
Deon pamit setelah sempat berbincang bincang dengan rekan kerja Sea.
Sepeninggal Deon, Bingkisan yang sudah dia siapkan sebagai souvenir dari Bali untuk sahabatnya. Sebelumnya khusus untuk keluarga besarnya juga sudah dia berikan.
Baik keluarga besar pun dengan rekan kerjanya menerima dengan antusias.
"Menerim hadiah dari pasangan yang siap honeymoon beda ya, ikut bahagia saya" Begitu salah satu rekan Sea berucap ketika menerima hadiah Sea.
"Hadiah spesial dari mereka yang lagi hangat-hangatnya" Goda sahabatnya Ona.
Sea menanggapi godaan rekan rekannya dengan kekehan dan senyum yang selalu mengembang di wajahnya.
"Bu Ona, menikahlah agar ikut merasakan hangatnya menjadi pasangan suami istri" rekan yang lain ikut menggoda Ona.
"Kenapa jadi menyuruh saya, tapi tenang saja, secepatnya pasti menyusul seperti Sea" Ucap Ona dengan tertawa.
"benarkah, apa Ben sudah melamarmu?" Sea justru bertanya dengan antusias.
"Belum, tapi aku yang sudah melamarnya" Pungkas ona dengan tertawa.
"hahahahah" Rekan yang lain ikut menertawakan Ona yang terkadang sangat konyol.
"Ish kau ini, kukira benar kamu sudah dilamar Ben" Kesal Sea
"Aku sudah bilang bukan? Kalau aku yang melamarnya" Ona kembali mengulangi pernyataannya.
Merasa Ona yang selalu bercanda, Sea segera menarik Ona ke luar ruang guru.
"Na, aku serius apa benar kamu yang melamar Ben?" Tanya Sea.
"Kamu pikir aku bercanda, Ben tidak peka, ya sudah aku yang bertindak duluan" Jawab Ona dengan serius.
"Oh my God... kamu agresif sekali nona" Sea menganga tidak percaya.
"Dan kamu tahu, akhirnya kami sudah bertunangan, tiga bulan mendatang kami akan menikah" Jelas Ona.
"Jangan terlalu erat memelukku, tadi kau pasti berpelukam dulu dengan suamimu, kurasa wangi parfumnya masih menempel di kamu Se" Goda Ona.
"Is dasar sahabat durhaka" Omel Sea.
"Se, gimana rasanya, berapa ronde semalam" Ona bertanya dengan frontal dengan wajahnya yang tersenyum menggoda Sea
"Pertanyaanmu benar-benar tidak masuk akal" Sea memalingkan wajahnya, pikirannya seketika mengingat kegiatan mereka yang seakan tidak ada lelahnya.
"Tidak masuk akal bagaimana, aku rasa kau sudah menjadi suhu" Ona semakin menggoda Sea.
Tidak mau Ona semakin menjadi Sea segera menarik Sea kembali ke ruang guru.
Jam pelajaran di kelas sudah akan dimulai. Semua guru sudah berkemas menuju ruang kelas masing - masing.
Profesional selalu ditekankan sang pimpinan, itu sebabnya sekolah tempat Sea mengajar selalu mendapatkan penghargaan dan prestasi dalam lomba bidang akademik maupun yang lainnya.
Menjadi sekolah inti dan sekolah teladan membuat peserta didik selalu berebut agar bisa masuk ke sekolah negeri tersebut.
****
Sebagai wali kelas V, Sea memasuki ruang kelas V tersebut dan disambut dengan girang oleh anak anaknya.
"Selamat pagi bu Sea" Anak anak langsung memberikan salam.
"Selamat pagi anak ibu, Semua sehat" Balas Sea dengan Senyum cerianya.
"Sehat bu, kami merindukan ibu" Adu anak anak.
"Ya, dan ibu pun sangat merindukan anak ibu yang ganteng dan cantik" Balas Sea.
Balasan jawaban Sea membuat anak anak semakin senang. Selama Sea tidak masuk mereka memang mendapatkan guru pengganti namun tetap saja mereka merindukan gurunya tersebut.
Sea mengajar seperi biasa yang dia lakukan. Metode mengajarnya yang tidak monoton membuat anak-anak tidak merasa bosan. melainkan menjadikan belajar menjadi hal yang menyenangkan.