
.
.
.
.
.
.
"Sayang, kamu nggak ikutan makan?" Tanya Gavin pada Ghea. Didepannya sudah tersaji satu porsi gado-gado spesial buatan Ghea untuknya.
"Eum, enggak kamu makan duluan aja ntar aku nyusul. Ayo dong cobain makanan bikinan aku, dad." Seru Ghea dengan semangat menyuruh Gavin untuk segera melahap gado-gado buatannya.
Gavin pun mulai menyuapkan sesendok gado-gado buatan Ghea dan memasukkan nya kedalam mulut. Sekali kunyah rasanya langsung meledak didalam mulut.
"Gimana, dad?" Tanya Ghea dengan penasaran.
"WOW!! Ini enak banget loh mom." Balas Gavin.
"Serius?" Tanya Ghea, dan mendapat anggukan kepala dari Gavin. Sekali praktek masakan Ghea langsung jadi, no kaleng-kaleng kan emak yang satu ini.
"Cobain deh, mom." Ucap Gavin sambil menyodorkan sendok didepan mulut Ghea. Ghea yang juga penasaran dengan rasanya pun akhirnya mencoba makanan yang ia buat tadi itu.
"Eum, enak juga ya." Ucap Ghea sambil mengunyah gado-gado itu.
"Makannya sepiring berdua ya, ntar aku suapin. " Ucap Gavin.
"Boleh-boleh." Balas Ghea.
Keduanya pun akhirnya makan siang bersama dengan menu porsi satu piring berdua.
Jangan iri
Jangan iri
Jangan iri dengki!
Usai makan siang bersama, Ghea dan Gavin menunaikan ibadah sholat Dzuhur berjamaah dikamar.
"Daddy balik kantor lagi nggak?" Tanya Ghea sambil melipat mukenanya yang habis ia gunakan untuk sholat tadi.
"Enggak ah, aku lagi males pengen dirumah aja sama kamu." Jawab Gavin. Pria itu mendudukan tubuhnya diatas sofa dan masih mengenakan pakaian koko yang digunakan sholat tadi.
"Males aja terus." Cibir Ghea.
"Gathan udah tidur siang kan mom?" Tanya Gavin sambil menengok istrinya.
"Iya, kenapa?" Tanya Ghea menghampiri Gavin.
"Nope." Balas Gavin, pria itu menepuk pahanya agar Ghea duduk diatas pangkuannya. Ghea yang paham pun segera mendudukan bok0ngnya diatas paha Gavin, dengan kedua tangan yang melingkar cantik di leher Gavin.
"Kenapa hm?" Tanya Ghea sambil membelai wajah tampan suaminya.
Duh Ghe, perhatian banget luuuu!!!!
"Kamu nggak capek?" Tanya Gavin sambil merengkuh pinggang Ghea.
Kalo dipikir-pikir nih ya, semua kerjaan rumah yang ngurusin tuh si Ghea. Dari kebersihan dan kenyamanan rumah, konsumsi Gathan ama Gavin, semuanya Ghea yang lakuin, belum lagi ditambah tugasnya di kampus. Tapi selama ini Ghea nggak pernah ngeluh atau gimana.
Yaudah lempeng aja gitu, sepandai-pandainya si Ghea ngatur waktu.
"Nggak, kenapa emang?" Balas Ghea.
"Aku kasian liat kamu repot tiap hari yank, apalagi sekarang kamu hamil. Aku nggak mau kamu sampe kecapekan terus kenapa-napa sama kalian." Ujar Gavin mengeluarkan uneg-unegnya.
"Its okey, kamu tenang aja nggak usah khawatir. Aku bisa kontrol kegiatan aku kok, supaya nggak bahayain baby kita." Jawab Ghea menenangkan kekhawatiran Gavin.
Ya gimana ye, namanya bapak siaga.
"Okey aku percaya sama kamu, sekarang cerita." Ucap Gavin.
