Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Yang Banyak dan lucu



Pukul sepuluh pagi Deon dan Sea pamit untuk kembali ke apartemen mereka. Deon juga sudah minta izin ke keluarga Sea yang ingin membawa Sea ke pulau Dewata Bali.


Meskipun dengan drama kedua keponakan Sea tidak mau di tinggal.


Dalam perjalanan pulang Sea tidak banyak berbicara.


"Kenapa diam saja?" Tanya Deon memecah keheningan


"Tidak kenapa, apa kita tidak sebaiknya ke rumah mama Agatha dulu, sekalian memberitahu" Tanya Sea.


"Ide yang bagus, kita singgah sebentar" Deon mengiakan ajakan Sea.


Mengemudikan arah mobil menuju rumah orang tua Deon.


tiga puluh menit mereka tiba di perumahan elit milik keluarga Deon.


Petugas jaga segera menyambut sang pejilik rumah.


Mama Agatha yang berada dalam rumah segera mendekat ke arah pintu memastikan siapa yang datang.


Melihat anak dan menantunya datany, mama Agatha menyambut dengan riang.


"Sea anak mama, kamu datang, selamat ya udah sukses dalam ujiannya"


Sea menyambut hangat pelukan mertuanya. Sea memang sudah mengabari ke mertuanya kalau dia sudah lulus dalam sidangnya.


Deon berdehem, merasa tidak diperdulikan.


"Ia, mama tahu kamu ada di sini" Cebik mama Agatha.


Mendengar jawaban mamanya Deon hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa mama tidak akan mengajak kami masuk, hanya berdiri saja seperti ini?" Cebik Deon.


"Ya ampun mama terlalu senang menyambut kalian jadi lupa" cengir mama Agatha dan menepuk keningnya.


Mereka menuju ruang tamu, asisten rumah tangga segera menyediakan minum buat Sea dan Deon.


"Apa kalian sudah makan" Tanya mama Agatha


"Sudah ma, kami sarapan di rumah mama tadi" Sea yang menjawab.


"kalian dari rumah besan ya" tanya Mama agatha


"Ia ma, sekalian makan karena Sea baru saja lulus" Terang Deon.


"Ini juga sekalian mau mengabari ke mama, kami nanti jam tujuh malam berangkat, sudah mengambil tiket juga" Kata Deon menyayangkan.


"Mau kemana" Tanya Mamq agatha lagi.


"Rencana mau liburan ke Bali, sepertinya Sea belum pernah aku ajak liburan ma, lagi pula mama kan tahu sendiri Sea pasti sudah sangat jenuh dan kelelehan jadi butuh refresing"


"Bagus itu, suami memang seharusnya seperti itu, ajaklah Sea" Senyum mama Agatha mengembang.


"Sepertinya tidak lama lagi aku sah dipanggil nenek" Batin mama Agatha dengan senyum.


"Mama Kenapa" Tanya Sea


"Tidak.. mama hanya senang saja, kalian sudah akur" Ucap mama Agatha


"Mama tidak mengusir kalian, sebaiknya kalian bersiap saja" Saran mama agatha dengan semangat.


"Kenapa mama bersemangat sekali?" Tanya Deon


"Tentu saja bersemangat, artinya doa mama sebentar lagi akan terkabul"


"Maksudnya apa ma?" Sea semakin bingung.


"Kalau kalian ke Bali, harapan mama kalian bisa mengabulkan harapan mama, segera memberikan mama cucu yang lucu" Mama Agatha menjawab dengan antusias.


Mendengar itu Sea hanya menelan salivanya yang tiba tiba terasa kelat.


Wajah Sea sungguh tidak bisa menyembunyikan warna kemerahan dan rasa panas yang menjalar.


"Ia, mama harus bersabar pasti akan ada cucu yang lucu dan tampan buat mama" Ucap Deon pula.


Sea semakin menganga mendengar percakapan antara anak dan ibunya itu.


Sea menyenggol lengan Deon berharap agar percakapan absurd itu segera berhenti.


"Kenapa Se?" Tanya Deon yang pura pura tidak mengerti maksud Sea.


Sea melototkan bola matanya ke Deon.


Aksi Sea tidak luput dari perhatian mama Agatha.


"Tidak perlu malu, mama juga pernah muda" Ucap Deon dengan frontal.


"Ia, mama sudah duluan jadi pengantin baru seperti kalian" Goda mama Agatha pula.