Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Di Rumah Mama Hilda



Sea melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Suasana hening, sebab mama Hilda ada kondangan anak sahabatnya yang menikah.


Asisten rumah tangga juga sepertinya sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


"Sudah lama aku tidak bertemu dengan keponakan-keponakanku yang tampan dan lucu".


Semenjak kegiatan Sea yang menguras tenaga dan pikiran Sea jarang bertemu.


Sea mendial nomor telepon kakaknya Sebastian.


Tidak berselang lama, Panggilan tersambung.


"Ya halo kak, kakak apa kabar?" Tanya Sea


"Ia kami di sini semua sehat" Jawab Sebastian dari seberang.


"Keponakanku lagi apa, aku benar- benar merindukan mereka" ucap Sea.


"Barusan mereka berangkat diantar mamanya, pelajaran tambahan katanya".


"Kamu dan suami kamu apa kabar Se, kenapa tidak pernah datang ke rumah?" tanya Sebastian.


"Kami juga sehat kak, Ia, nanti kami ke rumah kakak, sekarang kami ada di rumah mama" Jawab Sea


"Ah ia, rencananya, sore ini kakak dan kakak iparmu akan ke apartemen kalian, merayakan hari kelulusanmu, berhubung kalian ada di rumah mama, jadi biar kami nanti ke sana saja". kata Sebastian dari seberang.


"Baiklah kak, aku tunggu" Balas Sea.


Senyum terkembang di wajah Sea. Rasanya tidak sabar bertemu keluarga kakaknya tersebut apalagi ke kedua keponakannya.


****


Deon mengerjapkan matanya kesadarannya belum terkumpul penuh. Dia melihat ke sekelilingnya.


Sesaat dia kemudian teringat saat ini dia berada di rumah mertuanya.


Melihat ke sampingnya Sea tidak ada.


"Kemana dia" batin Deon.


Deong mendudukkan dirinya sebelum beranjak meninggalkan kamar tidur Sea.


Deon menghampiri Sea, "Kenapa tidak membangunkan ku hmm?"


"Kamu tidur sepertinya pulas sekali" Jawab Sea


Deon melihat ke arlojinya, sudah menunjukkan pukul 4.30 sore hari.


Itu artinya dia harus bersiap ke rumah sakit bertugas kembali. Jika harus ke apartemen pasti waktu tidak memungkinkan.


Mengambil benda pipihnya Deon mendial nomor Ares agar membawa pakaian ganti untuk Deon. Deon pikir dia akan akan mandi dan berganti pakaian di rumah sakit saja.


"Kamu tadi berbicara dengan siapa? sepertinya asyik sekali" Deon bertanya dengan nada menyelidik.


"Apa kamu menelepon temanmu yang bernama Ben itu" Tanya Deon lagi.


"Tidak, aku baru saja menelpon kak Sebastian, menanyakan kabar mereka, dan juga aku merindukan keponakan ku yang lucu menggemaskan itu" Jawab Sea dengan senyum.


"Kalau begitu besok kita berkunjung ke rumah kak Sebastian, sore ini aku harus bekerja" Putus Deon.


"Tadi kak Tian mengatakan akan kemari saja, kebetulan kita di sini" kata Sea.


"Sayang sekali aku harus ke rumah sakit, padahal aku juga ingin berbincang dengan kak sebastian". Deon menyanyangkan kedatangan Kakak Sea yang datang ketika dirinya sedang bekerja.


"Tidak apa-apa, lagi pula kan kamu bukan karena ingin menghindarinya" Ucap Sea memberi pengertian.


"Tentu saja tidak, Mama kemana Se" Tanya Deon.


"Mama lagi keluar, ada anak teman mama yang menikah" Jawab Sea.


Melihat waktu terus berputar Sea segera mengingatkan agar suaminya segera bersiap.


"Mas, sudah sore nanti kamu terlambat" Sea mengingatkan.


"Hmm, ya sudah kamu tidak apa-apa di sini dulu ya, pulang kerja aku langsung kemari" Pesan Deon.


Sea menganggukkan kepalanya pertanda mengiakan.


"Aku belum tahu pulang jam berapa, nanti aku menelpon kamu, setidaknya di sini ada mama yang menemani kamu". Kata Deon lagi.


"Ia mas, aku juga rindu suasana rumah" Ucap Sea.