
Tinggalkan like dan komentarnya ya
Agar author semangat lanjut ceritanya 😘
Happy Reading ♡♡
"Lucu?" Arva mengangkat sebelah alisnya lalu menggaruk kecil disana sambil tersenyum simpul
"Baru kali ini orang milih ngakuin gue lucu dari pada ganteng" gumamnya sambil melajukan mobilnya
"Tadi aku bilang apa???" Keluhnya dengan nafas terengah di balik pintu, anggap aja udah lari maraton 2 putaran lapangan kampusnya
"Whaatttt" Mikaela mengacak-ngacak rambutnya lalu menjambaknya sendiri.
"Kael kamu ngapain?" Tanya Erik yang baru keluar kamarnya heran
"Mikaela menghentikan tingkah bodohnya "Enggak kok paman" sanggahnya lalu membawa kantong belanjaannya menuju dapur
"Mau kemana?"
"Ke dapur.." jawab Mikaela sambil melihat lawan bicaranya
Erik menghampiri Mikaela lalu menyentuh keningnya "kamu gak sakit kan?" Tanyanya. Mikaela dengan segera menggelengkan kepalanya
"Sejak kapan dapur pindah ke arah sana? Apa kamarmu udah jadi dapur?"
"Ahh hmm i iya paman hehe maaf" Mikaela tertawa kecil lalu memutar tubuhnya yang salah arah. sedangkan pamannya masih mengikuti langkah keponakannya dengan tatapan aneh
"Aahhh" Mikaela menjatuhkan tubuhnya di atas kasur diikuti kedua matanya yang mulai dipejamkan
Kring kring
Suara ponsel itu menggagalkan perjalanannya ke dunia mimpi
Kring kring
"Arrghh siapasih" ucapnya gusar sambil merogoh ponsel di dalam tas kecilnya
"Ha..."
"Mik lo kesini plis" potong Rani diseberang sana
"Ada apa?"
"Gue mohon.. ini urgent"
"Kenapa? Kamu kenapa?"
"Pokonya gue tunggu lo di rumah.. kalo lo nganggep gue penting lo kesini ! Kalo enggak gue.."
Tut tut tut
"Ha halooo Ran .." panggil Mikaela sambil melihat layar ponselnya yang udah balik ke foto ibu nya.
Mikaela melihat jam wekernya yang baru menunjukkan pukul 4 sore. Tanpa lama, Mikaela bergegas mengganti pakaiannya.
"Paman.. aku izin ke rumah Rani ya" ucap Mikaela pada pamannya yang sedang menjalankan aktifitas sorenya, yang membaca koran dengan segelas kopi di meja.
"Sekarang??" Erik melihat Mikaela yang menggangguk mengiyakan seraya memohon
________________
Mikaela baru saja akan memencet bel tapi pintu sudah terbuka lebih dulu
"Mik .." Rani mengabsen tubuh yang ada di depannya dari ujung kaki ke ujung kepala
"Mikaela .. kenapa lo berantakan??"
"Udahlah gak penting. Yang penting apa yang terjadi sama kamu?? Huh"
Rani menggigit bibirnya. ia tidak yakin alasannya bisa diterima gadis itu
"Ran .." panggil Mikaela lagi
"Emm sini gue rapiin rambut lo" Rani menghampiri Mikaela dan menyisir rambut dengan jarinya
"Ran .. kamu kenapa? Apa yang gawat?" Tanya Mikaela lagi tanpa menaruh curiga
"Emm sini masuk dulu.." Rani meraih lengan gadis cantik yang kebingungan itu
"Mau minum apa?" Tanyanya lagi setelah berhasil membuat Mikaela duduk di sofa
"Ran .. jangan bilang kalo kamu bohong"
"Hah bohong? Enak aja .. enggak ko gue serius"
"Ya terus apa cepetan.."
"Emm gini.. gue gatau lo bakal khawatir atau enggak setelah gue cerita"
Mikaela mengerutkan keningnya
"Tapi serius bagi gue ini masalah yang gabisa gue hadepin sendiri!"
"Iya .. jadi intinya apa??"
"Mama gue lagi pergi ke luar kota nyusul papa.."
"Terus?"
"Gue lupa nyimpen dompet, udah dicariin dimana-mana tapi gak ketemu. Udah gitu di dapur gaada bahan masakan.. gue laper" keluhnya
Mikaela melongo dengan kisah hidup Rani yang begini dapat begitu menyiksa?
"Laper doang??"
"Ya .. emm gue juga gabisa tidur sendirian! Di rumah segede ini?? Kalo ada maling gimana??"
