My Cold Senior

My Cold Senior
Rutinitas



Tinggalkan likebdan komentarnya ya


Agar author semangat lanjut ceritanya 😘



Happy Reading ♡♡



"Loh kok masuk kesini?" protes Mikaela ketika ternyata mobil yang ditumpanginya berbelok memasuki parkiran sebuah gedung besar



Arva tak menjawab, ia mengatur setirnya sambil fokus lihat kaca spion untuk memarkirkan mobilnya



"Turun" pintanya



"Mau ngapain?" rengek Mikaela lagi yang terlihat keberatan



Dengan sorot mata Arva yang mulai menajam saja itu berhasil membuat Mikaela mau menurutinya, walaupun terpaksa! perlu digaris bawahi ya .. terpaksa !!



Dengan penuh kemalasan Mikaela membuka seatbell nya saat Arva sudah lebih dulu keluar dari mobil yang satu detik kemudian ia sudah membukakan pintu untuknya



"Mau ngapain?" tanyanya sekali lagi tanpa menunjukkan tanda keberatannya.



"Woyyy" teriakkan yang menyerupai panggilan yang tak awam diantara para pria itu jadi sahutan pertanyaan Mikaela



Klip klip


Suara terpasangnya alarm pada mobil itu berbarengan dengan memutarnya tubuh pemiliknya



"Udah jemput tuan putrinya?" goda Vino. membuat Mikaela menekuk wajahnya menahan malu. selain godaan yang dilontarkan, ia juga baru pertama kali harus berbarengan dengan anggota geng terkenal di kampusnya ini



"Udah setengah jam nunggu nih, dasar ngaret" protes Rendra



"Sialan lu" cibir Arva sambil menoyor kepalanya.



"Anjrit !! lo yang salah ko gue yang ditoyor?" protesnya lagi



Tanpa mendengar ocehan selanjutnya Arva sudah meninggalkan teman tak tau diri itu. sebab, biasanya Rendra lah si raja ngaret



"Woyy sialan malah ninggalin" celoteh Rendra membuat Arva mengorek-ngorek kupingnya yang dianggap akan rusak jika terus mendengar ocehannya



Arva meraih lengan Mikaela dan menggenggamnya. membuat Mikaela yang sedari tadi membuntutinya dari belakang berpindah jadi di sampingnya



"Lo tonton gue dari sini" titah Arva sambil membuatnya terduduk di kursi



"Liat gimana cara gue masukin bola ke gawang ! gak mungkin ngecewain pacar sendiri"



"Pacar?" ulang Rendra dengan spontan, membuat Mikaela menyumpah serapah dalam hatinya atas ketidak hati-hatian pacar abal-abalannya ini



"Iya! mulai sekarang kita pacaran." ungkapnya


"Tepatnya 30 menit yang lalu." lanjut Arva yang berakhir dengan sikutan Mikaela pada pinggangnya sebagai tanda protes



"Serius??" tanya Rendra antusias



"Ah enggak.. maksud Arva tadi.." sangkal Mikaela terpotong



"Lo gak ngaku-ngaku doang kan?" tanya Vino yang sudah tau dengan maksud dari gadis yang digila-gilai temen gilanya ini.



"Sialan ! sejak kapan gue dapet penolakan?" pungkas Arva menyombongkan dirinya membuat Mikaela geram.



"Kenapa gak dari dulu sih?" dukung Rendra.



"Kalo gini gue kan bisa leluasa deketin Vanya." lanjutnya. ya, memang dukungannya memiliki maksud lain



"Sejak kapan gue ngalang-ngalangin lo kampret" gerutu Arva



"Emang dasar si Vanya nya aja gak pernah nganggap lo ada" cibir Vino



"Tunggu aja. dia cuman belum menyadari pesona gue" ucapnya dengan penuh percaya diri. membuat Mikaela memalingkan wajahnya untuk berekspresi mual



"Wah waahh pacar baru lo udah berani ngejek gue Arv.." protes Rendra



"Ledek aja sepuasnya Mik.. wajah-wajah kayak dia emang pantes diledek" timpal Vino, membuat Mikaela tertawa kecil mendengarnya



"Kenapa lo semua jadi godain pacar gue??" protes Arva membentangkan tubuh besarnya menghalangi tubuh gadisnya



"Wisss pacarnya gak suka broo.." ucap Rendra sedikit menjauh



"Tunggu disini" titah Arva ketika teman-temannya sudah lebih dulu ke tengah lapangan



Mikaela hanya mengangguk tanpa menjawab.



"Tau akibatnya kalo ngebantah?" tanya Arva memastikan. Siapa tau gadis itu kabur ketika Arva tak mengawasinya, bisa aja kan?



"Iya" ketus Mikaela. Ia jengkel kalau Arva sudah mengeluarkan jurus ancaman murahannya itu! sayangnya Mikaela memang takut dengannya



"Kenapa? gak suka?"



"IYA" jawab Mikaela dalam hati. jelas-jelas tidak suka. siapa yang suka diperlakukan kayak gini??



