
Di dalam kafe tinggal Deon dan Ares. Ares yang kesal dengan Deon sedikit uring - uringan. “Kau ada - ada saja, baru juga ketemu. Sea itu sahabat aku, ditinggal kan jadinya”
“Pilih mana, diam atau lembur sampai pagi” ancam Ares
Sontak saja Ares menutup mulutnya.
Begitukan manis, ini dari tadi berisik perkara wanita aneh.
“namanya SEA, S E A bukan wanita aneh” Ares kembali kesal “lagian heran, kenapa kalau berdekatan dengan Sea kau gak ada wibawa wibawanya sih.. kesal kesal jatuh cinta tau rasa” omel Ares
“cihhhh jatuh cintaaa… nggak bakalan. Udah Berisiknya, terserah kau, berkencanlah tapi jangan dengan wanita aneh itu. Merusak suasana saja” balas Deon
****
Sudah dua minggu Kania kakak Sea diboyong suaminya kembali ke Australia. Kondisi kesehatan dan pemulihan Kania dan bayinya Carlos yang sudah memungkinkan sehingga diizinkan untuk kembali. Hal itu membuat Sea yang sudah terbiasa mendengar kakaknya cerewet dan keponakannya yang lucu menggemaskan itu merasakan sunyi.
Namun, 3 hari lalu kakaknya tertua Sebastian mengabarkan bahwa hari ini mereka akan tiba di Jakarta dan menetap di Jakarta. Setelah menimbang nimbang Sebastian memutuskan pindah tugas ke Jakarta. Mengingat usia mamanya Ratih yang mulai dimakan usia mereka tidak ingin jauh dari mamanya. Bukan tidak mungkin Sea yang saat ini masih tinggal bersama mamanya dalam waktu dekat menemukan jodohnya. Begitu pikiran Sebastian.
Meskipun rencananya Sebastian tidak akan tinggal serumah dengan mamanya, namun setidaknya mereka tidak berjauhan. Sebastian sudah membeli sebuah rumah di salah satu komplek yang tidak jauh dari kediaman mamanya. Hanya memakan waktu 20 menit jaraknya dari rumah mamanya.
Sebuah mobil memasuki pekarangan Rumah Ratih, sudah bisa dipastikan itu Sebastian dan istrinya Clara dengan dua putra kembarnya Ade dan Joy.
Memarkirkan mobilnya, dua bocah segera keluar dari dalam mobil dan menghambur ke pelukan Sea yang sudah menunggu dari tadi.
“Aunty Sea… kami rindu” Ade dan Joy berlari
“Hati-hati nak, nggak boleh lari lari” Seru Clara yang baru saja keluar dari mobil
Ratih yang juga sudah menunggu anak dan cucunya segera menghampiri. Sebastia dan Clara segera menghampiri mamanya. Mencium punggung tangan dan memeluk Ratih.
Ade dan Joy kini bergelayut manja kepada Sea, setelah memberikan salam kepada wanita yang mereka panggil Oma,
Bik inah segera menghampiri dengan membawa beberapa gelas minuman. Meletakkan minuman di atas meja Bik Inah menyapa Sebastian.
“Pasti capek ya nak… ini minum dulu” Kata Bi Inah.
“Ia ni Bik, makasih banyak..” Jawab Sebastian sopan
“Kalau begitu bibi ke belakang ya nak, Permisi” Pamit Bi Inah
Sepeninggal Bi Inah Sebastian kembali melanjutkan perbincangan mereka.
“Oh ia nak… rencana syukuran di rumah yang akan kalian tempati gimana?” tanya Ratih
“Sabtu ini rencananya mah,, sekalian memperkenalkan keluarga ke tetangga juga” Jawab sebastian.
“Terus Clara gimana nak, apa tidak keberatan pindah pindah begini?” Tanya Ratih kepada Clara
“Ya tidak apa - apa kok ma, namanya juga ikut suami.. Selama ini juga Clara udah nggak kerja, mau ngurus Ade dan Joy, kasihan mereka ditinggal terus sama pengasuh” Balas Clara
Clara yang juga berprofesi sebagai dokter memutuskan resain dan menjadi ibu rumah tangga mengurus suami dan kedua putra kembarnya. Apalagi Usia Ade dan Joy yang membutuhkan perhatian ekstra.
“Mengurus Sebastian tidak kerepotan kan”? canda Ratih
“memangnya berani” Sebastian menimpali
Begitulah Ratih, yang dekat dengan anak-anaknya. Clara menantunya diperlakukan selayaknya anak kandung, sedangkan Clara yang sudah yatim piatu merasakan kehadiran orang tuanya kembali.
