Love is Never Wrong

Love is Never Wrong
Fokus



Pagi ini Sea benar - benar mempersiapkan diri dengan matang. Sesuai jadwal hari ini dia akan sidang tesis.


Deon yang sudah tahu sebelumnya kegiatan Sea hari ini, membantu Sea dengan menyiapkan sarapan.


"See... apa kamu sudah siap" Deon mengetuk pintu, sebab sudah 1 jam berlalu Sea belum juga keluar.


"Ia sebentar lagi aku keluar" Terdengar sahutan Sea dari dalam kamar.


"kalau sudah selesai segeralah keluar, kita sarapan dulu" ucap Deon.


tidak berapa lama Sea keluar dari dalam kamar dengan pakaian rapi. Kemeja putih dipadukan blezer hitam dan rok hitam di bawah lutut. benar-benar Sea begitu terlihat berbeda, anggun dan semakin kelihatan kecantikannya.


Deon seakan terhipnotis dengan tampilan Sea. Make up tipis yang kelihatan natural semakin menambah aura kecantikannya.


"Heii... kenapa, apa aku begitu menawan, kamu begitu terpana" Seloroh Sea


"Tidak biasa saja" Deon secepat kilat menyangkalnya.


"Ayo, kita sarapan nanti kamu terlambat" ajak Deon


mereka mulai sarapan, "Kamu masak sendiri dokter, sepertinya lumayan cocok di lidahku" ucap Sea


"Ia, aku tidak mau mendengar nanti tiba-tiba kamu pingsan ketika sidang karena kelaparan" Jawab Deon.


"ah manis sekali, aku jadi terharu" Kata sea sembari menyudahi sarapannya.


"Maaf, sebenarnya aku ingin mengantarkan kamu ke kampusmu, tetapi aku tidak bisa banyak sekali jadwal pekerjaan hari ini" Deon berkata dengan nada menyesal.


"Ya tidak apa - apa, aku bisa sendiri lagi pula aku di sesi kedua jam 10 nanti jadi masih santai tidak harus buru-buru" Jawab Sea dengan cepat.


"Kamu sudah memberitahu ke mama Ratih kan Se, kalau belum, beritahu sekarang, minta doa agar sidangmu lancar, sekalian izin" Kata Deon


"Ia, hampir saja lupa untung kamu ingatkan" Sea segera mengambil benda pipihnya dan mendial nomor mama Ratih dan sekaligus mama Agatha.


Tidak berselang lama panggilan tersambung


"Haiii Sea, apa kabar" Mama agatha menyapa Sea pun dengan mama Ratih.


"Baik ma, Sea minta doa kalian yaa Sea hari ini sidang, doakan lancar ya ma" Jawab Sea


"Ia, kami pasti doakan kamu nak, semangat semoga sukses ya" jawab papa johan.


kemudian diamini mama Ratih, Mama Agatha dan juga Sea. Tidak ketinggalan juga Deon.


Sea seperti mendapatkan kekuatan dobel setelah berbicara dengan mamanya dan kedua mertuanya.


Sungguh, Sea benar sangat beruntung mendapatkan kasih sayang tersebut.


Setelah memastikan tidak ada sesuatu yabf tertinggal Sea berangkat.


"Hati-hati di jalan, jangan ngebut, terus jangan lupa baca doa dulu nanti, semangat oke" Deon sepertinya tidak kalah dalam memberikan dukungan ke Sea.


"Ia, terima kasih, semoga saja nanti hasilnya bagus" Jawab Sea


"Apa tidak ada ada acara salaman izin ketika istri akan keluar" Deon menai turunkan alisnya menggoda Sea.


"Isshh, kamu ada ada saja, ya sudah aku berangkat" Pamit sea sembari menyodorkan tangannya.


Deon menyambut uluran tangan Sea, Sea hendak mencium punggung tangan Deon namun, Deo segera menarik Sea.


"Cupp,"satu kecupan mendarat di kening Sea.


"Sepertinya tidak buruk ketika kamu akan keluar rumah berpamitan dengan cara seperti ini" Kata Deon dengan senyum mengihiasi wajahnya.


"Cup" Satu kecupan lagi mendarat di kening Sea "Ini agar kamu nanti bisa fokus dan semakin semangat" tambah Deon.


Sea memberengut kesal, dia merasa dikerjai Deon.


"Jangan cemberut, pergilah semoga berhasil".


Sea akhirnya meninggalkan Deon, entah kenapa dia saat ini merasa menjadi manusia linglung. "harusnya kan aku menolak tadi, tetapi kenapa kok aku diam saja, is Sea kamu benar benar tehipnotis ke dokter mantan duda itu". Sea mengumpati dirinya sendiri.


Sea menggeleng gelengkan kepalanya, kalau begini bukannya fokus malah kepikiran ke dia terus. Kesal Sea dalam hati.


Menuju mobilnya, Sea segera berangkat ke kampus.