My Cold Senior

My Cold Senior
Keluaarrrr



Happy Reading ♡♡


"Oh.." Mikaela segera melepas pegangannya. ia menyamping lalu menepuk jidatnya disana


"Bodoh !!" omelnya merutuki dirinya sendiri menahan malu.


Arva tersenyum simpul melihat gadis pujaannya yang salah tingkah terhadapnya.


Arva membenarkan bahu Mikaela yang menyamping, membuat yang empunya terkesiap akan tindakan tak terduga itu


Mikaela seakan terbisu merasakan tubuh terduduknya yang perlahan didorong sampai terbaring menyentuh bantalnya


Arva masih mempertahankan senyum yang jarang sekali ia pamerkan, pria itu menahan kedua lengan gadis itu di sampingnya dengan semakin mendekatkan wajahnya kebawah, ke arah gadis yang menatapnya takut


Mikaela POV


Aku menutup rapat mataku, menahannya sekuat tenagaku. Entah apa yang akan ia lakukan dengan posisinya yang seperti ini


"Lo takut?" Suaranya terdengar lagi.


Aku hanya mempertahankan upayaku sejak tadi, pegangan tangannya terhadap tanganku pun gak berkurang sama sekali. Tanganku aja gabisa aku gerakan semauku lagi akibat ulahnya


Hening


aku memberanikan diriku untuk membuka kedua mataku, menahan ketakutanku yang selalu saja merasuk padahal itu sama sekali bukan inginku.


Aku sudah mengerti apa yang terjadi padanya, tapi kenapa aku selalu saja merasa takut??


Wajahnya gelap, senyum di wajahnya yang sempat aku lihat itu hilang tak tersisa.


"Kenapa lo takut kayak gini?" Tanyanya.


Aku bisu. Bukan gak mau jawab tapi aku pun gak tau kenapa


Arva mengangkat tubuhnya sekaligus membebaskan tubuhku darinya. ia tak bergeming dan pergi ke kamar mandi melanjutkan niat awalnya.


Tiba-tiba nafasku sesak, dadaku sakit, aku berjalan tergopoh menuju sofa yang letaknya cukup jauh bagiku yang lagi menahan sakit. aku merogoh tas kecilku dan mengambil 2 butir obat yang selalu aku bawa kemanapun.


cklek


"Mik.." suara itu terdengar parau. tidak jelas di telingaku. entah suaranya yang terlalu kecil atau otakku yang sedang menstabilkan diriku karena obat yang baru saja kuminum.


"Lo sakit?" tangan lebar itu menyentuh keningku yang tertunduk.


Author POV


Mikaela mengangkat kepalanya dengan senyum yang terukir disana


"Ini udah pagi, aku mau pulang" pintanya


Arva menggelengkan kepalanya segera "Kita belum habiskan waktu seharian" ucapnya


"Maksud kamu?"


"Sekarang lo mandi" titahnya


"Apa? dimana?"


"Disini"


Mikaela menyilangkan kedua tangannya di depan untuk menghalangi tubuhnya, sebagai jaga-jaga kalau pria itu macam-macam padanya


Arva menunjukkan senyum smirk khas nya. "Lo mikir apa?" godanya


"E enggak kok ! a aku gamau" tolaknya


Arva meraih lengan gadis yang sedang terduduk di lantai itu untuk berdiri dan menariknya menuju kamar mandi yang sama dengannya tadi.


"Lo gausah mikir macem-macem! ini ada pintu! gue gak akan ngintip" ucapnya setelah membukakan pintunya


"Ta tapi.."


"Apa lagi?"


