Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Taman Bermain



Sementara di rumah Sea mulai bosan. Bolak balik dia mengecek telpon genggamnya namun tidak ada satupun pesan datang dari suaminya.


Ingin Sea menghubungi suaminya, namun bingung harus mengatakan apa.


Beberapa kata sudah diketikkan tetapi dihapus kembali. "berlebihan" begitu pikir Sea.


"Ah sudahlah, lebih baik aku ke rumah kak sebastian" Putus Sea akhirnya.


****


Begitu sampai Sea diambut jagoan kecilnya. Joy dan Ade begitu senang melihat kedatangan auntynya.


"Yeyyyt aunty kita datang" Joy dan ade teriak kegirangan dan berhambur ke pelukan Sea.


Sea segera menyambut keponakannya dengan gemas, menciumi keponakannya dengan bertubi tubi.


"Aunty benar sangat merindukan kalian" Ucap Sea


"Kami juga aunty" Jawab Ade dan Joy. Mereka bergelayut manja di tangan auntynya.


"Loh... kamu datang Se, bukannya kakakmu bilang kami akan ke rumah mama" Tanya kakak ipar Sea yang baru saja keluar dari dapur.


"Ia kak, tidak sabar rasanya bertemu dengan keponakanku" Jawab Sea dengan menampilkan deretan giginya yang putih dan rapi.


"Kakak apa kabar?" Tanya Sea. memeluk dan menautkan pipi tak lupa sea lakukan.


"Kakak baik Se, seperti yang kamu lihat" Jawab Kakak iparnya.


Melihat Sea yang mengobrol dengan mamanya membuat kedua bocah kesayangan Sea merajuk.


"Aunty kemari ingin bertemu kami, kenapa hanya berbicara dengan mama saja" Protes mereka.


Melihat itu Sea tertawa, "Ia, aunty datang untuk kalian, ya sudah kita tinggalkan saja mama, kalian bersama aunty bermain sampai puas" Jawab Sea.


"Yey yeeyyy... ayo kita bermain ke taman aunty, sore-sore disana bermain menyenangkan" Ajak Ade dan Joy.


"Siaapppp jagoan aunty, pamit dulu ke mama yaa" Jawab Sea.


"Kak, Sea bawa Ade dan Joy ke taman ya, mereka ingin bermain di sana katanya" Pamit Sea.


"Baiklah, sepulang dari sana kita langsung kerumah mama, kakakmu sudah dijalan hendak pulang ke rumah" kata kakak ipar Sea.


"Baiklah kak, kamj tidak akan lama" Jawab Sea.


Ade dan Joy berpegangan ke tangan Sea kiri dan kanan.


Tiba di taman Ade segera meluncur ke arah teman-temannya yang juga sedang bermain.


"Niel, lihatlah aku dan Joy datang bersama auntyku, kamu bersama siapa?" tanya Ade.


Niel merupakan teman Ade dan Joy yang tinggal satu kompleks dan teman bermain sehari-hari.


"Hai, Ade, hai Joy, aku kemari bersama paman Karis" Jawab Niel sambil menunjukkan keberadaan pamannya.


Yang dipanggil paman karis itu segera menghampiri mereka.


"Hai anak-anak tampan kalian teman Niel ya" Tanya Paman Karis.


"Ia Paman, kami kemari bersama Aunty Sea" Jawab mereka dan menunjukkan auntynya.


"Paman, aku mau bermain dengan Ade dan Joy ya" Minta Niel.


"Baiklah paman akan tunggu di sini" Jawab Paman Niel


ketiga anak laki laki itu bergabung dengan anak anak lainnya dan bermain di taman.


Sebelumnya Ade dan Joy juga sudah pamit dengan aunty Seanya.


Di taman tersebut terdapat bangku taman tempat menunggu atau bersantai yang sedang bermain.


Sepeninggal anak anak Sea mendaratkan bokongnya ke bangktu tersebut, diikuti paman Niel.


"Hai, kenalkan aku karis pamannya Niel" Karis mengulurkan tangannya ke arah Sea.


Melihat itu, Sea membalas sapaan Karis dengan senyum dan membalas uluran tangan Karis.


"Aku Sea, Auntynya Ade dan Joy" Balas Sea.


Uluran tangan mereka terlepas, Setelah itu mereka mulai mengobrol ringan.


"Kamu tinggal di mana, aku sering bermain ke taman ini dengan Niel, tapi belum pernah melihat kamu sebelumnya" Tanya Karis.


"Ia, saya memang baru pertama kemari, saya tinggal di xx" Jawab Sea.