
Sampai di rumah, Sea langsung menemui keponakannya, tidak bertemu seharian saja rasanya Sea sudah sangat merindukan keponakannya, bagaimana kalau 2 bulan ke depan Kania akan memboyong keponakannya ke Australia ikut suaminya. Entahlah Sea benar – benar belum bisa membayangkannya.
Keluar dari kamar sang keponakan, Sea menemui mamanya di dapur sedang menyiapkan makan malam di bantu Bik Inah. “ Gadis mama baru pulang” tanya bu Hilda. “ia ma, tadi ada acara kebetulan pegawai di sekolah Sea juga dapat undangan” jawab Sea.
“Meskipun harus bertemu lagi dengan dokter duda yang semakin menyebalkan itu” batin Sea
“Lho kenapa malah melamun anak gadis mama, pergilah mandi” kata BU Hilda
“ia ma ini juga mau mandi padahal kan juga Sea tanpa mandi pun tetap wangi dan cantik ” kata sea
“Kata siapa, ini aja mama udah tidak tahan mencium aroma keringatmu” jawab Bu Hilda sambil mengacak rambut Sea.
“Baiklah ratu, putri mama segera mandi” kata Sea sambil mencium gemas pipi mamanya. Tapi sebelum beranjak Sea tiba tiba ingat sebentar lagi pasti akan sangat sibuk mengerjakan tesis. Ia semenjak lulus menjadi pegawai di Salah satu Sekolah Dasar Negeri tempat Sea mengajar Sea langsung mengikuti kuliah lanjutan ke S2. Dan di tahun terakhir ini, Sea sudah nulai dihadapkan dengan pembuatan tesis.
“Oh ia ma, Sea sepertinya harus urus izin ke Dinas saja ma, Sea sudah sangat sibuk mengerjakan tesis, takutnya Sea malah tidak bisa membagi waktu, mengajar tidak fokus tesisnya juga malah berantakan” kata Sea
“Mama bagaimana baiknya saja nak, mamak juga tidak mau kamu terlalu lelah” jawab Bu Hilda
“Ia sepertinya besok Sea akan berbicara dengan Kepala Sekolah Sea” Kata Sea kemudian. “Ma, Sea ke kamar ya, mandi dulu” Pamit Sea kemudian
Begitulah Sea, di rumah masih Seperti gadis kecil yang periang dan manja kepada mamanya meskipun sudah berumur 20an.e BU Hilda merasa sangat merasa bersyukur dengan ketiga anaknya yang tipe menurut dan jarang sekali membantah orang tuanya. Meskipun di awal semenjak suaminya meninggal, Bu Hilda sempat khawatir tidak bisa membimbing anak – anaknya dan mengikuti anak di luaran yang berperilaku kuranng baik. Namun ternyata, kekhawatiran Bu Hilda terbantahkan dengan anak-anaknya yang saat ini dikatakan sudah berhasil, bahkan 2 anaknya sudah membina rumah tangga dengan harmonis dan mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang mapan.
***
Pagi ini, sesuai dengan yang dibicarakan dengan mamanya, Sea berangkat ke sekolah untuk membicarakan perihal izin kepada atasannya. Sesampainya di sekolah, anak-anak menyambut Sea dengan gembira “Selamat Pagi bu Sea” begitu sapaan anak-anak.Sea menyambut salam anak – anak dengan senyum gembira dan penuh sayang.
Masuk ke dalam Kantor mendapati Ona sudah sibuk berkutat dengan layar pesegi bernama laptop. “Duarrrr..” Sea menepuk bahu Ona
“Astaga Sea, copotkan jantung Ona, kalau kena serangan jantung emang mau tanggung jawab” sembur Ona yang ketika berbicara suka berlebihan
“idiiihhh idihhhhh Ona sayang, lebay deh” Sea tertawa lepas melihat ona mendramatisir.
“oh ya Na, Pak Kepala sekolah belum datang ya, mau Izin soalnya” tanya Sea
“Mau ijin kemana, mau nikah? Eh tapi kemaren dokter itu bilang kamu udah punya suami Se, apa benar?, jangan-jangan kamu menikah diam diam?, astaga Sea aku tidak menyangka” kata Ona
Mendengar geruruan Ona, Sea tertawa “Suami dari mana, tidak mungkinlah, kalau aku menikah kamu pasti orang pertama yang aku kasih tahu, kita kan udah seperti sejoli, dimana ada Sea disitu ada Ona” canda Sea
“Awas saja kalau bohong! Memangnya kamu mau kemana se? Tanya Ona
“Sepertinya aku harus ambil izin deh Na, udah mau Tesis soalnya. Takut tidak bisa fokus mengajar sama nyusun tesisnya, kamu kan tau aku harus bolak balik bimbingan Na” beritahu Sea
“Ia juga sih Se, tapi kalau kamh izin aku kesepian dong”.
“seperti aku mau pergi jauh tidak kembali saja, kita bisa bertemu kapan saja tinggal calling, ribet amat sih Na, jangan mulai deh berdrama lagi” jawab Sea
“Baiklah Nona Sea, nih sekalian aku buatkan pengantar surat izinnya, kamu tinggal minta tanda tangan kepala sekolah, baik kan aku” puji diri Ona
“Baik, baik banget malah, saking baiknya suka memuji diri sendiri” balas Sea
Setelah kepala sekolah sebagai atasan Sea datang, Sea Segera memberitahukan rencana. Atasan Sea yang memang dari awal sudah tahu Sea mendapatkan beasiswa S2 dari Pemerintah langsung memberikan izin dan menandatangani surat pengantar Untuk diserahkan ke Dinas terkait.
