
Sea bisa bernafas dengan lega. Percakapan yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih tersebut berakhir dengan kepulangan mereka ke apartemen untuk berkemas.
"Kenapa diam saja, kamu marah Se" Tanya Deon.
Sea menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu canggung Se, mama meman seperti itu, mama orangnya to the point" Terang Deon.
"Tapi kan kamu juga tidak harus ikutan mas" Cemberut Sea.
Deon menghela nafasnya. sepertinya Sea tidak nyaman dengan itu.
"Jadi aku harus bagaimana Se?" Tanya Deon
Ditanya seperti itu membuat Sea menjadi bingung. Entahlah dia juga bingung. Mungkin seperti itulah wanita, ditanya bagaimana jawabnya terserah.
"Nanti juga lama kelamaan kamu akan terbiasa dengan kebiasaan keluargaku, maaf kalau kamu merasa tidak nyaman" Pungkas Deon.
Sea menjadi serba salah, ada rasa tidak enak dihatinya.
Namun demikian Sea hanya menganggukkan kepalanya.
****
Setelah mempersiapkan semuanya, dan memastikan tidak ada sesuatu yang tertinggal maka di sinilah mereka berada.
Ares telah memesanpesawat first class membuat Sea dan Deon benar benar terlihat nyaman.
Sekitar pukul sembilan mereka sudah mendarat di Bali. Segera mereka menuju Hotel yang sudah dipesiapkan oleh Ares.
Hotel dengan kelas President suite class memang sangat cocok untuk mereka berdua yang butuh kenyamanan.
Memasuki kamar hotel, Sea sudah disuguhkan dengan pemandangan yang memanjakan mata. Meski sudah malam namun tidak menutup keindahan pemandangan tersebut.
"Indah Sekali" Gumam Sea.
"Apa kamu menyukainya" Tanya Deon.
"pastinya, aku sangat menyukainya, aku tidak sabar untuk bermain ke pantai besok" Ucap Sea dengan Antusias.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita makan malam saja terlebih dahulu, kamu pasti lapar" Ajak Deon.
Sea mengiakan ajakan suaminya, karena merasa lelah mereka memilih makan tanpa keluar.
Selesai makan, mereka kini duduk di sofa merengangkan otot yang terasa kaku.
Sea mendudukkan bokongnya di dekat suaminya.
"Kapan terakhir kali kamu liburan" Tanya Deon tiba tiba
"Sudah lama, dua tahun lalu aku bersama Ona memang kemari" Jawab Sea.
"Hanya berdua" Tanya Deon dengan menyelidik.
"hmmm jadi bersama siapa lagi, hanya nyaman pergi dengan Ona" Jawab Sea.
"Syukurlah, aku pikir kalian pergi bersama pasangan" Deon mengelus dadanya membuat Sea melihatnya kesal.
"Berlebihan sekali" Kesal Sea.
Deo tidak bisa menahan tawanya melihat wajah kesal Sea.
"Jangan suka marah marah nanti cepat mengeriput" Deon kembali mnggoda Sea.
"Lagian mas ada ada saja".
"Kamu tidak mandi?" Tanya Deon.
"Mas saja duluan, aku masih terlalu kenyang" Jawab Sea.
Deon segera memasuki kamar mandi. Deon benar-benar sudah tidak nyaman mengenakan pakaian yang terasa sudah lengket karena keringat.
Deon keluar dengan rambut yang masih basah. Mengeringkan dengan handuk kecil ditambah hanya menggunakan handuk sebatas pinggang.
Lagi-lagi Sea hanya bisa memalingkan pandangannya ke tempat lain.
Postur tubuh Deon benar benar menggoda untuk kaum hawa mana saja yang melihatnya.
"Apa dia berniat memamerkan bentuk tubuhnya" Gerutu Sea namun masih menyempatkan mencuri pandang ke arah Deon.
"Se, aku sudah selesai kamu mandilah sekarang, mandi terlalu malam tidak bagus" Saran Deon.
Sea menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, Kamu cepatlah berganti pakaian, kebiasaan sekali tidak bawa pakaian ganti ke dalam" Gerutu Sea.
"Kenapa, apa kamu sangat takut tergoda" canda Deon.
Sea mencebikkan bibirnya malas. kemudian beranjak meninggalkan Deon segera memasuki kamar mandi.