
Siang itu seorang wanita juga hendak makan siang di restoran di mana Deon dan istrinya. Sungguh sesuatu kebetulan.
Bella mantan istri Deon, cukup terkejut dengan kemunculan mantan suaminya yang terlihat semakin tampan, dan yang paling mengherankan dia menggandeng seoranh wanita.
Bella, beberapa tahun ini selalu mencari keberadaan Deon dan juga ingin menemui sang mantan suami.
Semenjak kejadian dia yang berkhianat dengan Alex, di situ pula mereka tidak pernah lagi bertemu, apalagi berbicara.
Bahkan saat sidang perceraian pun Deon tidak pernah menampakkan batang hidungnya.
Sehingga seperti keajabaian baik sedang berpihak kepadanya Bella merasa memiliki kembali kesempatan untuk bertemu dengan Deon.
"Aku sudah menunggu begitu lama, akhirnya aku memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya" Bathin Bella dengan senyum terbit di wajahnya.
Bella yang semenjak bercerai dengan Deon berharap dijadikan ratu satu-satunya oleh Alex, namun tidak sesuai ekspetasinya dia hanya dijadikan Alex sebagai pemuas hasratnya.
Ketika Bella memprotes, Alex akan selalu menertawakannya, "Bukankah kau yang meminta untuk menjadikanku pelampiasan dari rasa haus hawa nafsumu,, lalu kenapa kau menuntutku untuk menjadikan mu satu satunya wanita dalam hidupku, jang bermimpu" begitu umpatan yang dia dapat dari Alex.
Bella yang terlahir sebenarnya berasal dari keluarga yang lumayan berada, ditambah dengan menikahi Deon membuatnya semakin hidup dalam berkecukupan.
Semenjak bercerai, hidupnya kembali ke keluarganya, tetapi karena gaya hidupnya yang ingin selalu glamour membuatnya memutuskan bertahan di samping Alex meski tanpa status yang jelas. Hubungan mereka hanya sebatas ranjang,.
Dia juga sudah memutuskan tidak lagi bekerja di rumah sakit, sebab dia tahu dengan bekerja waktunya akan berkurang melayani Alex, kegiatannya hanya menjadi pemuas hasrat Alex dengan harapan mendapat pengakuan dari Alex.
Tetapi beberapa bulan belakangan Alex seakan enggan menemuinya. Ketika ditelpon pun selalu dengan alasan yang sama, sibuk.
Pun dengan aliran dana juga berkurang dari waktu sebelum-sebelumnya. Bella pun mulai kalang kabut.
***
Namun hari ini, angin segar seakan memenuhi seisi rongga dadanya.
"Alex sialan, kau juga sebentar lagi akan kubuang, aku akan bersatu kembali dengan mantan suamiku, Deon ku" Gemuruh Bella dalam hatinya.
Semangatnya yang menggebu-gebbu, membuatnya mengikuti arah laju kendaraan yang Deon.
Sea yang tidak tega melihat suaminya harus bolak balik memutuskan ikut ke rumah sakit. hitung-hitung menemani suami bekerja. begitu kata Sea.
Turun dari mobil, Sea dan Deon berjalan menuju gedung rumah sakit.
"Sayang, benar tidak apa-apa ikut ke sini kan" Tanya Deon memastikan.
Sea menggenggam tangan suaminya, dan mengajaknya berjalan.
"Ia, sekalian ingin patroli manatau suamiku suka melihat yang bening-bening" Seloroh Sea.
Deon menyentil kening Sea dengan pelan.
"Tidak akan, istriku sudah yang tercantik buat aku" Balas Deon.
Mereka memasuki ruangan Direktur di sana sudah ada Ares yang selalu setia membantu pekerjaan Deon.
Sea tersenyum melihat keberadaan Ares di balas oleh Ares.
"Sayang, tidak usah tersenyum ke dia" Deon memprotes.
Ares hanya menggelengkan kepalanya, "Benar-benar menyebalkan, posesif yang berlebihan" Cibir Ares, dia tahu Deon hanya bercanda.
"belum tahu saja dia, bagaimana rasanya menikah" Balas Deon pula.
Sea mendudukkan bokongnya di sofa, Sementara Ares dan Deon mulai membuka beberapa dokumen.
Sea hanya menjadi penonton yang baik tidak ingin mengganggu.
"Suamiku, semakin tampan ketika bekerja" Puji Sea dan tanpa sadar senyum terbit dibibirnya.
Pandangannya tidak lepas dari Deon. sungguh dia dibuat terpesona berkali lipat.