"Aku gak pernah mandi di tolet cowok" ucapnya keberatan


Arva melihat balik pintunya "Gue gak nempel tulisan toilet cowok disini" ucapnya


"Ya maksud aku.. ini kan kamar kamu! aku gak pernah kayak gini dan.."


ucapannya terhenti ketika wajah Arva tiba-tiba sangat dekat dengan wajahnya. ia mencubit hidung bengir gadis polos yang lagi nyari alesan


"Dan gue gak akan biarin lo masuk ke kamar cowok lain"


dup dup


Mikaela membuang wajahnya ke samping lalu memutar tubuhnya dan segera masuk ke kamar mandi lalu bersandar di balik pintu sambil menyentuh kedua pipinya yang sudah memerah dan terasa panas


Arva tersenyum di depan pintu yang baru aja ditutup keras. salah tingkahnya itu lucu


Ceklek


"Ini han..duk..nyaa"


"Aaakkkkk" teriak Mikaela yang hampir menganggalkan bagian atasnya


"So sory lagian kenapa gak dikunci" Arva memalingkan wajahnya ke samping


"Keluarrrr!!" teriaknya


"O okee gu simpen di.."


"Arvaaaaa"


"iya iyaa" ucapnya sambil menyimpan benda yang dibawanya di gagang pintu


Arva mengerjapkan matanya dan menekan pelipisnya agar menstabilkan pikiran kotornya


________________________


Hening


Mikaela hanya melihat keluar jendela sejak tadi. lagian siapa yang gak ngerasa canggung setelah kejadian tadi??


Kejadian tadi mungkin sudah ia lupakan karena kalau enggak maka itu akan berbahaya baginya yang bisa saja tak akan bisa mengendalikan dirinya lagi


sudah setengah jam tapi belum juga sampai, entah kemana arah tujuannya yang gak jelas. hanya saja jalan ini sudah dilaluinya dua kali


"Sebenernya kita mau ke mana?" tanya Mikaela yang akhirnya buka suara.


Arva menoleh ke arah yang bertanya barusan "ini baru mau berangkat" jawabnya


"Haa.. terus dari tadi?"


"Nunggu lo ngomong" ucapnya sambil mengambil arah kiri atau ia akan bulak-balik di jalan itu selamanya


Mikaela memasang wajah kesal sambil mengambil helaian rambutnya yang bebas mengenai wajah ke belakang telinganya


"Di sini?" gumam Mikaela. padahal harusnya untuk sampai kesini cuman butuh waktu 15 menit.


"Kenapa harus muter-muter kayak tadi dengan alasan nunggu aku ngomong? aneh" gerutunya sambil mentap sinis ke arah pria yang sedang memarkirkan mobilnya


Arva mengmbil alih tangan Mikaela yang sedang membuka setbell nya


"biar aku.." penolakkannya segera dibalas dengan tatapan Arva yang menuntut untuk dituruti


Arva menyuruh Mikaela untuk diam dan menunggu dirinya turun lebih dulu agar bisa membukakan pintu untuknya


"Tahannn" tekannya dalam hati. semua ini bersifat sementara ! ada saatnya sifat pria ini kembali normal dan melupakannya. maka jangan sampai hatinya berharap, karena itu mustahil


*Bukannya itu kaka tingkat kita ya?


Ehh dia sama siapa sih


Beruntung banget sih cewek itu heeuum*


Baru aja Arva keluar dari mobilnya, ada 2 cewek seangkatan Mikaela sebenernya, tapi karena pakaian Mikaela yang gombrong dan beda banget dari style biasanya, yaa karena memang Mikaela pakek baju punya Arva. mana sempet ngambil baju ganti? niat banget


Mikaela menundukkan wajahnya dan menghalanginya dengan rambut terurainya agar 2 manusia itu tak menyadari kehadirannya atau ia akan dilabrak lagi oleh Monica yang akan segera tau dari cepatnya gosip yang beredar


Arva memakaikan topi miliknya pada Mikaela. agar persembunyiannya berjalan mulus. ia mengerti posisinya yang menjadi pujaan perempuan dan sudah pasti perempuan yang berhasil berada dekat dengannya pun akan ikut tersorot


jika ada dirinya memang tidak akan terjadi apa-apa tapi ia sadar bahwa kehadiarannya tak akan selalu ada untuk gadisnya, maka ini jadi pilihan agar gadisnya tidak mengalami masalah


Mikaela memutar badannya sekali lagi dan pria itu masih sibuk menebar senyuman pada gadis yang bertambah banyak mengelilinginya



"ini menyebalkan" batinnya.


"kesini hanya untuk ini?" gerutunya lagi.


.


.


Please like and comment !!