***
Seperti waktu yang sudah direncanakan, Sebastian melaksanakan syukuran di rumah barunya. Tidak ada yang menyangka ternyata mereka satu komplek dan berdekatan dengan kediaman keluarga Johan.
Tamu - tamu mulai berdatangan, Sebastian dan clara menyambut tamu dengan ramah. Pasangan serasi itu berdiri dengan menggunakan yang senada. Tidak heran undangan yang datang memuji pasangan tersebut. Jangan lupakan dua jagoan mereka yang terlihat sangat tampan malam ini.
Johan dan Agatha juga hadir di acara tersebut. Agatha tidak lupa mengajak Deon, entah bagaimana caranya Deon tidak akan bisa menolak ajakan mamanya. Deon yang menjanjikan akan datang menyusul membuat Agatha dan suaminya telah sampai di acara terlebih dahulu.
Agatha dan suaminya menghampiri Hilda, Johan menyalam Hilda “Apa kabar bu Hilda, maaf saya benar benar tidak tahu atas kepergian papanya Sebastian”
“Tidak apa - apa Pak Johan, Silahkan dinikmati hidangan yang sudah disediakan” Hilda mempersilahkan dengan ramah
Malam itu Sea yang mengenakan Dress sangat terlihat cantik. Bersama dua keponakannya Sea yang baru saja akan menaikkan kakiknya ke tangga menuju lantai atas dikejutkan dengan sapaan Agatha.
“Sea,, ternyata kamu di sini dari tadi tante cariin”
“Eh tante… baru datang ya.. Sea tadinya mau ke atas, Ade sama Joy sepertinya mulai gak betah pengen bermain di atas” jawab Sea
“Anak Sebastian tampan sekali, sama seperti papanya tapi ada mirip miripnya dengan kamu Se,” Puji Agatha
“Makasih tante… Om sama siapa kemari, om dimana ?” Sedikit waswas Agatha datang dengan anaknya yang menyebalkan itu
“Ah iaa… tante sama Om kamu,, tadi minta izin ke toilet” Jawaban Agatha membuat Sea lega. Kalau yang datang dengan Deon, bisa bisa suasana hati Sea berubah jadi buruk.
Tetapi dugaan Sea salah, dipertengahan acara, tiba - tiba saja dikejutkan kedatangan Deon dan Ares. Sea yang kebetulan duduk di meja yang sama dengan Agatha dan Johan harus berusahan menahan suasana hati yang tidak enak.
Ares sudah bisa menebak dua manusia di dekatnya itu sudah mengambil ancang - ancang untuk berdebat. Beruntung rasanya Ares bisa ikut ke acara itu, ternyata acara keluarga kakaknya Sea. Padahal tadinya sudah menolak. Namun ancaman potongan gaji dan lembur yang berlebihan dari Deon membuat Ares ikut serta ke acara ini, Deon bilang tidak akan ada yang diajak ngobrol. Eh taunya ada lawan berdebatnya.
Deon berusaha mengabaikan Sea diantara mama dan papanya. “Maaf ma, pa lama,… sedikit macet tadi” Deon mengedarkan pandanganya ke depan.
“dr.Sebastian, bukan nya itu Sebastian Dokter penyakit dalam ya ma?” Tanya Deon
Deon yang sudah sering bertemu dengan Sebastian ketika ada acara yang berkaitan dengan dunia ke dokteran. Bahkan, Bulan yang lewat juga mereka berada di hotel yang sama ketika mengikuti seminar kesehatan, dan pembicaranya Sebastian salah satunya.
“Ia, itu Sebastian anaknya tante Hilda, kakaknya Sea” Jawab Agatha
Deon sedikit terkejut “Kok bisa gitu ya, kakaknya bisa calm, smart, punya adik pecicilan” Deon geleng geleng
Meski diucapkan pelan oleh Deon masih bisa didengar yang ada di meja tersebut.
Deon mendatangi Sebastian dan Clara “Dokter Sebastian, tidak menyangka bisa bertemu lagi dok, selamat ya dok” Deon memberikan ucapan selamat
“Ah ia,, dokter Deon, Senang sekali atas kedatangan dokter, tidak menyangka juga bertemu kembali”
Karena undangan sudah banyak yang pulang sehingga Deon dan Sebastian bisa ngobrol.
Tidak lama kemudian, Ona yang kebetulan diundang oleh Sea datang ke acara tersebut.