"Aku juga bingung kenapa di rumah segede ini gaada ART ??"
"Udah ahh yang paling utama sekarang lo temenin gue belanja bahan dapur!"
"Tapi aku gabawa uang banyak"
"Gue gak minta lo pinjemin ! Bukan gue namanya kalo gada cadangan.."
Mikaela melirik malas "Bilang aja mau ditemenin"
"Let's go" ajak Rani sambil menarik lengan Mikaela penuh semangat
_________________________
"Ran ko mie instannya banyak banget si" protes Mikaela mengembalikan beberapa ke tempatnya lagi
"Tapi itu gak sehat kalo kebanyakan"
"Yakali gue makan semua sekali waktu"
"Ya jangan keseringan Ran"
"Ya habis .. gue bisa bikin ini doang.. kecuali lo mau tinggal di rumah gue gantiin nyokap"
"Enak aja .. aku masih di bawah umur"
"Dih" Rani kembali mengabsen tiap rak makanan
"Mik ayoo"
"Istirahat dulu napa? Prencess 5 L" keluhnya sambil memakan jajanan bocah yang dipegangnya
"5 L ??"
"Lelah letih lesu lunglai elll apa ya satu lagi.."
"Lemot"
"Lemahh.. enak aja lemot"
"Itu rumah orang ish malu-maluin itu bentar lagi nyampe"
"Lagian taxi online tega banget si nurunin di ujung jalan tadi.. gak berkah tuh cewek cantik gini disia-siakan"
"Astaga.. Mik ko nyumpahin orang? Sejak kapan?"
"Ck terpaksa"
"Huh ?? Ada gitu nyumpahin karena terpaksa?"
"Ya lagian tadi tuh aku abis belanja baru mau tidur ada pengganggu nelvon eh diajak belanja lagi.. tukang belanja kali ah" keluhnya
"Serius? Sorry .. lo gak cerita sih"
"Udah ah ayokk.."ajak Mikaela mendahului Rani yang penuh dengan belanjaan di tangannya.
"ehh bantuin dong" rengeknya
"Udah deket juga" elak Mikaela tanpa menoleh
"Lo nginep yaa plis kali ini aja.. lagian besok tanggal merah"
"Tapi.."
"Biar gue yang izin ke paman lo" Rani meraih ponselnya yang tergeletak di meja
"Ran .."
"Lo tega ninggalin gue sendirian dalam sepi dan kegelapan seperti ini?" Ucapnya drama
Ctrek
Mikaela menekan stopkontak yang ada di samping sofa "udah terang" ucapnya
Rani tak perduli ia sudah menyambungkan panggilannya
_______________________
"Oii ke caffe biasa yuah" ajak Rendra pada kedua temannya yang sedang bermain play station
"Gabetah di rumah banget si" jawab Vino
"Gue juga ga betah ngurung diri" ucap Arva sambil melempar asal stick ps nya
"Aseeekkk lo emang soulmate gue" ucap Rendra semangat bangkit dari kasurnya
"Najis" nyinyir Vino
"Sirik aje lo jomblo"
"Dih ngatain .. dari pada lo gampangan" balasnya
"Anjir mulut lo gue sumpel pake kaus kaki abis dipake seminggu yang lalu nih"
"Perang aja silakan sampe besok.. gue pergi" ucap Arva mengambil kunci mobilnya sambil melambaikan tangan
"Eh perasaan itu ide gue kenapa dia nyerobot"
"Bye" Vino segera mengikuti langkah besar temannya yang lebih dulu, ninggalin Rendra yang masih pakek boxer
"Eh sialan tunggu" umpatnya
____________________
"Ayoo Mik lama banget"
"Aku lemes banget asli.. kenapa gak langsung tidur ajasih yu tidur yukkk"
"Lo jarang banget nginep! Jadi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya"
"Tukan udah firasat nih.. cuman alesan doang. Bilang aja mau keluyuran malem"
"Yaampun Mik.. ko lo jadi suudzon gitu si sama gue? Gue beneran takut dan ya gapapa kali keluar bentar orang masih jam 7 ko"
Mikaela memutar bola matanya malas. tangannya digandeng erat Rani, membuat kakinya ikut melangkah mengikuti pergerakan Rani
________________
"Ngapain dia disini?" Gumam Arva
Pria itu menghentikan langkahnya yang hendak menghampiri ketika melihat sosok lain yang tadi terhalang pelayan
Bruk
Arva menghentakkan gelasnya di atas meja.
•
•
•
Please like and comment !!