"Cerita?" Tanya Ghea dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Hm cerita, cerita kenapa kamu pulang telat, nggak biasanya? Gathan juga bisanya ceria banget kalo pulang sama kamu, kayaknya lemes banget tadi, abis tawuran sama temannya emang?" Tanya Gavin.
"Hish mengadi-ngadi kamu, mana ada anak TK tawuran." Seru Ghea sambil memukul pelan bahu suaminya.
"Mana tau kan." Ucap Gavin sembari menyelipkan anak rambut Ghea kebelakang telinga.
Aduh kalian ini uwuuw sekali kalo lagi ngumpul sihhhh!! pengen tak sentil deh ginjalnya.
Nggak kok, canda doang:)
"Ayo dong yank, cerita." Rengek Gavin lagi. Sepertinya pria itu benar-benar penasaran dengan penyebab Ghea dan Gathan pulang telat.
Bukannya bercerita, Ghea malah mengalihkan pembicaraan dengan menyibukkan diri menciumi bibir seksih milik Gavin. Ghea menahan tengkuk Gavin dan malah memperdalam ciumannya, wanita itu tak segan melumΓ t bibir suaminya dan membelitkan lidahnya didalam sana.
"Eumhhh....
"Kamu duluan yang mulai, sayang." Bisik Gavin sambil menyusuri leher Ghea dengan bibirnya. Kegiatan itu tentu menimbulkan sensasi yang aduhay bagi Ghea, rasa geli lebih mendominasi apalagi saat lidah Gavin menyusuri permukaan kulit nya.
"Ya aku emang sengaja dad." Balas Ghea menahan leguhannya. Beuhh sensasinya cuma Ghea yang bisa ngerasain.
"Tapi bakal tetep aku tagih abis ini mom, jangan kira aku nggak tau." Balas Gavin sambil mengangkat tubuh Ghea kemudian menyingkap dress rumahan yang dikenakan Ghea kemudian menarik cd milik Ghea.
Ghea semenjak nikah rajin pake blanjuran terus ya bund, biar langsung sodok aja gitu ye kan wkwkwk.
Berubah buat suami ngga papa lah ya dapet pahala.
Dengan gerakan cepat, Ghea melepas sarung Gavin, sekarang pal Gavin cuma koloran doang.
Sek sek
Ternyata senjata pamungkas milik Pak Gavin udah on dan berdiri tegak dibawah sana.
"Buruan mom." Seru Gavin tak sabaran.
Yaelah tadi aja katanya orangnya sabaran, nah giliran begini aja ngebut.
"Sabar dad, ini agak susah tau nggak. Perasaan tiap hari makin gede aja punya kamu!" Gerutu Ghea sambil berusaha memasukkan milik Gavin pada miliknya.
Setelah mendorong beberapa kali, akhirnya milik Gavin terbenam sempurna didalam lembah nikmat milik Ghea.
"Awhhh...Shhhhh ahhhh....
"Finally!" Seru Gavin.
"Penuh dad, nggak bisa digerakin, sesek juga awhhh..." racau Ghea dengan mata terpejam dan menggigit bibir bawahnya.
"Aku juga mom, ini nikmat banget astaga." Seru Gavin ikut meracau. Pelan tapi pasti, Gavin mulai memaju mundurkan batang keras miliknya didalam goa kenikmatan milik Ghea.
"Daddy kenapa makin enak sih!!! ahhh...." Racau Ghea dengan tubuh menggelinjang kesana-kemari. Ukuran milik Gavin yang besar dan panjang membuatnya harus merasakan rasa nikmat tiada tara, Ghea terus mengerang nikmat kala senjata Gavin menghujam miliknya cukup dalam.
Siang yang terik bertambah panas karena aktifitas panas yang mereka lakukan di sofa. Tubuh menyatu dengan saling bertukar peluh juga suara erangan dan ******* yang saling bersautan menjadi saksi kegiatan ahik-ahik yang mereka berdua lakukan.
