
Sea keluar dari kamar mandi dengan rambut basah lengkap dengan pakaian tidur celana pendek dengan baju lengan pendek.
"Kenapa harus keramas lagi, sudah larut malam" Deon membuka suara
Deon bangkit dari tidurnya dan membantu Sea mengeringkan rambutnya.
Wangi rambut Sea menusuk indra penciuman Deon.
Dengan telaten Deon mengeringkan.
"Mas, kamu sepertinya mahir sekali mengeringkan rambut wanita, kenapa tidak menjadi hair stylist saja?" goda Sea.
"Ide yang bagus akan aku pikirkan" Jawab Deon sekenanya.
"Baguslah, jadi aku tidak akan perlu mengeluarkan biaya ketika perawatan rambut" Kata Sea dengan tersenyum mengejek.
"Ia, dan aku hanya akan menerima pasien wanita yang cantik, bagaimana?" Tanya Sea menggoda Sea balik.
Sea mendelikkan matanya, "coba saja berani memegang rambut wanita lain".
Deon terkekeh melihat wajah menggemaskan Sea. Mengacak rambut Sea yang sudah rapi.
Sea Menghadapkan tubuhnya menghadap Deon.
Pandangan mereka bertemu, Deon menatap dengan dalam mata Sea yang bening.
Perlahan Deon memagut bibir Sea yang sudah begitu menggodanya sedari semalam.
Bahkan ketika Sea keluar dari dalam kamar mandi ingin rasanya Deon segera menerkamnya.
Hening tanpa ada suara yang terdengar hanya decapan tautan lidah dan bibir dari kedua insan tersebut.
Nafas Sea terengah engah begitu tautan itu lepas kemudian segera menghirup oksigen sebanyak banyaknya.
Deon kembali merebut bibir sea ke dalam pagutannya, belitan lidah dan bertukar saliva seakan menjadi candu mereka.
"Se... bolehkah? Tanya Deon dengan berkabut gairah.
Sea menganggukan kepalanya dengan malu -malu, rona merah ikut terpancar di kedua pipi Sea.
Tanpa melepas pagutannya, Deon mengangkat tubuh Sea menuju ranjang.
Sentuhan dan perlakuan dari Deon membuat Sea harus menggigit bibirnya kuat menjaga agar suara laknat itu tidak keluar dari mulutnya.
Sea mulai menggeliatkan tubuhnya, intinya terasa ikut berkedut dengan permainan lihai suaminya.
Wajar saja, suaminya yang sudah sempat menjadi duda tentu saja sudah berpengalaman dalam memuaskan wanitanya.
"Maasss" ******* itu akhirnya lolos dari mulut Sea.
Mendengar Sea, membuat gelora dalam diri Deon semakin membara.
"Sebut namaku sayang" Deon kian membuat Sea kian menggelinjang.
Sea semakin tidak bisa mengendalikan dirinya, layaknya ular yang menggeliat geliatkan tubuhnya.
Hawa panas kian menjalar di dalam ruangan tersebut
"Lakukan yang kamu mau mas" Ucap Sea dengan terengah.
Dengan perlahan Deon mengarahkan Juniornya ke inti Sea "Aku akan melakukan dengan perlahan".
Berapa kali Deon mencoba inti Sea yang masih sempit tetapi tidak bisa diterobos Juniornya dengan sempurna.
Sea mulai meringis karena merasa nyeri, hingga ke berapa kalinya dengan hentakan yang sedikit kuat inti Sea berhasil diterobos dengan sempurna.
Sea menggigit lengan Deon karena rasa sakit yang dirasakan.
"Sakitnya hanya sebentar, setelah ini kamu pasti ketagihan" Bisik Deon ditelinga Sea.
"Kenapa sakit sekali" Rintih Sea
runtuh sudah pertahanan Sea dan sah menjadi milik Deon seutuhnya.
******* saling bersahutan diantara keduanya. Peluh membanjiri keduanya. Ruangan yang Ber AC tidak mampu mendinginkan kegiatan mereka.
Sea bahkan sudah mendapatkan pelepasannya berkali kali dan Deon belum ada tanda tanda akan mengakhiri permainannya.
Deon merasa sesuatu akan meledak di bawah sana, dia kian memompa dengan cepat.
"Tahan sebentar kita keluar bersama sama" Pinta Deon dengan nafas terengah engah.
Dan tidak lama erangan kenikmatan sudah tidak bisa mereka tahan.
Semburan lahar panas sukses keluar dari junior Deon memenuhi inti Sea.
Deon Memeluk tubuh Sea dengan erat.
Tanpa berniat mengeluarkan juniornya dari inti Sea.
"Terima kasih sayang, kamu sudah menjaganya untuk aku" Deon menciumi Wajah Sea berkali kali.
"Aku harap Deon junior akan segera hadir di sini" Ucap Deon dengan membelai perut rata Sea.
Sea membalas ucapan Deon dengan senyum manisnya. "Semoga saja mas".
"Aku juga bahagia akhirnya bisa menyerahkan nya untuk suamiku" Jawab Sea.
"Mas... itu kenapa tidak dikeluarkan" Tanya Sea.
Sea merasakan benda yang masih menempel di intinya kembali mengeras.
"Once more again honey, dia menginginkannya kembali" Ucap Deon.
Tanpa menunggu jawaban Sea , Deon kembali melancarkan aksinya hingga beberapa kali lahar panas memenuhi inti Sea.
Malam itu Sea memasrahkan dirinya untuk suaminya. Dan kini Sea sudah memberikan sesuatu yang berharga yang dimiliki untuk suaminya.
Waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. Pasangan suami istri itu kini sudah membaringkan tubuhnya yang merasa lelah dalam kegiatan panas mereka.
Saling memeluk mereka akhirnya memejamkan mata untuk beristirahat.
"Semoga apa yang baru kita mula dengan indah, akan indah untuk selamanya" Harap Sea sebelum memejamkan matanya.