Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Mas Deon



Mendengar jawaban Sea, Deon kian mengeratkan pelukannya.


Menarik Sea dan menjadikan lengannya menjadi bantalan kepala Sea.


"Jujur saja Se, diawal aku kesal dan marah dengan keadaan yang memaksa kita harus menikah, bahkan ide konyol kerap muncul di pikiranku" Jawab Deon.


"Membuat bayi pakai jalur inseminasi misalnya" Sela Sea.


"hmmm, konyol bukan, maaf kan aku Sea, kalau aku sering menyinggung perasaanmu" Tulus Deon.


"Semakin ke sini aku mulai menikmati peranku. mulai merasakan nyaman denganmu, Jujur saja aku takut se, takut kejadian lampau terulang kembali" terang Deon.


"Kenapa takut, di meja bedah aja berani, menguasai hati masa kalah" Goda Sea.


"Beda cerita Se..." Deon mengela nafasnya.


"Deon, kalau kamu merasa aku menyinggung perasaanmu, katakan padaku agar aku bisa memperbaiki diri" Kata Sea.


"Akupun sama diawal aku memang tidak terima, namun semakin ke sini aku mulai berpikir, tidak ada manusia yang buruk, pada dasarnya semua manusia itu baik, dan aku berharap kamu juga orang baik makanya ditakdirkan menikah meski caranya ekstrim" Jawab Sea.


"Terima kasih Se, mari kita mulai dari awal, jangan menutupi apapun dari aku, bicaralah kalau kamu merasa ada yang tidak sesuai dengan hatimu" Balas Deon.


"Dan satu lagi jangan panggil Deon, aku lebih tua dari mu" Kata Deon.


"Jadi harus aku panggil apa, abang, akang atau apa" kelakar Sea.


"Memanya aku tukang siomay" Cebik Deon.


"Ya sudah, aku panggil mas saja bagaimana?" tanya Sea.


"Lumayan, tidak terlalu buruk, untuk selanjutnya kamu manggil apa, nanti kita pikirkan bersama, yang penting kita istirahat dulu" Ajak Deon.


Sea yang berada dalam pelukan Deon, mersakan degupan jantungnya yang semakin terpompa dengan cepat.


Degupan itu membuat Sea jadi tidak bisa memejamkan matanya. Sea mulai mencari kenyamanan agar degupan jantungnya tidak sampai terdengar oleh Deon.


Sea mulai begerak perlahan ke kiri dan ke kanan. Deon merasa pergerakan Sea.


"Kenapa, jangan banyak bergerak, aku mengantuk Se" Jawab Deon.


"Mmm tadinya aku juga mengantuk, tetapi sekarang sudah tidak" Jawab Sea pelan.


"Apa kamu tidak nyaman tidur dekat denganku" Tanya Deon. ada raut penyesalan diwajahnya.


"Bu.. bukan begitu" Sea kembali menjadi gugup melihat tatapan Deon.


"Jadi kenapa hmmm?". Deon menyurai rambut Sea.


Mendapat perlakuan lembut dari Deon membuat Sea kembali hilang fokus.


"Ti.. tidak apa-apa" Jawab Sea cepat berusaha menghindari tatapan mata Deon.


"Lihat aku kalau lagi berbicara" Deon menahan Sea yang melihat ke arah lain.


Kembali Deon memandangi wajah Sea, memandang bibir tipis milik Sea. Ada rasa yang tidak bisa digambarkan, Deon akui Sea memang gadis yang cantik.


Deon tidak bisa menahan dirinya, perlahan Deon mendekatkan wajahnya ke wajah Sea.


"Cupp" Kecupan Deon jatuh ke kening Sea. Sea kembali terkejut mendapatkan perlakuan Deon.


"Jangan menatapku seperti itu" Ucap Deon.


Perlahan Deon mengusap bibir Sea dengan ibu jarinya.


"Cup" Deon dengan secepat kilat mengecup bibir Sea. .


Sea yang terkejut tidak tahu harus berbuat apa dia hanya diam.


Melihat Sea yang terdiam membuat Deon kembali mengecup bibir Sea.


Deon tidak mendapat balasan dari Sea, melihat tidak ada penolakan Deon kembali mengecup dan ******* bibir Sea.


Belum mendapatkan respo, Deon menggigit pelan bibir Sea. membuat Sea seketika membuka mulutnya.


Secepat kilat Deon menjelajah bibir dan mengulum bibir Sea yang lembut.


Deon tidak melepas tautan bibir mereka, namun semakin ke dalam rongga Sea.


Merasa pasokan udara habis, Sea segera mendorong dada Deon.


"Mas Deon"....