak? Alasanya." Guman Satya.
"Dulu pernah ada satu pegawai dengan status janda, dan dia ketahuan menggoda salah satu ketua tim salah satu devisi, hingga mengakibatkan kerugian akibat korupsi." Jelas mereka.
"Eh Monyet lu kira semua janda suka ngegoda laki-laki, yang dulu ya dulu sekarang ya sekarang. Lu jangan ngadi-ngadi lagi, awas lu." Seru Satya tak memandang pria atau wanita, kalo alasannya kagak nembus diotaknya ya langsung semprot.
"Maaf pak."
"Gini kalian pasang telinga kalian baik-baik! Nih perusahaan udah atas nama saya, jadi ketentuan lama harus diubah ke ketentuan baru. Yang dulu ya dulu yang sekarang ya sekarang, dan satu lagi ini perusahaan bukan punya bapak lu, maen seret orang lu. Semua status boleh kerja disini tak terkecuali janda sekalipun, lu mikir Nyet janda makan apa kalo kagak kerja." Jelas Satya, tanpa bahasa formal. Sepertinya kebiasaan mengomeli Ghea kebawa sampai ke kantor.
"Bubar semua, kerja!!! Gua gaji lu semua bukan buat ngerumpi!" Seru Satya. Semua karyawan Jaya Group pun menghambur menuju meja kerja masing-masing takut kena semprot Satya lagi.
"Dan kamu, ikut saya keruangan saya. " Sambung Satya menunjuk wanita berkerudung biru tadi.
"Baik, pak."
"Eh lu ngapain masih disini, jaga depan sono ada maling lu yang gua salahin ye!" Seru Satya pada Satpam itu.
Sebenarnya yang dilakukan Satya barusan bukan untuk tujuan songong, pamer, atau menyalahgunakan kekuasaan. Ia melakukan itu supaya pegawai dikantor itu lebih tertib dan tak membeda-bedakan yang cantik dan jelek, atau janda dan gadis, semua orang memiliki kisah sendiri-sendiri. Semua ia anggap sama soal pekerjaan.
Ruangan Satya
"Katanya mau ketemu sama saya, sekarang silahkan bicara." Ucap Satya.
"Saya butuh pekerjaan, tolong kasih saya satu kesempatan untuk bisa bekerja disini. Kerja apapun akan saya lakukan, yang penting halal." Jelas Wanita itu.
"Apapun?" Guman Satya sambil membaca surat pengalaman kerja milik wanita itu.
"Lulusan S1 bisnis, udah punya pekerjaan di perusahaan besar, kenapa berhenti?" Tanya Satya. Satya berpikir jika wanita ini adalah orang yang dibicarakan ayahnya tadi pagi.
Tapi apakah ayahnya tidak mengetahui jika wanita itu seorang janda dan bahkan menjadi bahan ejekan orang kantor.
biar nanti saya bertanya😌
"Kontrak kerja saya dengan perusahaan lama sudah habis, pak" jawabnya.
"Oh."
"Oh iya ngomong-ngomong cerai atau....
"Ditinggal untuk selamanya." jawab wanita itu.
"Oke."
"Already have children?" Guman Satya.
"I have one son."
"Oke-oke semua baik nggak ada yang menyatakan jika kamu buruk, dan maaf untuk beberapa pertanyaan yang bikin kamu risih tadi. Tujuannya supaya tidak ada yang ditutup-tutupin aja, saya yakin kamu amanah." Jelas Satya.
"Nggak papa pak, saya lebih suka mengatakan yang sebenarnya daripada ada yang ditutup-tutupi." Balas Wanita itu dengan senyum tulus.
"Kamu diterima di perusahaan ini, kamu saya tempatkan sebagai sekretaris saya, ruangan kamu ada disamping ruangan ini. Dan kamu bisa mulai kerja besok atau sekarang terserah kamu. Dan selamat bekerja sama dengan Jaya Group." jelas Satya.
"Alhamdulillah ya allah terima kasih, terima kasih sudah mau menerima saya bekerja di perusahaan anda pak-
"Satya."
"Terima Kasih pak Satya." Ucap Wanita itu dengan wajah yang nampak senang, gembira, terharu campur aduk jadi satu.
"Sama-sama Tessa?" Balas Satya.
"Haha iya Teressa, Tessa not a bad name." Balas Wanita itu yang ternyata memiliki nama Teressa.
"Okey."
.
.
janda nih bundddd anakmu bund🤣🤣🤣