"Aku capek dad." Rengek Ghea yang sudah menyandarkan kepalanya diatas dada bidang Gavin.
"Tapi aku belum keluar sayang." Balas Gavin. Hampir satu jam bergoyang, pria itu belum mendapatkan pelepasan sama sekali. Gavin terus memacu gerakannya, lebih cepat dan agak menuntut. Ghea yang sudah kelelahan hanya bisa menerima tusukan demi tusukan yang diberikan Gavin, Ghea benar-benar tepar!
Makanya jangan mancing singa bundaaa!
"DAD!!! kamu-!"
"Ahhhhhh.....
Benih-benih kecebong Gavin menyembur bebas didalam rahim Ghea. Pelepasan yang menegangkan, karna milik Gavin membesar didalam sana membuat Ghea memekik terkejut. Ghea hampir berteriak setiap Gavin akan mencapai *******, karna rasa penuh yang membuat miliknya berkedut dan ngilu.
"Udah sayang, makasih love you. " Seru Gavin menatap sayu istrinya. Ghea menganggukkan kepalanya dan kembali menyandarkan tubuhnya diatas tubuh Gavin sambil memeluk erat leher suaminya itu menggunakan kedua tangannya.
"Capek?" Tanya Gavin sambil mengusap peluh yang ada di dahi Ghea.
"Hm." Guman Ghea dengan anggukan kepala lemah.
"Daddy keluarin dulu, anu ku rada ngilu." Cicit Ghea lirih.
"Hahahaha iya sayang aku keluarin." Balas Gavin terkekeh kecil mendengar permintaan istrinya. Gavin sedikit mengangkat tubuh Ghea kemudian mengeluarkan miliknya dari milik Ghea.
Ghea seperti anak kecil yang tengah dipangku oleh ayahnya, dengan tubuh lemas Ghea nemplok ditubuh Gavin.
"Sekarang aku tagih, cerita sama aku." Seru Gavin tiba-tiba.
"Ban taksinya bocor dad." Ucap Ghea dengan malas.
"Sebenernya tadi aku dapet pesan dari guru Gathan, katanya anak TK pulang lebih awal. Aku nggak liat karna chatnya aku arsip, lagian kamu udah jemput. Aku pikir bakal langsung pulang kayak biasanya, tapi kok malah agak lambat ya. Terus aku telfon kamu tapi nggak kamu angkat, giliran aku samperin ke sekolah Gathan kata pak Satpam kamu baru aja keluar. Harusnya aku sampe rumah kalian juga sampe rumah dong, kamu mampir kemana sama Gathan? ketemu orang dulu?" Ucap Gavin panjang kali lebar kali tinggi. Pria itu benar-benar menjelaskan maksud dan tujuannya dengan detail dan rinci agar lawan bicaranya paham.
"A-aku?" Guman Ghea kikuk, Ghea speechless mendengar penuturan Gavin.
"Iya sayang, kemana? Mampir beli jajan ya?" Tanya Gavin.
Ghea merasa tak bersalah jika harus membohongi suaminya, bagaimanapun suaminya itu telah menaruh rasa kepercayaan yang besar terhadap dirinya. Kalo dibohongin kek nggak tega banget gitu loh.
Bingung aing.
"Nggak dad, kita nggak mampir beli jajan kok." Balas Ghea.
"Terus?" Tanya Gavin sambil mengusap-usap punggung mulus Ghea.
"Okey aku ceritain." Final Ghea.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jiaahhh diskip lagi, maap ye.
Flasback nya agak panjang bunda, kan lumayan kalo dibikin satu eps lagi wkwkwk.
Jangan marahhh, ntar cepet tua.
Canda.
Sabar bentar yak, orang sabar disayang pak Gavin. Eh salah disayang Bang Sat aja ya, Pak Gavin udah ada pawangnya soalnya.
kaborrrr dulu ahπππππ