
Deon dan Sea menjalani hari-harinya dengan kebahagiaan yang mereka ciptakan.
Semakin hari, keduanya semakin saling mencintai dan melengkapi.
Tidak terasa pernikahan mereka sudah menjalani bulan ke lima.
Seperti biasa, Setiap pagi keduanya akan saling membantu untuk menyiapkan sarapan pagi.
Pagi ini, Deon tidak bisa mengantarkan Sea ke tempatnya mengajar, ada banyak jadwal pekerjaan yang tidak bisa ditunda mengharuskannya pagi sekali harus sampai ke rumah sakit.
"Sayang, hati-hati maaf tidak bisa mengantarkanmu ke tempat kerja" Kata Deon.
"Ia tidak apa-apa"Sea memaklumi pekerjaan suaminya yang jadwal kerjanya tidak menentu.
Sea pamit dengan mengecup punggung tangan suaminya, dibalas dengan kecupan hangat dari suami di keningnya.
Tetapi Sea bersyukur suaminya selalu menyempatkan untuk mengantar dan menjemput istrinya ketika jadwal tidak begitu padat.
Sea mengendarai mobilnya sendiri dengan kecepatan sedang dia memutar musik menemaninya dalam perjalanan.
Sea memasuki area sekolah tempatnya mengajar. Sea selalu berupaya untuk hadir lebih awal ke sekolah.
Murid-murid belum begitu banyak yang datang, sebagian siswa melaksanakan piket kebersihan sekolah, dan sea akan selalu mengawasi anak-anak yang piket.
Seluruh halaman sudah rapi dan tiba waktunya untuk berbaris. Sea mulai membariskan anak-anak memberikan arahan ke pada anak didiknya.
Kini anak - anak mulai memasuki kelasnya masing-masing setelah dibubarkan oleh Sea
Halaman sekolah mulai sepi, semua anak-anak memasuki ruang kelas masing-masing.
Sea memilih masuk ke ruang guru mengerjakan beberapa administrasi kelasnya yang belum rampung dikerjakan. Di jam pertama kelas V belajar Pendidikan olah raga. Sehingga sea tidak masuk kelas, melainkan guru olah raga.
Sementara guru yang lain sudah mulai melasanakan pembelajaran di kelas masing-masing.
Suryo, Kepala Sekolah di tempat Sea mengajar menyapa Sea yang terlihat sangat serius.
"Selamat pagi bu Sea, serius sekali kelihatannya" Sapa Pak Suryo
"Selmat pagi pak, Ia ada sedikit administrasi kelas yang harus saya selesaikan" Jawab Sea dengan tersenyum.
"Baiklah, silahkan lanjutkan Bu" Ucap Kepala Sekolah dan memasuki ruangannya berbentuk bilik di dalam ruang guru.
"Terima kasih pak" Jawab Sea dan meneruskan pekerjaannya.
Melihat ke arah ponselnya ternyata suaminya yang melakukan video calling.
Menggeser tombil angkat, Sea menerima panggilan suaminya.
"Sayang, Apa kamu lagi sibuk?" Tanya Deon dengan menampakkan wajahnya.
"Tidak begitu sibuk, lagi jam kosong" Balas Sea dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Mas, apa tidak sibuk, kenapa tiba-tiba menelpon? Sea bertanya balik.
"Tidak apa-apa hanya ingin saja, sebentar lagi mas harus meeting, Ares sedang mempersiapkan berkasnya" Jawab Deon
"Ooo" Sea ber oo ria.
"Kenapa hanya oo... berikan suamimu semangat, ini pertemuan penting doakan saja agar lancar kerja sama ya" Ucap Deon lagi.
"Bagaimana caranya, haruskah aku katakan dengan keras dari sini Semangat dokter kesayanganku" Seloroh Sea dengan senyum dan menampakkan deretan giginya yang putih.
Deon terkekeh dengan jawaban Sea,
"Tidak perlu, melihat wajahmu saja dan berbicara seperti ini sudah penyemangat buat aku"
"Gombal Sekali" Cebik Sea
Melihat Sea mencebik membuat Deon kian gemas.
"Sayang, Sepertinya Ares sudah selesai, kami berangkat sekarang" Deon hendak mengakhiri video callnya.
"Mas tunggu sebentar, jangan di matikan" lata Sea
"Kenapa sayang?" Tanya Deon dan pandangannya kemari tertuju ke Layar pipihnya.
"Semangat, semoga kerja samanya lancar," Ucap Sea
"Terima kasih sayang" Balas Deon dengan senyum pula.
Disemangati oleh kekasih hatinya membuatnya memiliki semangat yang meningkat beberapa kali lipat pula.
Mereka menutup panggilannya, Deon dan Ares meninggalkan ruangan direktur rumah sakit menuju Perusahaan yang akan menjalin kerjasama dengannya.
****