"Rutinitas gue akan jadi rutinitas lo juga !" ujarnya



"Sekarang lo pacar gue, jadi lo harus nemenin gue kemanapun" jelasnya lagi sambil mengelus pipi nya lembut




Sebenarnya dari tadi Mikaela jadi sorotan para pria yang ada disini, dengan begini maka mereka tidak akan berani mendekati gadisnya. sebab mendekati kepunyaan orang adalah hal yang memalukan dan itu menjadi pantrangan bagi setiap pria.



"Ahwww" seketika kepalanya seakan ditimpa benda yang amat sangat keras. ya, setiap kali melakukan hal semacam ini maka seakan terjadi pemberontakan dalam dirinya.



Mikaela yang tak menyadari apa yang akan dilakukan Arva, hanya ikut mengaduh sakit melihat ekspresi yang menurutnya seperti sakit yang bukan main-main



___________________



Satu jam berlalu. permainan futsal pun sudah pada tahap istirahat, mengingat keringat para pemain sudah membanjiri kaos nya masing-masing



Arva duduk di sembarangan tempat, hanya sekedar untuk mengatur nafasnya yang sudah tak beraturan minta pasokan udara lebih banyak



Dengan satu gerakan maka Arva sudah menemukan titik yang ia cari pertama kali.




orang terakhir yang ia pikirkan sebelum menutup mata dan orang pertama yang akan ia ingat setelah membuka mata.




Bahagia yang tak mampu ia gambarkan. menemukan gadis yang ia cari selama ini, bahkan dapat benar-benar memilikinya. lambat laun gadis itu pasti akan menerimanya tanpa membutuhkan ingatan sialan itu.



"Liatinnya udah kali" goda Rendra. dia lagi dia lagi! si pengacau suasana dalam segala kondisi



"Kok bisa jadian sih? gimana caranya?" tanya Rendra mulai mereaksikan kekepoannya



"Maksud gue kenapa dia mau sama lo?" ulang Rendra, meralat pertanyaannya barusan. mendengar kalimat hinaan itu sontak membuat Arva yang sedang asik minum langsung menyemburkan air yang belum sampai ke tenggorokkannya tepat di muka nya. tepat ! memang itu tujuannya



"Eh kampret emang lo dukun maen nyembur-nyembur segala" protesnya sambil melap wajahnya dengan handuk kecil yang tergantung di lehernya



"Hahahah mampus" puas Vino yang baru menghampiri keduanya



"Temen apaan lo? seneng saat temennya dapet musibah?" protes Rendra



"Ngapain dilap bego? kali aja pesona tuh bocah bisa nular, biar gadis pujaan lo pindah haluan"



Dengan otak setengahnya Rendra mengangguk setuju dengan pikiran asal Vino. "Sembur lagi Arv ! yang banyak.." pintanya sambil merem



"Sakit jiwa lo berdua" sungut Arva sambil angkat kaki dari sana atau ia akan ikut gila. di hadapan gadisnya?? itu lebih gila. ia harus lebih dulu membuat gadisnya terpana, menusuknya dengan segala pesona yang ia miliki sampai Mikaela benar-benar tak bisa pergi darinya. barulah ia bisa menunjukkan kegilaannya tanpa menutupi sifat konyolnya



"Temen lo tuh lagi cari muka" cibir Rendra



"Emang temen gue! lo temennya mana?" ucap Vino lalu ikut meninggalkan Rendra disana



"Gaada dua ! siapa coba yang tahan temenan sama mereka??" teriaknya frustasi.



"Cuman gue!!" lanjutnya sambil menjatuhkan tubuhnya di atas rerumputan stetis yang menjadi bantalannya.



"udah kan? pulang yuk.." rengek Mikaela ketika Arva baru saja duduk di depannya.



"Belum" jawabnya



"Belum selesai?"



"blBelum mulai, tadi baru pemanasan" jawabnya



"Arva serius.. ini udah sore"



"Ya emang kenapa? pulang malem juga gapapa ko ada gue ini" ucapnya santai




"Aku gak biasa keluyuran kayak gini"



"Keluyuran? nggak ko! udah jelas nemenin pacar sendiri." elaknya



"Tapi nanti paman.."



"Selama sama gue, lo gak akan kekurangan satu hal apapun" sangkalnya lagi sambil meminum jus pesananannya yang baru datang



Percuma! gak akan ada yang berubah kalau lelaki ini gak mau ya gak akan terlaksana.





Arva tertawa kecil melihat ekspresi bete kekasihnya. itu sangat menggemaskan! bahkan ia ketagihan untuk terus selalu menggodanya seperti ini



Dengan heran Mikaela melirik pria itu lagi "iya kita pulang" kata Arva sambil mengelus rambutnya pelan



Mikaela mengangguk semangat "ayok" ajaknya yang segera berdiri



"Buru-buru amat sih.."



"Lo mau tubuh sexy pacar lo diliat cewek lain?" ujar Arva sambil menunjukkan perut six pack miliknya yang tercetak jelas dari luar kaosnya yang basah karena keringat



•


•


•


Please like and comment !!