My Cold Senior

My Cold Senior
Obat



Follow instagramnya @lovelyliy_ untuk tau info tentang cerita yang aku tulis ini😉



Tinggalkan like dan komentarnya ya


Agar author semangat lanjut ceritanya 😘



Happy Reading ♡♡



"Ran.. Lo liat Mikaela?" Tanya Melvin mulai panik. Sudah mencari dari ujung ke ujung tapi gak nemuin titik terang



"Bukannya tadi sama lo?" Ucap Rani nanya balik



"Iya tadinya.. Tapi"



"Lo jangan bikin panik dong"



"Mikaela" panggil Melvin yang  melihat Mikaela muncul di depannya, belakang tubuh Rani



"Lo kemana tadi?" Tanya Melvin masih dengn sisa kepanikannya sambil memegang erat bahu Mikaela



"Lo nangis?" Tanya Melvin sambil mengusap pipi Mikaela



"Ng ngga gapapa" Mikaela memalingkan wajahnya, memberi sinyal tak nyaman dengan perlakuan Melvin



"Mikaa.." Rani menyentuh wajah Mikaela



"Lo gapapa kan?" Tambahnya.



"Lo mau pulang?" Tanya Melvin yang masih merasa khawatir



"Brengsek" geram Melvin segera menarik kerah pria yang baru terlihat ujung hidungnya



Bugh


Melvin memukul wajah Arva dengan penuh amarah



"Ka Melvin.." Panggil Mikaela berusaha menghentikan kekerasan yang terjadi



"Lo apain dia? kenapa dia nangis? Dasar anj*ng" amuk Melvin.



Arva yang menunduk karena pukulan tadi masih bisa menarik ujung bibirnya "lo bisa marah juga?" Ucapnya sambil mengangkat wajanya yang sudah memar.



Kini Melvin benar-benar mengeluarkan sisi lain dari dirinya. Ia tidak sekuat biasanya yang selalu bisa menahan diri



"Bacot"


Bugh


Pukul Melvin kedua kalinya di sisi yang berbeda



"Ka Melvin udah.." Teriak Mikaela menghalangi tubuh Arva yang tersungkur ke bawah



"Nggak. Mika dia ngapain lo? Gue gaakan biarin..."



"Tadi Arva pingsan, aku panik terus nangis" alibinya. Padahal yang membuat ia menangis adalah ketika sisi lain dari pria itu yang berusaha menciumnya, tapi ia benar-benar panik ketika pria itu tak sadarkan diri setelahnya



"Lo denger? dia khawatir sama gue!" ucap Arva penuh tekanan



Arva segera meraih lengan Mikaela dan membawanya masuk kedalam mobil sport miliknya. mobil yang ia janjikan untuk dijual setepah menolong seorang gadis yang tak dikenal beberapa waktu lalu



Mikaela seketika tertegun, ia mengedarkan pandangannya "Ini.." gumamnya tertahan



"Ja jadi kamu yang waktu itu nolong aku?" lanjutnya sambil menutup mulutnya yang menganga tak menyangka



Arva yang baru saja melajukan mobilnya hanya menoleh lalu kembali fokus pada setirnya, tak berniat untuk menjawab apapun



Sungguh amat sangat berhutang banyak pada pria ini, pria penyelamat yang bodohnya tak ia sadari kalau selama ini ada di sekitarnya




"Kalau lo inget kenapa harus nanya?"



"Kenapa gak bilang?"



"Lo pikir gue harus mengumbar-ngumbar kalo gue pernah nolong lo? buat apa?"



Mikaela tak bergeming, memang benar apa yang dikatakan pria itu. Disini, dirinya lah yang terlalu pelupa, sampai tidak mengenali sang penyelamat yang harus ia balas kebaikannya ini. Kalau tidak ada dia maka hidupnya? ah tidak.. sepertinya ia tidak akan hidup sampai selama ini



Milaela tak lagi bergeming, ia terlalu malu untuk itu. Ia melihat wajah pria itu penuh memar, perlahan Mikaela menyentuh brkas kebiruan pada pipinya



"Shh" Arva mengernyit sontak menjauhkan wajahnya



"Maaf" ucapnya merasa semakin merasa bersalah



Arva menarik ujung bibirnya, dilihat-lihat gadis ini lucu juga kalau merasa terpojokkan



"Kenapa senyum?" tanya Mikaela heran, Arva menggelengkan kepalanya pelan



"Sakit?" Tanya Mikaela ikut meringis



Arva menganggukkan kepalanya



"Tapi bisa bawa mobil kan?"



"Yang sakit pipi, bukan tangan" ujarnya



"Berhenti di depan.." pinta Mikaela



"Kenapa?"



"Udah berhenti aja kenapa sih?"



"Mau kabur? rumah lo masih jauh"



Mikaela berdecak, yah kali mau kabur kemana udah tengah malam begini? yang ada dia nyari masalah lagi kalau ketemu preman kayak waktu itu, itu namanya bunuh diri



"Beli obat, itu apotiknya disitu"



"Buat apa?"



"Astaga.. Buat aku ! banyak nanya ya, aku bisa stres lama-lama"



"Serius"



"Buat siapa lagi kalau bukan buat kamu!" kesal Mikaela



"Gue gabutuh obat selama lo ada di samping gue" pungkasnya



Deg



•


•


•


Please like and comment !!