Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Kembali Bekerja



Waktu cuti Sea berakhir dan hari ini dia sudah akan memulai kembali untuk mengajar.


"Sayang, bangunlah... " Deon menepuk pipi Sea dengan lembut.


Sea melenguh merasa terganggu dengan tepukan Deon.


"Apa kamu tidak mengajar hari ini, bukankah cuti sudah berakhir?" Tanya Deon lagi.


Seketika Sea membuka matanya, dia sungguh tertidur dengan pulas hingga pagi ini.


Kegiatan panas mereka tadi malam tak urung membuat tubuh Sea begitu lelah dalam melayani hasrat suaminya.


"Ya ampun aku sampai bangun kesiangan" Keluh Sea.


Melihat Sea yang masih bermalas-malasan membuat Deon berinisiatif membawa istrinya ke kamar mandi.


"Ya sudah, biar aku saja yang memandikan" Deon berkata dengan sangat lembut.


Sea tentu saja tidak mau, sebab dia yakin suaminya tidak akan benar-benar akan memandikannya.


"Tidak perlu mas, biar aku saja" ucap Sea begitu dia diturunkan.


"Baiklah, segera mandi, aku menunggumu" Deon mengecup bibir Sea sekilas sebelum keluar dari kamar mandi.


"Is... mas, aku baru bangun tidur"


Deon meninggalkan Sea mandi sendirian. Deon menyiapka sarapan untuk mereka, satu cangkir susu dengan roti.


"Mas, maaf aku sampai tidak sempat sarapan" ucap Sea begitu turun ke bawah dan mendapati suaminya sudah menyiapkan sarapan untuk mereka. Sea terlihat sangat menyesal


"No problem sayang, aku memakluminya kamu pasti kelelahan, duduklah" Perintah Deon.


Sea duduk dan mulai menyeruput susu hangat yang suaminya siapkan juga roti.


"Aku akan mengantarkanmu hari ini" ucap Deon begitu selesai sarapan.


"Apa tidak akan merepotkan, bukankah aku bisa bawa mobil sendiri?" ucap Sea.


"Tidak ada penolakan, ikuti saja apa yang suamimu katakam" ucap Deon dengan nada tidak ingi ditolak.


"Ya, baiklah selama itu tidak merepotkan mu mas" Jawab Sea akhirnya.


******


Deon mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, Sebelah tangannya menggenggam tangan Sea dan sebelah lagi memegang stir kemudi.


Mereka berbincang, namun fokusnya Deon terus menatap jalan raya yang lalu lalang kendaraan.


"nanti pulang jam berapa, aku jemput" Deon bertanya


"Hari ini biasanya kami pulang pukul satu" jawab Sea.


"Segera telepon aku, agar aku bisa datang tanpa membuatmu menunggu dengan lama" Pesan Deon.


Deon berhenti tepat di depan gerbang gedung sekolah tempat sea mengajar


Sebelum turun Deon mengecupk kening sang istri.


"Sayang, belum juga turun kenapa sudah rindu saja" Keluh Deon yang sepertinya enggan berpisah dengan istriny tersebut.


"Ishhh... Menggombal terus mas" Sea memberengut dia merasa digoda oleh suaminya.


Deon ikut turun dan membantu Sea membawanya ke dalam Kantor guru tempat Sea.


Baru saja memasuki gedung, murid segera menyambut Sea.


"Selamat pagi ibu Sea" salam anak -anak.


"Selamat pagi semuanya" Balas Sea dengan senyum terulas di bibirnya.


"Sayang, kenapa suamimu tidak disambut mereka" Deon berbisik ke Sea.


"Yang menjadi gurunya aku, bukan mas" Pertanyaan konyol suaminya membuat Sea gemas.


Tidak lama bel berdering, menandakan anak - anak sekolah akan melakukan baris apel pagi.


Petugas piket membariskan siswa hingga anak - anak yang berlalu lalang mulai tenang.


Ona sahabat Sea keluar dari ruang guru dan melihat kedatangan Sea.


"Sea.... " Ona memanggil Sea dan mulai berjalan menghampiri.


Mereka berpelukan seolah rindu sudah memuncak ke ubun-ubun.


"Ya ampun aku benat-benar merindukanmu Se" Ucap Ona.


"Aku juga sangat merindukanmu" balas Sea.


"ehhhmmm" Deon berdehem dengan maksud agar dua mahluk tersebut tidak mengabaikan keberadaannya.


Mereka melepas pelukannya.


"oh, ada Pak dokter" Ucap Ona dengan menyengir.


"Wah bawa apa Se, kenapa banyak sekali" Ona melihat paperbag dan beberpa bungkusan yang ditenteng oleh Deon.


"Oleh-oleh untuk kamu, dan rekan yang lainnya" Jawab Sea.


Deon mengikuti mereka menuju kantor. Sampai di depan pintu, Sea segera meminta barang yang di bawa Deon.


Beberapa guru yang berada dalam kantor penasaran dengan sosok lelaki yang mendampingi Sea.


"Bu Sea, apa dia suami ibu?" Tanya Ibu Irma karena sangat penasaran dan Sea belum memperkenalkan.


Deon dengan ramah menyapa Rekan Sea,


"saya Deon bu, Suaminya Sea" Ucap Deon dengan senyum ramahnya.


"Sepertinya aku pernah melihat bapak, tapi ibu lupa di mana?" Bu Irma mulai mengingat- ingat.


Sea hanya tersenyum mendengar perkataan bu Irma,


"Tentu saja pernah bertemu bu ir, suami saya yang menjadi salah satu ketika pertemuan di gedung serbaguna" Jelas Sea.


"ah ia..." Suami mu tampa sekali Bu Sea. Bu Irma memuji.


"Ingat suami di rumah ibu" Timpal guru yang lain.


keramahan rekan kerja Deon membuatnya tertahan di dalam ruang guru.


Tetapi ada baiknya juga, dengan begitu dia jadi tahu ternyata rekan Sea bekerja rama dan saling menghormati satu dengan yang lainnya.