“Terima kasih banyak pak! Mulai besok sampai 3 bulan ke depan saya izin ya pak, dan hari ini saya masih masuk kelas sekalian memberitahukan ke anak anak, kalau selama 3 bulan dengan guru pengganti” kata sea berterima kasih.
“Sama-sama bu, ibu izin kan bukan untuk hal yang tidak penting, tapi bagaimana agar kualitas Pendidik semakin meningkat” jawab Kepala sekolah
Bel pertanda masuk berbunyi, Sea yang memang wali kelas V Segera masuk ke dalam kelas.
***
Siang hari, Sepulang mengajar seperti biasa Sea dan Ona akan lebih sering pulang bersama. Menggunakan mobil Sea, akhirnya mereka memutuskan untuk makan sebelum pulang ke rumah.
“Ia kita makan aja dulu” jawab Sea
Menuju restoran Sea memarkirkan mobilnya. Segera Sea dan Ona masuk. Mereka memilih meja, segera pelayan menghampiri.
Setelah memilih menu, Sea dan Ona kembali ngobrol sambil bercanda.
Tanpa mereka sadari, Orang yang sudah mengusik ketenangan Ona juga ada dalam Restoran tersebut. Deon yang kebetulan makan siang dengan sahabatnya dr. Ares yang kebetulan pergi ke toilet.
“Kenapa harus bertemu lagi, bertemu lagi” sesal Deon dalam hati. Deon berusaha mengabaikan, namun mendengar tawa Sea dan sahabatnya membuatnya kembali terusik.
Sampai akhirnya dr. Ares keluar dari toilet, belum sempat Ares mendudukkan bokongnya dia melihat gadis yang seperti dia kenal “sepertinya Sea” batin Ares
Tanpa pikir panjang Ares menghampiri Sea, “Sea, ini kamu sea kan” tanya Ares
Sea menoleh dan terkejut “Ares, kok kamu bisa ada di sini, lama tidak bertemu kamu makin tampan saja” goda Sea. “oh ia kenalkan ini Ona teman Ona sekalian rekan kerja” tambah Sea
Menautkan tangan dengan Ona, Ares kembali ngobrol dengan Sea “Sea kamu makin cantik Saja” goda Ares kembali
“ya memang aku cantik dari sononya kali res” balas sea. “oh ia kamu sama siapa kemari res?”
“sama teman juga” kata Ares sambil menunjukkan Deon
Melihat Deon, Sea sedikit terkejut “Apa kamu tidak salah bawa teman Res, nanti seluruh Resto ini juga ikutan dia urusi” tanya Sea sekenanya
“memangnya kamu kenal Se?” Ares bingung bukankah selama ini setaunya Deon tidak pernah memiliki teman perempuan.
“Tidak kenal sih, tapi pernah melihat tapi lupa di mana” jawab Sea dengan sengaja mengeraskan nada suaranya
“Benar-benar keterlaluan ibu ibu aneh ini, setelah kemarin aku digoda – goda sekarang teman aku yang digoda” umpat Deon dalam hati
“Ares, kita jadi makan tidak keburu dingin ini” Deon akhirnya memanggil sahabatnya
“Ah ia, sebentar” kata Ares
“zaman sekarang hati-hati aja Res, Sudah punya suami anak puluhan tetap Saja cari keluyuran” Deon kembali buka suara
“anda apa apaan sih?” emosi Sea kembali terpancing
“kamu yang apa apaan, kemarin saya digoda goda sekarang sahabat saya, sebegitu inginnya bersuami banyak?” ketus Deon
Ona lagi lagi terkejut, apalagi Ares.
“Deon, Sea kalian saling kenal” tanya Ares. “terus Se, kamu kapan nikahnya”
“Makanya jangan dekat dekat Res, kasihan suaminya” timpal Deon dengan ketusnya
“pak dokter, bodooooooo amat! Ona mari kita pulang, selera makan saya langsung hilang melihat wajah orang yang tidak seberapa tampan ini” Sea menarik tangan Ona.
“oh ia mbak, nanti makannya taruh di meja itu aja”, kata Sea sambil menunjuk meja Deon “ nanti dia juga yang bayarin ya mbak”
Di dalam mobil Sea diinterogasi habis habisan oleh Ona “bisa dijelaskan apa maksudnya sudah bersuami?” tanya Ona
Akhirnya, Sea menceritakan bagaimana Sea pernah bertemu dan bagaimana konyolnya Sea mengaku punya anak 11, bahkan meminta Obat KB.
Ona tidak bisa menahan tawanya, sementara Sea hanya mengumpat dengan kesalnya. “puasakan kamu sekarang Ona?, kamu dengar tidak benar benar keterlaluan sekali dokter duda tadi. Ingin rasanya kucakar habis wajahnya” Sea mengeluarkan amarahnya yang dibalas tawa yang semakin keras dari Ona
“hati-hati Se, nanti jatuh cinta tau rasa jangan terlalu benci” kata ona akhirnya
“Ogahhh amit amit deh na, tidak akan” jawab Sea